Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Langkah Optimistis Summarecon Bangun Township Langka di Kala Pandemi

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:00 WIB
Langkah Optimistis Summarecon Bangun Township Langka di Kala Pandemi
Marketing Gallery Summarecon Bogor.

Suara.com - Masih terlintas di benak Sharif Benyamin ketika salah seorang rekannya pesimistis dengan rencana pengembangan township terbaru dari PT Summarecon Agung Tbk di kawasan Bogor, beberapa tahun silam.

Menurut rekannya, hal yang mustahil untuk membangun sebuah kota di daerah pegunungan yang konsepnya untuk hunian, bukan sebagai tempat peristirahatan sementara.

Ingatan itu pun menjadi cerita pembuka saat Sharif Benyamin, Direktur PT Summarecon Agung Tbk memperkenalkan sebuah pengembangan kota mandiri Summarecon Bogor, September 2020.

Melalui pertemuan daring, Benyamin menjelaskan setidaknya pembangunan township keenam dari Summarecon yang sudah direncanakan sejak 2013 silam.

Seiring berjalannya waktu, cerita dari rekan Benyamin ternyata terbantahkan lewat hasil penjualan 590 unit produk hunian yang dipasarkan Summarecon Bogor tahun lalu.

Tak tanggung-tanggung, produk hunian tersebut dipasarkan dari harga Rp 1,3 – 6 miliar. Hasil penjualan itu pun sekaligus menjadi awal kesuksesan perkenalan Summarecon Bogor di pasar properti tanah air.

Fenomena penjualan itu menjadi buah bibir bagi pelaku bisnis properti dalam negeri. Sebab, Summarecon berhasil meluncurkan tiga produk cluster sekaligus di saat pandemi covid-19.

“Sudah diluncurkan saat pandemi, dan produknya langsung habis pula. Ini merupakan hal yang luar biasa di industri properti,” ujar CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, dalam acara Product Knowledge hunian terbaru dari Summarecon Bogor ditulis Rabu (20/10/2021).

Ali melihat banyak hal luar biasa dari Summarecon Bogor yang membuat peluncurannya sukses pada tahun lalu. Salah satunya adalah konsep pengembangan township yang berbeda karena berada di wilayah pegunungan.

baca juga

Menurutnya, tak banyak developer yang berani mengembangkan kawasan di wilayah pegunungan karena membutuhkan nilai investasi yang sangat besar, khususnya dalam segi konstruksi.

Berdasarkan paparan launching Summarecon Bogor dalam konferensi dengan media tahun lalu, Summarecon Bogor dibangun di atas lahan 500 hektare di wilayah Bogor yang lokasinya berada di ketinggian 300-500 meter di atas permukaan laut.

Kawasan ini pun hanya memiliki saleable hamper 40 persen (pada umumnya saleable kawasan di dataran rendah sekitar 60 persen).

Benyamin menjelaskan, Summarecon Bogor merupakan pengembangan berskala kota yang di dalamnya akan saling terintegrasi antara hunian, dengan fasilitas kota lainnya seperti tempat usaha, komersial, pendidikan, kesehatan, dan hiburan yang memungkinkan penghuni dapat melakukan beragam aktivitas didalamnya.

Tak hanya itu, penghuni juga akan menikmati pemandangan indah Gunung Salak, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Pancar setiap harinya dari dalam kawasan.

Menurut dia, tidak banyak developer yang berani membangun sebuah township di kawasan pengunungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Lanjutkan Kebijakan DP 0% Kendaraan Bermotor dan Properti Tahun Depan

BI Lanjutkan Kebijakan DP 0% Kendaraan Bermotor dan Properti Tahun Depan

Bisnis | Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:06 WIB

Summarecon Pasarkan Hunian Modern Minimalis Buat Konsumen Muda

Summarecon Pasarkan Hunian Modern Minimalis Buat Konsumen Muda

Bisnis | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:16 WIB

Modernland Percepat Pembangunan Rumah Precast di Jakarta Garden City

Modernland Percepat Pembangunan Rumah Precast di Jakarta Garden City

Bisnis | Kamis, 14 Oktober 2021 | 05:39 WIB

Terkini

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:24 WIB

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:18 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

×