Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Insight Dukung Gerakan Peduli Talasemia Melalui Produk Reksa Dana

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:17 WIB
Insight Dukung Gerakan Peduli Talasemia Melalui Produk Reksa Dana
Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia.

Suara.com - Talasemia merupakan kelainan darah yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua, dan membuat penderitanya mengalami anemia atau kurang darah. Keluhan yang dirasakan penderita Talasemia adalah cepat lelah, mudah mengantuk, hingga sesak nafas.

PT Insight Investments Management (INSIGHT) berkolaborasi dengan Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dan Yayasan Talasemia Indonesia (YTI), serta didukung penuh oleh organisasi profesi Perhimpunan Subspesialis Radiologi Anak Indonesia (PSRAI), telah menggelar “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia”, khususnya menyasar pada anak-anak penyandang Talasemia.

Pada hari pertama, penerima manfaat adalah 24 pasien anak dari Rumah Sakit Harapan Bunda, Rumah Sakit Hermina Jatinegara, dan RSUP Fatmawati, sedangkan pada hari kedua ada 26 pasien anak dari Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Hermina Kemayoran.

Melalui acara ini, para penyelengga berharap agar upaya deteksi bagi penyandang Talasemia dapat dilakukan sedini mungkin, untuk mencegah resiko kecacatan akibat komplikasi penyakit tersebut. Selain itu, diharapkan agar pengetahuan dan kesadaran masyarakat sejak dini terkait penyakit Talasemia juga meningkat.

“Insight Investments Management bersama dengan YIIM dan YTI menekankan sangat pentingnya dukungan keluarga (caregiver) dan akses layanan kesehatan bagi pasien untuk dapat hidup berdamai dengan penyakit Talasemia. Penyandang Talasemia memerlukan perawatan sejak dini dan terapi rutin agar dapat tetap memiliki kehidupan yang berkualitas dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Kepatuhan penyandang dalam mengkonsumsi obat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan,” ujar Suluh Tripambudi Rahardjo, Head of Investment Specialist, yang juga sekaligus sebagai koordinator Tim CSR PT Insight Investments Management ditulis Kamis (21/10/2021).

Penerima manfaat “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia” ini berjumlah 50 anak penyandang Talasemia berusia 2-17 tahun, yang dibagi dalam 2 hari pemeriksaan. Penerima manfaat yang merupakan para penyandang Talasemia Mayor pada anak akan mengikuti program pemeriksaan kesehatan dan dapat memiliki hasil pemeriksaan berupa ekspertise USG lutut terkini sebagai upaya pencegahan terhadap risiko kecacatan.

"INSIGHT juga mengucapkan terima kasih kepada para Investor yang telah berinvestasi melalui produk reksa dana Insight Money (I-Money) dan Insight Money Syariah (I-Money Syariah), karena secara tidak langsung Insight bersama para investor telah berkontribusi dalam mendorong berbagai aktivitas dan program untuk membangun Indonesia yang lebih sehat sejak dini,” tambah Direktur PT Insight Investments Management Ria Meristika Warganda.

Lebih lanjut, Ketua YIIM Chrisbiantoro berharap dengan adanya “Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia” ini, maka sosialisasi dan edukasi terkait Talasemia akan semakin gencar, sehingga masyarakat juga semakin paham dan sadar tentang Talasemia.

Indonesia termasuk negara dengan prevalensi Talasemia mencapai sekitar 3,8 persen dari seluruh populasi. Sementara itu, Bapak Ruswandi, Ketua Yayasan Talasemia Indonesia, mengharapkan agar selanjutnya kita tak lagi hanya mengedepankan pengobatan, namun harus memprioritaskan pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Talasemia, melalui edukasi dan kampanye pencegahan di lingkup sekolah.

Saat ini, terdapat lebih dari 10.531 pasien Talasemia yang ada di Indonesia, dan diperkirakan sekitar 2.500 bayi lahir dengan kondisi tersebut setiap tahunnya. Diketahui pula bahwa provinsi Jawa Barat adalah daerah dengan prevalensi Talasemia terbanyak se-Indonesia.

Maka, “INSIGHT akan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian kualitas hidup yang lebih baik melalui berbagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya menghadapi penyakit yang tergolong langka (rare disease), salah satunya adalah Talasemia,” tutup Suluh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syailendra Capital Luncurkan Aplikasi Produk Reksa Dana

Syailendra Capital Luncurkan Aplikasi Produk Reksa Dana

Bisnis | Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:06 WIB

Luncurkan TRIM Kapital Plus, Trimegah AM Incar Dana Kelolaan Rp 500 Miliar

Luncurkan TRIM Kapital Plus, Trimegah AM Incar Dana Kelolaan Rp 500 Miliar

Bisnis | Rabu, 29 September 2021 | 13:30 WIB

Baru Dua Tahun Eksis, Ajaib Sukses Gandeng 1.032.822 Investor Saham

Baru Dua Tahun Eksis, Ajaib Sukses Gandeng 1.032.822 Investor Saham

Bisnis | Kamis, 23 September 2021 | 09:52 WIB

Terkini

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB

Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik

Plastik Makin Mahal, Efeknya Bisa Bikin Harga Barang Ikut Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:09 WIB

Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor

Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:41 WIB

Pemerintah Mau Bangun Tol Gilimanuk-Mengwi, Butuh Duit Rp12,7 Triliun

Pemerintah Mau Bangun Tol Gilimanuk-Mengwi, Butuh Duit Rp12,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:38 WIB

Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%

Purbaya Tak Masalah Jika Gaji Menteri Dipotong, Perkirakan Sampai 25%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:35 WIB

IHSG Akhirnya Perkasa Naik 4 Persen, Ini Pemicunya

IHSG Akhirnya Perkasa Naik 4 Persen, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:15 WIB

Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu

Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:06 WIB

Kolaborasi Pemerintah & Industri Jadi Kunci Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global

Kolaborasi Pemerintah & Industri Jadi Kunci Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:48 WIB

Jumlah Turis Empat Kali Lipat dari Penduduk, Gubernur Koster Sebut Orang Bali Makin Terpinggirkan

Jumlah Turis Empat Kali Lipat dari Penduduk, Gubernur Koster Sebut Orang Bali Makin Terpinggirkan

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:36 WIB

Purbaya soal Marak Joki Coretax: Desain Agak Cacat, Sulit Dipakai Orang Biasa

Purbaya soal Marak Joki Coretax: Desain Agak Cacat, Sulit Dipakai Orang Biasa

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:23 WIB