alexametrics

Terdampak Agenda PON XX Papua, Penerbangan Pesawat di Timika Dikurangi 70 Persen

M Nurhadi
Terdampak Agenda PON XX Papua, Penerbangan Pesawat di Timika Dikurangi 70 Persen
Bandara Mozes Kilangin di Timika, Papua. [ptfi.co.id]

"Untuk pesawat-pesawat kecil atau penerbangan perintis selama pertadingan berlangsung akan dikurangi hingga 70 persen," kata John.

Suara.com - Penerbangan perintis angkutan orang maupun barang di Bandara Mozes Kilangin Timika akan dikurangi hingga 70 persen terdampak gelarang pertandingan cabang olahraga terbang layang PON XX Papua.

Disampaikan oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, selama berlangsungnya pertandingan cabang olahraga terbang layang dan aero modeling, penerbangan pesawat perintis ke pedalaman Papua dikurangi signifikan.

"Penerbangan tetap berjalan seperti biasa, hanya saja untuk pesawat-pesawat kecil atau penerbangan perintis selama pertadingan berlangsung akan dikurangi hingga 70 persen. Pesawat-pesawat perintis hanya terbang pada pagi hari sampai siang hari, setelah itu tidak terbang lagi karena semua diprioritaskan untuk menggelar pertandingan terbang layang yang sekarang berlangsung di Bandara Mozes Kilangin Timika," kata John.

Adapun penerbangan komersial dengan menggunakan pesawat berbadan lebar seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Sriwijaya Air tetap berjalan normal, meskipun berpotensi terjadi keterlambatan lantaran penerbangan komersial tersebut membawa rombongan atlet, oficial dan tamu-tamu yang akan datang ke Timika untuk mengikuti PON XX Papua.

Baca Juga: Menpora Amali Akan Berkantor di Papua Selama Pelaksanaan PON XX Berlangsung

"Kalau Bandara kita tutup hanya untuk menggelar pertandingan, lalu pesawat-pesawat komersial yang membawa atlet bagaimana bisa turun di Bandara Timika? Makanya semuanya tetap berjalan secara simultan," jelas John, diktuip dari Antara.

Mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu menyebut sebelum ini sudah ada loka atau perjanjian kerja sama antara pihak Airnav dengan Teknical Delegated Cabor Terbang Layang dalam hal penggunaan ruang udara sehingga kegiatan penerbangan tetap dilaksanakan secara simultan dengan pelaksanaan pertandingan.

"Mandarorinya harus tetap ada di pemegang ruang udara sehingga baik kegiatan terbang layang, terjun payung maupun aero modeling semuanya dikontrol dari tower ATC mengingat ruang udaranya ada dalam Kawasan Operasi Penerbangan terdalam yang sangat dekat," jelasnya.

John menyebut lokasi terjun payung di Pusat Pemerintahan SP3 Timika hanya berjarak 5 kilometer dari aproach Bandara Runway 15. Pada ketinggian sekitar 9.000 kaki dan turun ke ketinggi 4.000 kaki, penerjun akan diterjunkan.

"Pada saat bersamaan tidak boleh ada pesawat lain yang terbang. Makanya semua diatur dari tower ATC" ujarnya.

Baca Juga: Lepas 720 Atlet ke PON XX Papua, Isran Noor Sasar Tiga Besar

Komentar