alexametrics

Update Covid-19 Global: Vaksin untuk Anak di India Tinggal Tunggu Izin WHO

Risna Halidi | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Vaksin untuk Anak di India Tinggal Tunggu Izin WHO
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

India sebagai produsen pembuat vaksin terbesar di dunia merekomendasikan penggunaan darurat suntikan Covid-19 Bharat Biotech untuk anak di bawah usia 12 tahun.

Suara.com - Angka kasus Covid-19 di dunia pagi ini, Rabu (13/10), menunjukkan peningkatan sebanyak 370.320 kasus infeksi baru dan 6.442 kematian baru. 

Akibatnya, total akumulasi kasus positif sejak awal wabah terjadi tahun lalu telah mencapai 239,42 juta dengan 4,88 juta orang meninggal dunia akibat infeksi virus corona SARS Cov-2 tersebut, dikutip dari data situs worldometers.

Berbagai penelitian ilmiah di dunia terus dikembangkan untuk mengatasi penyakit infeksi tersebut dan mencegah kematian. Salah satunya pembuatan vaksin.

Terbaru, India sebagai produsen pembuat vaksin terbesar di dunia merekomendasikan penggunaan darurat suntikan Covid-19 Bharat Biotech untuk anak di bawah usia 12 tahun. 

Baca Juga: Sanksi Menanti bagi Camat yang Tak Mampu Capai Target Vaksinasi

Keputusan itu muncul ketika India mengalihkan fokusnya untuk memvaksinasi anak-anak, setelah meluncurkan lebih dari 950 juta dosis untuk orang dewasa di antara populasinya yang hampir 1,4 miliar.

Covaxin dari Bharat Biotech, yang menggunakan virus corona tidak aktif dengan penguat kekebalan, termasuk salah satu dari tiga jenis vaksin Covid-19 yang digunakan India untuk memvaksinasi orang dewasa.

Lebih dari 110 juta dosis Covaxin telah diberikan dan perusahaan masih menunggu izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan diharapkan bisa diberikan akhir bulan ini.

Tanpa persetujuan WHO, suntikan dua dosis vaksin Covid-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun itu tidak mungkin diterima di seluruh dunia.

Profesor di Christian Medical College, Vellore, Dr Gagandeep Kang, mengatakan vaksinasi Covid-19 penting bagi anak di bawah usia 12 tahun yang memiliki komorbid. 

Baca Juga: Unik, Otong Koil Ciptakan Ramuan Anti Covid-19 dari Bisikan Gaib

"Untuk anak-anak yang sehat, mengingat risiko rendah dan sirkulasi virus yang rendah saat ini, aman untuk menunggu sampai lebih banyak orang dewasa yang terlindungi," imbuh Kang, dikutip dari Channel News Asia.

Komentar