Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Setelah Sempat Anjlok 2 Persen

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 07:43 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Lagi Setelah Sempat Anjlok 2 Persen
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia naik pesat pada perdagangan Kamis, karena pasar menilai tidak mungkin Amerika Serikat akan merilis cadangan minyak mentah daruratnya atau melarang ekspor untuk mengurangi pasokan yang ketat.

Mengutip CNBC, Jumat (8/10/2021) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak 87 sen, atau 1,1 persen menjadi USD81,95 per barel.

Sementara itu patokan Amerika, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, melesat 87 sen, atau 1,1 persen menjadi USD78,30 per barel. Di awal sesi, harga kedua tolok ukur tersebut anjlok USD2 per barel.

Kementerian Energi Amerika mengatakan semua "alat selalu tersedia" untuk mengatasi kondisi pasokan energi yang ketat di pasar.

Kementerian itu membuat komentar tersebut di tengah pertanyaan tentang apakah pemerintahan Presiden Joe Biden sedang mempertimbangkan memanfaatkan Cadangan Minyak Strategis (SPR) atau berupaya melarang ekspor minyak untuk menurunkan biaya minyak mentah.

Sementara itu, penasihat keamanan nasional Biden mendesak pemasok energi untuk meningkatkan pasokan guna memenuhi permintaan, dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat prihatin dengan kegagalan mereka melakukannya.

Amerika Serikat kadang menggunakan cadangan strategisnya, biasanya setelah badai atau gangguan pasokan lainnya. Namun, sejak mengakhiri larangan 40 tahun ekspor minyak mentah pada 2015, Amerika menjadi eksportir yang signifikan, dan belum memulai pemotongan ekspor.

Awal pekan ini, Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya ( OPEC Plus) sepakat untuk menaikkan produksi secara bertahap, mengirimkan harga minyak mentah ke level tertinggi multi-tahun.

Pasar minyak terus meningkat karena ketatnya pasokan di seluruh dunia seiring pulihnya permintaan dari pandemi Covid-19 di pasar impor terbesar seperti China.

Produsen utama dan Badan Energi Internasional meyakini permintaan minyak mentah dapat meningkat dari 150.000 menjadi 500.000 barel per hari dalam beberapa bulan mendatang ketika pengguna gas alam beralih ke minyak karena harga gas yang tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen, Tinggalkan Level Tertingginya

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen, Tinggalkan Level Tertingginya

Bisnis | Kamis, 07 Oktober 2021 | 07:36 WIB

Harga Minyak Dunia Melesat Berkat Kebijakan OPEC Plus

Harga Minyak Dunia Melesat Berkat Kebijakan OPEC Plus

Bisnis | Rabu, 06 Oktober 2021 | 07:52 WIB

OPEC+ Khawatir Gelombang Wabah COVID-19 Keempat, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

OPEC+ Khawatir Gelombang Wabah COVID-19 Keempat, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Bisnis | Rabu, 06 Oktober 2021 | 07:03 WIB

Terkini

Bius Lagu Kicau Mania dan Nasib Buruh dalam Sangkar Outsourcing

Bius Lagu Kicau Mania dan Nasib Buruh dalam Sangkar Outsourcing

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 15:36 WIB

Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik

Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 15:27 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 15:02 WIB

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:27 WIB

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:21 WIB

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:14 WIB

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:05 WIB

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:01 WIB

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:57 WIB

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:53 WIB