Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Naik 592,11Persen, Sawit Sumbermas Sarana Raih Laba Bersih Rp 696,33 M pada Semester I

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Jum'at, 01 Oktober 2021 | 15:22 WIB
Naik 592,11Persen, Sawit Sumbermas Sarana Raih Laba Bersih Rp 696,33 M pada Semester I
Dewan Komisaris dan Direksi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. [Dok SSS]

Suara.com - Perusahaan perkebunan sawit, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sepanjang enam bulan pertama tahun 2021 mencatatkan laba bersih Rp 696,33 miliar atau naik 592,11 persen dari laba Rp 100,61 miliar tahun sebelumnya.

Berdasarkan data laporan keuangan SSMS yang diterbitkan, Kamis (30/9/2021) perseroan meraih pendapatan sebesar Rp 2,34 triliun hingga periode 30 Juni 2021 meningkat 32,09 persen dari pendapatan Rp 1,77 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sehingga per 30 Juni 2021 laba bruto SSMS naik 25,87 persen menjadi Rp 1,01 triliun dari laba bruto Rp 805,53 miliar. Laba usaha diraih sebesar Rp 679,12 miliar naik 73,05 persen dari laba usaha Rp 392,44 miliar tahun sebelumnya.

Namun, perlu menjadi perhatian adalah perseroan membukukan pendapatan keuangan senilai Rp 439,93 miliar naik 207,77 persen dari keuntungan keuangan periode sama tahun sebelumnya Rp 142,94 miliar.

Sehingga laba sebelum pajak tercatat Rp839,04 miliar naik 275,59 persen dari laba sebelum pajak Rp 223,39 miliar tahun sebelumnya.

Total aset perseroan mencapai Rp 13,24 triliun hingga periode 30 Juni 2021 naik 3,79 persen dari total aset Rp 12,78 triliun hingga periode 31 Desember 2020.

Pertumbuhan tersebut dikontribusikan oleh ekuitas sebesar Rp 5,29 triliun naik dari akhir 2020 Rp 4,87 triliun dan liabilitas Rp7,94 triliun naik dari sebelumnya Rp 7,90 triliun.

Adapun posisi keuangan SSMS yang neto yang didapat dari aktivitas operasi per 30 Juni 2021 sebesar Rp 533,97 miliar naik dari sebelumnya Rp 248,13 miliar.

SSMS hingga Agustus 2021 merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 302,50 miliar atau sebesar 55 persen dari total anggaran belanja modal perseroan sebesar Rp 550 miliar.

Belanja modal SSMS di semester I/2021 itu digunakan untuk membiayai pembangunan, pemeliharaan infrastruktur perkebunan, dan membeli alat-alat berat yang menunjang efektivitas operasional perkebunan untuk menghasilkan tandan buah segar (TBS) berkualitas dan kuantitas yang baik, agar dapat memaksimalkan pasokan TBS pada kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS).

Perseroan pada semester II tahun ini berencana mengalokasikan capex untuk menyokong pertumbuhan operasional dan pengembangan bisnis.

Pengembangan bisnis ini seiring dengan rencana SSMS untuk menjajaki ekspansi bisnis di semester II/2021, antara lain rencana penambahan luas lahan perkebunan kelapa sawit, khususnya di Kalimantan Tengah.

"Saat ini total luas kebun inti perseroan mencapai 68.880 hektare. Kami tetap membuka peluang apabila ada momentum untuk pengembangan bisnis dan profit. Mengingat adanya moratorium lahan, SSMS terbuka dalam penambahan lahan perkebunan dan ekspansi perkebunan sawit asalkan sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan yang sudah diterapkan oleh SSMS," ujar Corporate Secretary SSMS, Swasti Kartikaningtyas dalam keterangannya, Jumat (1/10/2021).

Untuk produksi CPO, SSMS memproyeksikan produksi CPO pada kuartal II/2021 meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"SSMS terus mengupayakan peningkatan produksi CPO dapat melebihi dari tahun sebelumnya, sejak awal kami menargetkan meningkat sekitar 10-15 persen, atau sekitar 515.000 metrik ton (MT) dari 8 PKS milik perseroan. Sekedar mengingatkan, realisasi produksi CPO SSMS di tahun lalu sebesar 448.185 MT," imbuh Swasti.

Dengan momen harga CPO yang cukup tinggi, SSMS terus mengupayakan penjualan CPO dapat melampaui realisasi penjualan CPO di tahun lalu. Permintaan dan penjualan CPO SSMS masih sangat baik.

Ini tercermin dari penjualan CPO pada Juni 2021 yang diperkirakan meningkat sekitar 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Selain peningkatan harga CPO, sentimen positifnya adalah meningkatnya harga komoditi internasional, seperti meningkatnya harga palm kernel (PK) dan palm kernel oil (PKO).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SSMS Dampingi Pekebun Sawit untuk Dapatkan Sertifikasi RSPO

SSMS Dampingi Pekebun Sawit untuk Dapatkan Sertifikasi RSPO

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 07:43 WIB

Laba Semester I 2021 Naik 40 Persen Saat Pandemi, Bank DKI Raih Penghargaan Ini

Laba Semester I 2021 Naik 40 Persen Saat Pandemi, Bank DKI Raih Penghargaan Ini

News | Selasa, 14 September 2021 | 11:35 WIB

Cara Menyingkirkan Laba-Laba di Kamar Mandi

Cara Menyingkirkan Laba-Laba di Kamar Mandi

Bekaci | Sabtu, 11 September 2021 | 09:15 WIB

Terkini

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:59 WIB

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:47 WIB

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:18 WIB

PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen

PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:02 WIB

BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

BRI Perluas Akses Investasi Global melalui BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 10:28 WIB

Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726

Rupiah Paling Perkasa di Asia, Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.726

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:56 WIB

Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!

Kabar Baik bagi Konsumen, Harga Cabai dan Ayam Turun di Awal Pekan!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:38 WIB

Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Diikuti 45.000 Peserta, BTN Jakim 2026 Dorong Jakarta Menuju Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:33 WIB

Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram

Investor Tahan Dulu, Harga Emas Antam Mulai Naik Lagi Jadi Rp 2.729.000/Gram

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:29 WIB

Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Penguatan Kenaikan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Kekuatan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 09:23 WIB