Ahli Sebut Virus Nipah Berpotensi Jadi Pandemi Dunia Berikutnya

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:30 WIB
Ahli Sebut Virus Nipah Berpotensi Jadi Pandemi Dunia Berikutnya
Ilustrasi virus Nipah (Pixabay).

Suara.com - Seorang pakar memperingatkan virus Nipah yang telah merenggut nyawa cukup banyak orang bisa menjadi salah satu ancaman pandemi dunia berikutnya.

Pembuat vaksin Astrazaneca, Profesor Dame Sarah Gilbert mengatakan sekarang ini tidak ada vaksin Covid-19 untuk melawan virus Nipah yang menyebabkan pembengkakan otak.

Jika virus Nipah ini berkembang pada tingkat yang lebih cepat, seperti virus corona Covid-19. Maka, virus Nipah ini bisa menjadi bencana baru bagi dunia.

"Sekarang, semua orang mestinya sudah menyadari bagaimana proses virus corona Covid-19 ini menyebar ke seluruh dunia. Virus ini telah bermutasi, berevolusi dan membentuk varian Delta yang sangat menular," kata Dame Sarah dikutip dari The Sun.

Fenomena itu harusnya menjadi pelajaran bahwa virus Nipah mungkin saja berevolusi menjadi virus yang sangat menular dengan tingkat kematian 50 persen.

Ilustrasi Virus Nipah, virus corona Covid-1 (Pixabay)
Ilustrasi Virus Nipah, virus corona Covid-19 (Pixabay)

Dame Sarah mengatakan timnya sedang berjuang untuk mengumpulkan dana untuk mengembangkan vaksin virus Nipah. Sebelum mulai mengerjakan vaksin AstraZeneca pada Januari 2020 lalu, Dame Sarah mengatakan bahwa dia telah mengerjakan vaksin untuk virus Nipah, demam Lassa, dan MERS.

Tetapi, semua pekerjaannya itu mundur akibat pandemi virus corona Covid-19. Pandemi ini juga membuat mereka belajar banyak hal untuk melakukan tindakan pencegahan lebih cepat, salah satunya kembali berusaha membuat vaksin untuk virus Nipah.

"Kami butuh stok vaksin untuk virus yang sudah ditemukan. Langkah ini untuk berjaga-jaga, bila virus Nipah menjadi wabah di seluruh dunia," katanya.

Virus Nipah sendiri masuk dalam dafatr terbatas dari 10 penyakit prioritas yang telah diidentifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai sumber potensial epidemi di masa depan.

baca juga

Para ilmuwan sebelumnya juga mengatakan bahwa virus Nipah berpotensi menjadi penyebab pandemi baru. Karena itu, potensi wabah virus Nipah ini harus dihentikan atau dikelola.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amankah Suntik Vaksin Flu dan Booster Vaksin Covid-19 Bersamaan?

Amankah Suntik Vaksin Flu dan Booster Vaksin Covid-19 Bersamaan?

Health | Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:11 WIB

Satgas Sebut Penanggulangan Pandemi COVID-19 Adalah Perjuangan Rakyat, Apa Maksudnya?

Satgas Sebut Penanggulangan Pandemi COVID-19 Adalah Perjuangan Rakyat, Apa Maksudnya?

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Peneliti Pakai Air Liur untuk Deteksi Infeksi Virus Corona Covid-19 pada Anak

Peneliti Pakai Air Liur untuk Deteksi Infeksi Virus Corona Covid-19 pada Anak

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Terkini

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

×