Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Kunjungi PKKMB IBI Kosgoro 1957, Menpora Minta Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 11 September 2021 | 12:06 WIB
Kunjungi PKKMB IBI Kosgoro 1957, Menpora Minta Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Menpora, Zainudin Amali. (Dok: DPR)

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menjadi narasumber pada hari kedua kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 secara virtual, Jumat (10/9/2021) sore.

Pada kesempatan ini, Menpora Amali diberi kesempatan untuk memaparkan materi dengan tema ‘Peran mahasiswa sebagai pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan’.

Mengawali paparannya, Menpora Amali menyampaikan apresiasi kepada IBI Kosgoro 1957, karena fokus dalam pengembangan dan melahirkan SDM di bidang bisnis dan informatika.

“Saya apresiasi dan senang mendengarkan apa yang disampaikan oleh pak rektor maupun pak wakil rektor bahwa core yang ditekuni di IBI Kosgoro adalah bisnis dan informatika. Dan memang itulah tuntutan dari kondisi saat ini,” ujarnya.

Menurut Menpora Amali, tantangan mahasiswa setelah dia lulus semakin kompleks dan berat dimana saingan sangat banyak baik dari lulusan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri. Dengan adanya mata kuliah kewirausahaan yang menjadi mata kuliah wajib di kampus ini maka pengetahun kewirausahaan menjadi modal yang baik untuk mahasiswa.

“Kita tentu tidak menginginkan lulusan dari kampus kita, begitu dia lulus akhirnya kesana kemari membawa ijazah, melamar pekerjaan dan saingannya cukup banyak. Saingan dari universitas yang ada di Indonesia, baik swasta atau perguruan tinggi swasta maupun perguruan tinggi negeri lumayan banyak. Apalagi kalau sudah kita bicara dengan lulusan perguruan tinggi dari luar negeri. Jadi sudah sangat tepat kalau IBI Kosgoro ini menempatkan kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib,” ujarnya.

Menurut Menpora Amali, hal tersebut sejalan dengan 5 program prioritas 2020-2024 yang telah disusun Kemenpora. Salah satunya adalah pemberdayaan pemuda menjadi kreatif, inovatif, mandiri, dan berdaya saing serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Kenapa kita memunculkan program prioritas ini, karena kita sadar betul bahwa kemajuan suatu bangsa, salah satu ditentukan oleh tingkat kemakmuran masyarakat. Masyarakat yang makmur diukur dari tingkat atau presentasi seberapa besar persentase masyarakatnya yang bergerak di bidang kewirausahaan,” jelasnya.

Bila dibandingkan dengan negara-negara maju seperti China dan Amerika Serikat, jumlah pelaku usaha sudah sekitar 10 persen. Indonesia bahkan masih tertinggal jauh dari Negara tetangga Malaysia yang sudah mencapai 5 persen. Sementara Indonesia baru sekitar 3 persen.

baca juga

“Ini yang membuat kami akhirnya mencetuskan program prioritas seperti itu,” ujarnya.

Di sisi lain, kedepan Indonesia akan berhadapan dengan bonus demografi, dimana usia produktif akan lebih banyak dari yang sudah tidak produktif. Oleh karena itu, maka harus harus dipersiapkan para generasi muda, khususnya para mahasiswa untuk punya bekal selain akademik yaitu kewirausahaan.

Hal tersebut menjadi penting dilakukan agar para mahasiswa setelah kuliah tidak sekadar menjadi pelamar kerja, tapi menjadi pencipta lapangan kerja, karena saat ini lapangan pekerjaan semakin hari semakin menyempit.

“Apalagi di saat-saat pandemi seperti sekarang ini, yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK, makin sempit lapangan pekerjaan dan makin banyak pencari kerja. Ini antara supply dan demand itu tidak seimbang.
Itulah sebabnya kami di Kemenpora memprioritaskan program itu,” paparnya.

Dengan demikian, dia mendorong mahasiswa IBI Kosgoro agar memiliki kemampuan, kreativitas, inovasi, kemandirian kekuatan dan daya saing. Sehingga tidak termarjinalkan dan bahkan menjadi beban pengangguran terdidik.

“IBI Kosgoro 1957 telah menetapkan kewirausahaan sebagai corenya, saya sangat setuju, dengan demikian maka ini menghasilkan lulusan-lulusan para mahasiswa yang menjadi job creator, penyedia lapangan kerja. Kita tidak ingin lulusan IBI Kosgoro 1957 menjadi job seaker, kesana kemari bergantung pada orang lain,” harapnya.

Menpora Amali menilai, mahasiswa yang kuliah di IBI Kosgoro 1957 sudah memilih kampus yang tepat. Karena tidak semua kampus membekali mahasisiwanya dengan pengetahuan kewirausahaan.

“Anda tidak salah pilih, anda berada di tempat yang benar dan anda berada di tempat yang tepat,” katanya.

Namun begitu, Menpora mengingatkan mereka untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan, sebab tidak cukup hanya dengan perkuliahan saja. Namun harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan kewirausahaan.

Menpora Amali berpesan kepada mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB untuk memanfaatkan PPKMB ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat lebih mengenal kampus dan proses akademik.

“Kalau anda tidak menyiapkan diri, itu terasa berat berkuliah. Tetapi kalau anda menyiapkan diri dan memanfaatkan PKKMB ini, maka mudah-mudahan Anda tidak akan lama-lama di situ dan targetkan 3 tahun atau berapa semester berada di situ. Saya berharap, Anda akan bisa cepat selesai dan tentu anda punya bekal akademik dan punya bekal kemampuan kewirausahaan,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor IBI Kosgoro 1957, Dr. Haswan Yunaz mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimkasih atas kehadiran dan waktu Menpora Amali dalam PKKMB perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Selain itu, dia berkomitmen untuk mendukung program Kemenpora untuk melahirkan wirausahawan muda di Indonesia.

"Kami mendukung program bapak menteri bagaimana melahirkan wirausaha baru yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional. Kami mengucapkan terimkasih kepada pak menteri yang telah berhasil menggelorakan kembali semangat generasi muda Indonesia. Tidak hanya di bidang wirausaha, di bidang peran pemuda. Tetapi juga berhasil menggelorakan semangat berolahraga dan prestasi,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Masih Kuliah, Menpora Amali Dorong Mahasiswa Punya Usaha

Meski Masih Kuliah, Menpora Amali Dorong Mahasiswa Punya Usaha

News | Jum'at, 10 September 2021 | 17:10 WIB

Kapolri dan Panglima TNI Raih Penghargaan di Haornas 2021

Kapolri dan Panglima TNI Raih Penghargaan di Haornas 2021

News | Jum'at, 10 September 2021 | 17:03 WIB

Haornas ke-38, Menpora: Perpres No 86 Tahun 2021 Jadi Payung Hukum Resmi DBON

Haornas ke-38, Menpora: Perpres No 86 Tahun 2021 Jadi Payung Hukum Resmi DBON

Sport | Kamis, 09 September 2021 | 15:30 WIB

Haornas ke-38, Sejumlah Atlet dan Pelaku Olahraga Terima Penghargaan

Haornas ke-38, Sejumlah Atlet dan Pelaku Olahraga Terima Penghargaan

Sport | Kamis, 09 September 2021 | 13:48 WIB

Haornas ke-38, Perpres No 86 Tahun 2021 Jadi Payung Hukum DBON

Haornas ke-38, Perpres No 86 Tahun 2021 Jadi Payung Hukum DBON

Sport | Kamis, 09 September 2021 | 13:21 WIB

Besok Haornas ke-38, Kemenpora Luncurkan DBON untuk Tingkatkan Prestasi Atlet

Besok Haornas ke-38, Kemenpora Luncurkan DBON untuk Tingkatkan Prestasi Atlet

Sport | Rabu, 08 September 2021 | 19:43 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB