Harga Emas Dunia Meroket Setelah Imbal Hasil Obligasi AS Melemah

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:51 WIB
Harga Emas Dunia Meroket Setelah Imbal Hasil Obligasi AS Melemah
Ilustrasi emas.

Suara.com - Harga emas dunia melonjak sekitar 1 persen pada perdagangan Senin, karena pelemahan imbal hasil US Treasury dan berlanjutnya kekhawatiran tentang inflasi mengangkat aset safe-haven itu menjelang pertemuan bank sentral utama pekan ini.

Mengutip CNBC, Selasa (26/10/2021) harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi USD1.805,90 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup menguat 0,6 persen menjadi USD1.806,80 per ounce.

"Alasan utama untuk reli ini adalah imbal hasil sedikit mundur tetapi harga masih berada dalam kisaran terbatas," kata Daniel Pavilonis, analis RJO Futures.

"Kita memiliki banyak hal yang akan terjadi pekan ini dalam hal laporan keuangan dan data ekonomi. Mungkin ada situasi di mana inflasi akan berdampak pada laba perusahaan dan Federal Reserve menyadari hal itu dan dengan demikian akan dipaksa untuk melakukan tapering," tambahnya.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun ke sesi terendah 1,6200 persen mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Emas jatuh dari tertinggi September, Jumat, setelah Chairman The Fed, Jerome Powell, menegaskan kembali pandangannya bahwa inflasi yang tinggi kemungkinan akan mereda tahun depan dan mengatakan bank sentral harus mulai mengurangi pembelian asetnya segera.

"Komentar Powell baru-baru ini mungkin telah memperkuat kekhawatiran tentang inflasi yang bertahan lebih lama, yang tampaknya semakin mengikis dukungan untuk kelompok yang selama ini menyebutnya hanya sementara, dan memicu tawaran yang lebih kuat untuk emas sebagai lindung nilai inflasi," kata Han Tan, Kepala Analis Exinity.

Kini, fokus investor beralih ke pertemuan Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa yang dijadwalkan Kamis, sedangkan pertemuan The Fed berikutnya pada 2-3 November.

Kendati emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatkan opportunity cost memegang emas.

baca juga

Di tempat lainnya, perak naik 0,7 persen menjadi USD24,48 per ounce. Platinum melesat 1,5 persen menjadi USD1.056,61 per ounce. Paladium melejit 1,3 persen menjadi USD2.048,77 per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Naik Jadi Rp 929.000 per Gram

Harga Emas Antam Awal Pekan Ini Naik Jadi Rp 929.000 per Gram

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 09:30 WIB

Harga Emas Dunia Naik, Menguat ke Level Tertingginya

Harga Emas Dunia Naik, Menguat ke Level Tertingginya

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 09:14 WIB

Harga Emas Antam Jelang Akhir Pekan Naik Jadi Rp 925.000 per Gram

Harga Emas Antam Jelang Akhir Pekan Naik Jadi Rp 925.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 10:57 WIB

Terkini

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Anggaran KKP 2027 Rp16,65 T Disorot, DPR Tekankan Pengawasan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:55 WIB

Dipantau Aja, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.598.000/Gram

Dipantau Aja, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.598.000/Gram

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:54 WIB

Kuota Produksi Vale Dipangkas, Bahlil: Mereka Buat Laporan Sembarangan!

Kuota Produksi Vale Dipangkas, Bahlil: Mereka Buat Laporan Sembarangan!

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:49 WIB

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:42 WIB

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 08:36 WIB

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:35 WIB

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 08:22 WIB

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:21 WIB

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:20 WIB

×