Bedah Robotik Makin Canggih dan Populer, Akankah Gantikan Peran Dokter?

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:39 WIB
Bedah Robotik Makin Canggih dan Populer, Akankah Gantikan Peran Dokter?
Ilustrasi dokter (Unsplash)
baca 10 detik
  • Bedah robotik tidak menggantikan peran dokter, melainkan meningkatkan presisi tindakan medis.

  • Pelatihan bedah robotik memungkinkan pemerataan kompetensi dokter bedah di Indonesia.

  • Kehadiran bedah robotik mengurangi kebutuhan pasien Indonesia berobat ke luar negeri.

Suara.com - Teknologi bedah robotik semakin masif di Indonesia. Banyak yang menganggap robot ini akan menggantikan peran dokter, namun anggapan itu keliru karena tenaga medis tetap menjadi operator utamanya.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini menegaskan teknologi robotik tidak bisa menggantikan peran dokter. Justru bedah robotik menambah kemampuan dokter melakukan operasi lebih presisi, minim invasif, dan aman bagi pasien.

"Kalau ditanya tentang ancaman, menurut saya ini bukan ancaman. Justru ini merupakan suatu opportunity. Robotic surgery tidak replace surgeon. Robotic surgery mengakomodasi kemampuan surgeon. Yang utama tetap skill dari dokter bedahnya," ujar Dr. Ivan dalam acara diskusi media di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, secara global bedah robotik memang paling banyak dimanfaatkan pada operasi neurologi, ginekologi, serta bedah digestif. Namun, pemanfaatannya kini berkembang pesat pada berbagai bidang lain, mulai dari bedah tiroid, bedah jantung hingga bedah payudara.

Menurut Dr. Ivan, kehadiran teknologi robotik seperti Da Vinci Xi di RSU Bunda Jakarta, justru membuka peluang pemerataan kompetensi dokter bedah di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak dokter yang mampu melakukan operasi minimal invasif.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini. [Suara.com/Dini Afrianti]
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi sekaligus Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini. [Suara.com/Dini Afrianti]

Teknologi robotik memungkinkan proses pelatihan berlangsung lebih efektif karena mentor dan peserta pelatihan tidak harus berada di lokasi yang sama.

"Konsol-konsol itu bisa saling terhubung. Trainernya bisa berada di Jakarta, sementara yang sedang belajar bisa saja berada di Ambon. Jadi kunci utamanya bukan ancaman, tetapi bagaimana kita menghasilkan lebih banyak dokter yang kompeten dan mumpuni," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Subspesialis Urologi, Prof. dr. Ponco Birowo, Sp.U. Menurutnya, robot bedah tidak berbeda dengan alat yang membantu dokter bekerja lebih efisien, bukan mengambil alih keahlian mereka.

"Kalau ditanya ancaman, tentu tidak. Ibaratnya dokter itu biasanya jalan kaki, sekarang diberikan sepeda atau motor. Jadi dia bisa bekerja lebih cepat dan lebih efisien," ujar Prof. Ponco pada kesempatan yang sama.

baca juga

Ia menjelaskan bahwa robot tidak memiliki kemampuan mengambil keputusan medis secara mandiri. Seluruh tahapan operasi, mulai dari menentukan tindakan hingga mengendalikan setiap gerakan instrumen bedah, tetap berada di tangan dokter yang mengoperasikan sistem tersebut.

Hal ini selaras dengan pernyataan American College of Surgeons (ACS), yang menyebutkan bahwa robot bedah bukanlah sistem otonom. Robot tidak dapat beroperasi sendiri, melainkan menerjemahkan gerakan tangan dokter menjadi gerakan instrumen yang lebih stabil, presisi, dan memiliki jangkauan gerak lebih luas dibandingkan tangan manusia.

BPOM AS yakni Food and Drug Administration (FDA) juga sempat menyampaikan saat ini seluruh sistem bedah robotik yang disetujui penggunaannya tetap membutuhkan dokter bedah terlatih sebagai operator utama. Keputusan klinis maupun tindakan selama operasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab dokter, bukan mesin.

Selain meningkatkan presisi operasi, Prof. Ponco menilai berkembangnya layanan bedah robotik di Indonesia juga berpotensi mengurangi jumlah pasien yang memilih berobat ke luar negeri.

"Pasien Indonesia tidak perlu lagi keluar negeri hanya untuk mencari pengobatan robotik. Dalam waktu dekat ini jumlah pasien yang berobat ke luar negeri karena membutuhkan operasi robotik akan jauh berkurang karena tenaga ahlinya di Indonesia sudah semakin banyak," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Dorong Pengembangan Bedah Robotik Nasional, Dokter Ungkap Peluang Pembiayaan BPJS

Menkes Budi Dorong Pengembangan Bedah Robotik Nasional, Dokter Ungkap Peluang Pembiayaan BPJS

Health | Jum'at, 31 Juli 2026 | 11:05 WIB

Enam Dokter Muda Wafat Dalam 5 Bulan! Mayoritas Burnout Akibat Sistem Internship  yang Eksploitatif

Enam Dokter Muda Wafat Dalam 5 Bulan! Mayoritas Burnout Akibat Sistem Internship yang Eksploitatif

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:24 WIB

Guru Besar UI Soroti Krisis Senyap di Dunia Medis: Mengapa Dokter yang Sakit Tetap Bekerja?

Guru Besar UI Soroti Krisis Senyap di Dunia Medis: Mengapa Dokter yang Sakit Tetap Bekerja?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:42 WIB

Kasus Dokter Magang Tewas, Menkes Soroti Krisis Kejiwaan di Balik Pendidikan Medis

Kasus Dokter Magang Tewas, Menkes Soroti Krisis Kejiwaan di Balik Pendidikan Medis

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:02 WIB

Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami

Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:06 WIB

Terkini

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

×