Harga Minyak Dunia Melesat Berkat Kebijakan OPEC Plus

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 06 Oktober 2021 | 07:52 WIB
Harga Minyak Dunia Melesat Berkat Kebijakan OPEC Plus
OPEC.

Suara.com - Harga minyak dunia naik setelah OPEC Plus sepakat tetap pada peningkatan output ketimbang menaikannya lebih lanjut.

Faktor ini membuat harga minyak jenis WTI mencapai level tertinggi sejak 2014 dan Brent melesat ke posisi tertinggi tiga tahun.

Mengutip CNBC, Rabu (6/10/2021) minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, ditutup melambung USD1,31 atau 1,7 persen menjadi USD78,93 per barel. WTI melonjak lebih dari 2 persen hingga setingginya USD79,48 per barel, terbesar dalam hampir tujuh tahun.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melejit USD1,30, atau 1,6 persen menjadi USD82,56 per barel. Sebelumnya, Brent mencapai level tertinggi tiga tahun di USD83,13 per barel.

Kedua kontrak itu memperpanjang keuntungan yang dibuat pada sesi Senin, ketika masing-masing naik lebih dari 2%.

Senin, Organiasai Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan sekutunya, seperti Rusia, bisa disebut OPEC Plus, sepakat untuk mematuhi pakta Juli guna meningkatkan output sebesar 400.000 barel per hari setiap bulan hingga setidaknya April 2022, mengurangi pemotongan produksi hingga 5,8 juta barel per hari yang saat ini diimplementasikan.

"Pasar menyadari kita akan kekurangan pasokan untuk beberapa bulan ke depan dan OPEC tampaknya senang dengan situasi itu," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Harga minyak meroket lebih dari 50 persen tahun ini, menambah tekanan inflasi yang dikhawatirkan sejumlah negara konsumen minyak mentah, seperti Amerika Serikat dan India, akan menggagalkan pemulihan dari pandemi Covid-19.

Akhir bulan lalu, Joint Technical Committee OPEC Plus memperkirakan defisit pasokan 1,1 juta barel per hari tahun ini, yang bisa berubah menjadi surplus 1,4 juta barel per hari tahun depan.

baca juga

Meski ada tekanan untuk meningkatkan produksi, OPEC Plus khawatir gelombang keempat infeksi Covid-19 dapat menekan pemulihan permintaan.

Melonjaknya harga gas alam, yang dapat mendorong beberapa pembangkit listrik untuk beralih dari gas ke minyak, menandakan harga minyak mentah kemungkinan akan tetap didukung meski ada kemunduran jangka pendek, kata Gary Cunningham, Direktur Tradition Energy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OPEC+ Khawatir Gelombang Wabah COVID-19 Keempat, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

OPEC+ Khawatir Gelombang Wabah COVID-19 Keempat, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Bisnis | Rabu, 06 Oktober 2021 | 07:03 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Signifikan, Pasar Saham Asia Ambrol

Harga Minyak Dunia Naik Signifikan, Pasar Saham Asia Ambrol

Bisnis | Selasa, 05 Oktober 2021 | 11:35 WIB

Harga Minyak Dunia Sentuh 81 Dolar AS per Barel, Tertinggi Sejak 3 Tahun Terakhir

Harga Minyak Dunia Sentuh 81 Dolar AS per Barel, Tertinggi Sejak 3 Tahun Terakhir

Bisnis | Selasa, 05 Oktober 2021 | 07:47 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×