Mentan: Pertanian Tak Bisa Lagi Pakai Cara Lama, Harus Dengan Teknologi Modern

Fabiola Febrinastri

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:04 WIB
Mentan: Pertanian Tak Bisa Lagi Pakai Cara Lama, Harus Dengan Teknologi Modern
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok: Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penggunaan teknologi dapat mengoptimalkan kinerja pertanian, termasuk pertanian di lahan kering. Pertanian tak lagi bisa memakai cara-cara lama.

“Kita tidak bisa bertahan dengan cara-cara kemarin, harus dengan cara modern, untuk itu hari ini saya lakukan uji coba, dan teknologi terbukti mampu memberi efektifitas dan efisiensi yang luar biasa, aktivitas pertanian menjadi lebih terukur,” ujarnya saat uji coba Inovasi Teknologi Mekanisasi Pertanian Modern Untuk Lahan Kering di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP - Mektan) - Tangerang, Banten.

SYL menambahkan, inovasi dan penggunaan teknologi memberi peluang petani untuk mengembangkan usaha taninya dengan hasil yang maksimal. Ia berharap, inovasi dan teknologi di bidang pertanian dapat diadopsi dan dikembangkan secara massal hingga skala industri.

“Tidak hanya tantangan iklim yang semakin ekstrem, mekanisasi juga mampu menjawab tantangan kurangnya sumber daya manusia di pertanian. Dengan mekanisasi, maka aktivitas bertani semakin cepat dan produktifitas petani menjadi lebih terjamin, mekanisasi mampu menekan losses (kehilangan hasil panen) dari yang tadinya 13 % bisa menjadi 3 % atau 5 %” ungkap SYL.

Beberapa teknologi mekanisasi pertanian yang diuji coba pada kegiatan tersebut adalah drone tanam tipe larik, alat penanam ubi kayu dan alat tanam kentang, serta teknologi lainnya yang mendukung.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry mengatakan, teknologi yang diluncurkan sangat cocok, terutama untuk lahan hamparan luas dengan SDM sangat terbatas.

“Drone Tanam Model Larik misalnya, dapat bekerja mandiri sesuai pola tanam menggunakan perangkat android dan dipandu GPS. Selain itu, drone menggunakan mesin yang memiliki kapasitas angkut benih padi sebesar 6-10 kilogram, beroperasi pada ketinggian 1-2 meter, kecepatan kerja 4 kilometer/jam, dan mampu menanam benih seluas 1 hektare dalam waktu 1 jam,” papar Fadjry.

Ia menjelaskan, drone tanam tipe larik ini berfungsi untuk menebar benih padi dengan jarak antar baris 25 centimeter dan mampu bekerja mandiri sesuai pola yang diinginkan. Pola tanam dibuat menggunakan perangkat Android dan dipandu dengan GPS, serta mampu melakukan resume operation, sehingga operasi yang tertunda dapat dilanjutkan kembali dan tidak terjadi overlap.

Fadjry menambahkan, ada alat penanam benih kentang yang mampu menanan benih seluas 1 hektare dalam waktu 5 jam. Alat ini memiliki 2 baris jalur penanam dengan jarak tanam 60 centimeter dan jarak dalam baris 30 centimeter .

baca juga

“Alat ini ditarik dengan traktor roda empat dengan minimal daya 40 HP yang dilengkapi pula dengan penebar pupuk,” jelas Fadjry.

Sebagai informasi, pada kegiatan tersebut, SYL juga berkesempatan melakukan
peninjauan kawasan percontohan pertanian lahan kering. Kawasan pertanian terintegrasi yang menerapkan kaidah-kaidah pertanian modern dalam pengelolaannya. Komoditi yang dibudidayakan adalah komoditas tanaman pangan (jagung, padi), komoditas tanaman hortikultura (sedap malam, melon, cabe dan sayuran lain).

Teknologi yang diterapkan pada kawasan ini mulai dari pengolahan tanah (traktor), tanam (alat tanam pneumatik), smart irigasi dan Smart Green House. Di dalam kawasan pertanian modern ini juga tersedia embung sebagai sumber air dan untuk uji lapang pompa irigasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Semangati Widyaiswara, Dosen dan Penyuluh Untuk Cetak SDM Pertanian Unggul

Mentan Semangati Widyaiswara, Dosen dan Penyuluh Untuk Cetak SDM Pertanian Unggul

Bisnis | Rabu, 20 Oktober 2021 | 19:36 WIB

Embung Membuat Petani di Bojonegoro Mampu Kembangkan Pertanian

Embung Membuat Petani di Bojonegoro Mampu Kembangkan Pertanian

Bisnis | Senin, 18 Oktober 2021 | 19:15 WIB

Pembentukan Bappanas Tak Efektif, Pemerhati Pangan: Akan Terjadi Tumpang Tindih Kewenangan

Pembentukan Bappanas Tak Efektif, Pemerhati Pangan: Akan Terjadi Tumpang Tindih Kewenangan

Bisnis | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:13 WIB

Faisal Basri:  Badan Pangan Nasional hanya Replika BKP Kementan

Faisal Basri: Badan Pangan Nasional hanya Replika BKP Kementan

Bisnis | Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:07 WIB

Produksi Padi 3 Bulan ke Depan Naik 5,8% Dibanding Tahun Lalu

Produksi Padi 3 Bulan ke Depan Naik 5,8% Dibanding Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:31 WIB

Survei Bank Indonesia: Sektor Pertanian Meningkat di Saat Sektor Lainya Menurun

Survei Bank Indonesia: Sektor Pertanian Meningkat di Saat Sektor Lainya Menurun

Bisnis | Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:31 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×