Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Data Ketenagakerjaan AS Mengecewakan, Harga Emas Dunia Terdongkrak Naik

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 06 September 2021 | 08:02 WIB
Data Ketenagakerjaan AS Mengecewakan, Harga Emas Dunia Terdongkrak Naik
Ilustrasi emas batang. [shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia kembali naik pada perdagangan akhir pekan lalu. Naik ke posisi tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir.

Penyebabnya adalah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) periode Agustus yang lebih lambat dari perkiraan mendorong harga emas.

Mengutip CNBC, Senin (6/9/2021) emas di pasar spot naik 1,2 persen ke harga 1,830.71 dolar AS per ounce setelah mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni di 1.833,80 dolar AS. Emas spot menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Sedangkan Emas berjangka AS naik 1,2 persen ke harga 1,833,7 dolar AS.

Pertumbuhan pekerjaan AS jauh di bawah ekspektasi pada Agustus di tengah lonjakan infeksi COVID-19. Indeks dolar tergelincir segera setelah laporan tersebut, memperkuat daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

"Emas menerima dorongan sambutan dari laporan (pekerjaan) yang jauh lebih lemah," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

"Tetapi fakta bahwa emas telah gagal menembus di atas resistance di 1.835 dolar AS dapat menunjukkan beberapa skeptisisme tentang apakah ini berarti pertumbuhan puncak dan penurunan yang tertunda." Tambahnya.

Chairman the Fed Jerome Powell mengatakan pekan lalu bahwa jika pertumbuhan pekerjaan berlanjut, The Fed dapat mulai memotong pembelian aset tahun ini, tetapi akan tetap berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang mungkin mengikuti langkah-langkah stimulus, sementara suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas batangan yang tidak menghasilkan.

"Fokus pasar akan beralih ke pertemuan FOMC September mendatang. Kami terus melihat risiko kenaikan lebih lanjut untuk emas mengingat ekspektasi kami terhadap USD melemah dan imbal hasil riil tetap sangat negatif," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank.

Harga logam berharga lainnya, Perak melonjak 3,4 persen menjadi 24,70 dolar AS per ounce. Sementara platinum naik 2,6 persen menjadi 1.024,41 dolar AS. Palladium naik 1,1 persen menjadi 2.425,70 dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Terus Turun ke Rp 937.000 per Gram

Harga Emas Antam Terus Turun ke Rp 937.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 11:01 WIB

Harga Emas Dunia Turun Tipis, Bagaimana Prospek ke Depannya?

Harga Emas Dunia Turun Tipis, Bagaimana Prospek ke Depannya?

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 08:15 WIB

Harga Emas Antam Terus Turun ke Rp 939.000 per Gram

Harga Emas Antam Terus Turun ke Rp 939.000 per Gram

Bisnis | Kamis, 02 September 2021 | 09:44 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB