alexametrics

Wabah COVID-19 Membaik, Kinerja Industri Pengolahan Dalam Negeri Malah Turun

M Nurhadi
Wabah COVID-19 Membaik, Kinerja Industri Pengolahan Dalam Negeri Malah Turun
Ilustrasi industri pengolahan (Antara)

Bank Indonesia menyebut, penurunan tersebut relatif tidak sedalam triwulan III 2020 yang mencapai 44,91 persen.

Suara.com - Kinerja sektor industri pengolahan dalam negeri terindikasi menurun pada triwulan ke-III, tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 48,75 persen, lebih rendah dari 51,45 persen pada triwulan II-2021.

Meski demikian, Bank Indonesia menyebut, penurunan tersebut relatif tidak sedalam triwulan III 2020 yang mencapai 44,91 persen.

"Penurunan PMI-BI tersebut sejalan dengan kegiatan sektor industri pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang sedikit terkontraksi di tengah kebijakan pembatasan mobilitas pada triwulan III 2021," kata Direktur Kepala Grup Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI)  Muhamad Nur dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (13//10/2021).

Lebih jauh, penurunan terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama penerimaan barang pesanan input, total karyawan, volume produksi, dan volume persediaan barang jadi yang berada dalam fase kontraksi.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Vaksin untuk Anak di India Tinggal Tunggu Izin WHO

Penurunan kinerja pada ,ayoritas responden di triwulan III 2021, dengan indeks terendah pada subsektor barang kayu dan hasil hutan lainnya, subsektor alat angkut, mesin dan peralatannya, serta subsektor pupuk, kimia dan barang dari karet.

Sementara itu pada triwulan IV 2021 BI memperkirakan kinerja sektor industri pengolahan meningkat dan berada dalam fase ekspansi dengan PMI sebesar 51,17 persen, lebih tinggi dari capaian pada triwulan sebelumnya.

"Peningkatan PMI-BI didorong oleh seluruh komponen pembentuknya, terutama volume produksi, volume pesanan, dan volume persediaan barang jadi, yang berada pada fase ekspansi," tutur Nur.

Sedangkan mayoritas subsektor diperkirakan meningkat, dengan indeks tertinggi pada subsektor kertas dan barang cetakan serta subsektor semen dan barang galian non-logam.

Baca Juga: Selamat! Kota Bogor Nol Kasus Covid-19

Komentar