Mantan Menteri BUMN Sebut Kunci Selamat Garuda Indonesia Dipegang Pertamina

M Nurhadi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:44 WIB
Mantan Menteri BUMN Sebut Kunci Selamat Garuda Indonesia Dipegang Pertamina
Garuda Indonesia

Suara.com - Mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan turut menyoroti upaya pemerintah 'menyelamatkan' Garuda Indonesia dari jerat pailit. Meski kini Garuda Indonesia masih terjerat utang besar dengan lessor, Dahlan justru menyebut nasib Garuda ada di tangan Pertamina.

"Nyawa Garuda Indonesia sebenarnya ada di tangan Pertamina. Bukan di perusahaan penyewa pesawat di Amerika atau Eropa," kata Dahlan Iskan.

Mengutip dari Warta Ekonomi --jaringan Suara.com, menurut Dahlan Garuda Indonesia akan baik-baik saja selama Pertamina memberi maskapai plat merah itu bahan bakar. Padahal, Garuda juga berutang bahan bakar pada Pertamina hingga Rp12 triliun.

"Misalkan besok pagi Pertamina ambil keputusan: tidak mau lagi kirim bahan bakar ke Garuda. Langsung, semua pesawat Garuda tidak bisa terbang," ujar Dahlan.

Ia lantas mencoba menebak strategi Pertamina yang tetap memberi dukungan bahan bakar ke Garuda Indonesia meski sulit direalisasi. Ia lantas menghubungkan piutang senilai Rp12 triliun itu dengan kerugian Pertamina. Sementara, tahun 2021, Pertamina sudah membukukan laba senilai Rp13 triliun. 

"Tapi, apakah berarti Pertamina punya uang Rp13 triliun? Tidak. Dari laba Rp13 triliun itu yang Rp12 triliun masih nyangkut di Garuda," kata Dahlan.

Wartawan senior Dahlan Iskan [ANTARA]
Wartawan senior Dahlan Iskan [ANTARA]

Bila utang tersebut dibayarkan, maka Pertamina punya laba dari Garuda Indonesia sehingga Pertamina juga harus membayar pajak penghasilannya.

Ia lantas menjelaskan, , jika besaran pajak itu 30%, Pertamina harus membayar pajak laba yang masih nyangkut sekitar Rp3 triliun.

"Betapa ruginya Pertamina di transaksinya dengan Garuda itu. Atau Pertamina menjual bahan bakar ke Garuda dengan harga lebih mahal, memasukkan risiko ke dalam harga?" tanya Dahlan.

baca juga

"Tentu hanya Pertamina dan Garuda yang tahu. Tapi mengapa Pertamina terus mengirim bahan bakar ke Garuda? Dugaan saya, ada perintah dari pemegang saham, pemerintah," ujarnya lagi.

Dahlan mengatakan, seandainya Garuda Indonesia pailit sehingga tidak bisa membayar utang maka Pertamina mungkin bisa menggunakan dokumen perintah tersebut untuk menagih langsung ke pemerintah.

Dengan demikian, tentu Pertamina tidak harus menerima uang kontan. Namun bisa dengan menerima dividen yang berarti Pertamina dianggap sudah setor dividen senilai piutang yang ada dokumennya itu.

Hal ini pulalah yang semakin menguatkan Pelita Air sebagai pengganti Garuda Indonesia. Alasannya karena Pelita Air merupakan entitas anak perusahaan Pertamina.

Berdasarkan sumber terkait, Pertamina justru semakin diuntungkan jika mengirim bahan bakar pada Pelita Air karena piutang itu dapat diputuskan langsung di RUPS sebagai tambahan modal. Hal serupa tidak bisa dilakukan Garuda.

"Dengan mengubah Pelita menjadi 'Garuda Baru' persoalan manajemen lebih mudah. Tidak punya beban masa lalu. Saat ini Pelita masih sangat langsing. Bisa cari pesawat yang lebih murah, Bisa cari tenaga yang lebih selektif. Asal penyakit lama Garuda tidak terulang di Pelita," kata dia.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keuangan Sudah Berdarah, Garuda Indonesia Terancam Ditutup

Keuangan Sudah Berdarah, Garuda Indonesia Terancam Ditutup

Bali | Senin, 25 Oktober 2021 | 17:07 WIB

Garuda Terancam Tutup, Langkah yang Susah Dicegah, Keuangan Bberdarah-darah

Garuda Terancam Tutup, Langkah yang Susah Dicegah, Keuangan Bberdarah-darah

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 16:07 WIB

Garuda Indonesia Bakal Diganti Pelita Air, Ini Kata Jubir Erick Thohir

Garuda Indonesia Bakal Diganti Pelita Air, Ini Kata Jubir Erick Thohir

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 13:38 WIB

Kementerian BUMN Ogah Beri Suntikan Modal ke Garuda indonesia: Bisnisnya Ugal-ugalan

Kementerian BUMN Ogah Beri Suntikan Modal ke Garuda indonesia: Bisnisnya Ugal-ugalan

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 12:48 WIB

Garuda Indonesia Ternyata Terjebak di Bisnis yang Salah, Erick Thohir Beri Peringatan

Garuda Indonesia Ternyata Terjebak di Bisnis yang Salah, Erick Thohir Beri Peringatan

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 11:23 WIB

Sudah "Berdarah-darah", Nasib Garuda di Ujung Tanduk, Terancam Ditutup

Sudah "Berdarah-darah", Nasib Garuda di Ujung Tanduk, Terancam Ditutup

Bekaci | Senin, 25 Oktober 2021 | 07:42 WIB

Terkini

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, Sudaryono Akui BGN Sempat Drop

Kasus Keracunan MBG Kembali Muncul, Sudaryono Akui BGN Sempat Drop

News | Jum'at, 04 September 2026 | 08:00 WIB

300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

300 Massa Aksi Ditangkap, SETAPOL Ungkap Kekerasan Aparat: Kondisinya Sangat Miris!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:55 WIB

The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang

The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 07:50 WIB

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

Ultimatum Kapolda DIY! Mahasiswa Tuntut Minta Maaf Soal Framing Video 'Cairan Merica'

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

Bukan Sekadar Bencana Asap, Komnas HAM Soroti Hak 3 Juta Warga Terdampak Karhutla

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:45 WIB

256 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Bertumbangan Usai Santap MBG

256 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang Bertumbangan Usai Santap MBG

Lampung | Jum'at, 04 September 2026 | 07:43 WIB

TNI AL Dalami Kasus Prajurit Jadi Ajudan Arya Wedakarna di Acara Komunitas LGBT

TNI AL Dalami Kasus Prajurit Jadi Ajudan Arya Wedakarna di Acara Komunitas LGBT

Bali | Jum'at, 04 September 2026 | 07:41 WIB

5 Zodiak yang Diprediksi Beruntung dan Jalani Hari Baik 4 September 2026

5 Zodiak yang Diprediksi Beruntung dan Jalani Hari Baik 4 September 2026

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 07:38 WIB

Eks Wakil Menteri Ditangkap Terkait Korupsi Migas, Uang Rp 96,9 Miliar Disita

Eks Wakil Menteri Ditangkap Terkait Korupsi Migas, Uang Rp 96,9 Miliar Disita

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:37 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, BGN: 80-90 Persen karena Tak Taat SOP

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, BGN: 80-90 Persen karena Tak Taat SOP

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:34 WIB

×