Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Neraca Dagang Surplus 16 Kali Berturut-turut, Tapi Kemenkeu Ingatkan Ini

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 17 September 2021 | 10:06 WIB
Neraca Dagang Surplus 16 Kali Berturut-turut, Tapi Kemenkeu Ingatkan Ini
Ilustrasi pembukuan keuangan. (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 kembali mengalami surplus sebesar 4,74 miliar dolar AS.

Capaian ini merupakan hasil dari kontribusi surplus neraca non-migas sebesar 5,43 miliar dolar AS dan neraca migas yang tercatat defisit sebesar 1,23 miliar dolar AS

"Selain melanjutkan tren surplus yang telah terjadi selama 16 bulan berturut-turut, surplus neraca perdagangan pada bulan Agustus ini juga merupakan surplus yang terbesar sejak tahun 2006. Surplus ini diharapkan turut menjadi motor perekonomian Indonesia ke depan," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu dalam keterangan persnya, Jumat (17/9/2021).

Sehingga sejak periode Januari-Agustus 2021, surplus neraca perdagangan mencapai total 19,17 miliar dolar AS.

Meski mengalami tren surplus yang terus menerus, namun tantangan besar masih akan dihadapi ekonomi dunia dan Indonesia yakni terkait dengan pandemi Covid-19.

"Saat ini Indonesia telah berhasil menurunkan kembali kasus Covid-19 secara dignifikan setelah adanya persebaran varian Delta. Kerja sama semua pihak menjadi kontributor utama perkembangan positif ini," katanya.

Menurut Febrio hingga tahun 2022, Pemerintah melalui kebijakan fiskal akan terus diarahkan untuk pemulihan dan reformasi, yaitu penanganan pandemi termasuk program vaksinasi dan pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta reformasi struktural diantaranya dengan implementasi UU Cipta Kerja.

Total ekspor bulan Agustus 2021 tercatat sebesar 21,42 miliar dolar AS secara bulanan (mtm) dan tahunan (yoy) masing-masing naik 20,95 persen dan 64,1 persen.

Nilai ekspor Agustus 2021 merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2000 serta memiliki angka pertumbuhan yang lebih tinggi dari konsensus perkiraan angka pertumbuhan ekspor yang hanya sekitar 36,1 persen (yoy).

Peningkatan didukung oleh ekspor non-migas yang tumbuh sebesar 63,4 persen, (yoy) maupun sektor migas yang tumbuh sebesar 77,9 persen (yoy).

Secara kumulatif, total ekspor sepanjang tahun berjalan mencapai 142,01 miliar dolar AS atau meningkat 37,77 persen (ytd) yang didominasi oleh ekspor CPO dan bahan bakar mineral.

“Kenaikan ekspor menunjukkan sinyal pemulihan permintaan dunia. Dengan implementasi PEN dan kebijakan yang mendukung kinerja ekspor, dunia usaha di Indonesia diharapkan semakin mampu memanfaatkan potensi pemulihan ekonomi dunia dan ekspor ke depan," kata Febrio.

Dari sisi sektor, seluruh ekspor sektoral menunjukkan kinerja yang sangat baik. Sektor pertanian, misalnya, mencatat pertumbuhan bulanan sebesar 17,89 persen (mtm), walaupun sedikit turun secara tahunan sebesar 0,42 persen (yoy), kinerja positif terutama terjadi pada komoditas kopi, buah-buahan, dan hasil hutan bukan kayu lainnya.

Selanjutnya, ekspor terkait industri pengolahan juga naik baik secara bulanan sebesar 20,67 persen (mtm) dan secara tahunan sebesar 52,62 persen (yoy) terutama pada komoditas CPO, besi baja, dan timah.

Sektor pertambangan meningkat secara bulanan sebesar 27,23 persen (mtm), dan meningkat tajam sebesar 162,89 persen (yoy) secara tahunan khususnya ekspor batubara, biji tembaga dan lignit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Neraca Dagang Untung Besar, Menko Airlangga Hartarto Happy

Neraca Dagang Untung Besar, Menko Airlangga Hartarto Happy

Bisnis | Kamis, 16 September 2021 | 09:36 WIB

Ekonomi Mulai Menggeliat, Neraca Dagang RI Surplus 4,74 Miliar Dolar AS

Ekonomi Mulai Menggeliat, Neraca Dagang RI Surplus 4,74 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 15 September 2021 | 13:16 WIB

BPS: Nilai Ekspor Agustus 2021 Catat Rekor Tertinggi Dalam 10 Tahun Terakhir

BPS: Nilai Ekspor Agustus 2021 Catat Rekor Tertinggi Dalam 10 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 15 September 2021 | 13:11 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB