alexametrics

Banyak Daerah Panen Raya, Stok Jagung untuk Pakan Ternak Melimpah

Fabiola Febrinastri
Banyak Daerah Panen Raya, Stok Jagung untuk Pakan Ternak Melimpah
Ilustrasi panen jagung. (Dok: Kementan)

September hingga Oktober adalah masa panen jagung.

Suara.com - Pasokan dan stok jagung untuk pakan ternak masih cukup. Beberapa wilayah sentra jagung mulai melakukan panen raya dan menunjukkan ke publik bahwa stok jagung masih melimpah. Laporan dari petugas dinas pertanian, penyuluh maupun petani yang masuk melaporkann bahwa semakin banyak lahan jagung siap panen beberapa waktu kedepan.

Pejabat Dinas Tanaman Pangan Banyumas, Widyarto menyebutkan, panen September diperkirakan seluas 650 hektare dan Oktober 800 hektare, dengan provitas 6,5 ton dan harga pipilan kering Rp5.400 per kilogram, menurutnya cukup bagus meningkatkan pendapatan petani.

Di Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Pertanian, Aziz Gunawan pun melaporkan, panen minggu ini terjadi di 35 hektare, yang tersebar di beberapa kecamatan. Ada juga beberapa wilayah yang masih panen, seperti di Majalengka saat ini panen 75 hektare, Pekalongan panen 50 hektare, Blora dengan luasan 50 hektare, dan kelompol tani (poktan) dengan luasan 55 hektare.

Supriadi, petugas penyuluh dari Desa Crewek, Kecamatan Keradenan Grobogan mengatakan, di wilayahnya, saat ini kondisi tanaman jagung siap panen di lahan seluas kurang lebih 130 hektare.

Baca Juga: Kementan Pastikan Saat Ini Terdapat 2,3 Juta Ton Stok Jagung di Lapangan

“Alhamdulilah, harga jagung kami dibeli dengan harga yang bagus. Kami mohon keberpihakan pemerintah kepada kami untuk menolong menjaga kestabilan, karena wilayah kami saat ini, petani sedang bahagia dengan panen yang bagus dan harga tinggi. Selama ini, baru kali ini kami merasakan keuntungan tanam jagung,” akunya.

Senada, Kepala BPP Brebes melaporkan dari lokasi panen. Total luas panen 25 hektare bulan ini, bulan depan di Kecamatan Songgong pada lahan seluas 250 hektare, dan puncaknya Oktober, 400 hektare. Bahkan Oktober - November, ada 500 hektare lagi di lahan tegal bawah hutan.

Sementara itu, Ismail Wahab Direktur Serealia, Ditjen Tanalan Pangan menegaskan, September hingga Oktober adalah masa panen jagung yang ditanam di lahan sawah.

“Banyak laporan yang masuk ke kami, masih ada panen jagung, yang tentunya sangat mampu cukupi kebutuhan peternak,” ujarnya.

Ismail menyebut, timnya akan segera turun ke lapangan untuk memastikan stok jagung di petani maupun di Gudang pakan tersalurkan.

Baca Juga: Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi dalam Anugerah Humas Indonesia 2021

“Kita pastikan kebutuhan peternak tercukupi untuk 3 bulan mendatang,”tandasnya.

Komentar