alexametrics

Investor Khawatir Putusan The Fed, Nilai Rupiah Malah Menguat

M Nurhadi
Investor Khawatir Putusan The Fed, Nilai Rupiah Malah Menguat
Rupiah (Antara)

"Investor malah fokus pada kekhawatiran perlambatan global, kenaikan harga energi, dan imbal hasil treasury AS yang sangat lebih tinggi," ujar Ibrahim.

Suara.com - Nilai tukar rupiah atau kurs yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (1/10/2021) sore ditutup menguat seiring kekhawatiran pelaku pasar akan lambatnya proses pemulihan ekonomi global.

Pada hari ini, rupiah ditutup menguat 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp14.308 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.313 per dolar AS.

Disampaikan Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrrahim Assuaibi, dolar yang dipandang sebagai tempat berlindung yang aman pada saat tekanan pasar, telah menguat dalam beberapa hari terakhir meskipun ada perdebatan di Washington mengenai plafon utang AS yang mengancam akan menjerumuskan pemerintah ke dalam penutupan.

"Investor malah fokus pada kekhawatiran perlambatan global, kenaikan harga energi, dan imbal hasil treasury AS yang sangat lebih tinggi," ujar Ibrahim, dikutip dari Antara.

Baca Juga: Wow! Rupiah Dilaporkan Menguat di Tengah Melonjaknya Kasus COVID-19 dan Penerapan PPKM

Investor diklaim khawatir bank sentral AS The Fed akan mulai menarik dukungan kebijakan tepat saat pertumbuhan global melambat.

Selain itu, mereka juga saat ini masih mempertimbangkan dengan cermat petunjuk kapan pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia akan membalikkan dukungan darurat besar-besaran yang diluncurkan untuk memerangi pandemi tahun lalu.

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 pada Kamis (30/9/2021) bertambah 1.690 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,22 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 113 kasus sehingga totalnya mencapai 141.939 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 2.848 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,04 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 36.141 kasus.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah Pada Jumat Sore, Efek Rilis Data Ketenagakerjaan AS?

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 91,08 juta orang dan vaksin dosis kedua 51,11 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Komentar