Nyawa Garuda Indonesia Ada di Tangan Pertamina

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 27 Oktober 2021 | 05:18 WIB
Nyawa Garuda Indonesia Ada di Tangan Pertamina
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Garuda Indonesia yang memiliki utang menumpuk hingga Rp 70 triliun menimbulkan tanda tanya besar akan nasibnya yang kini sudah berada di ujung tanduk.

Upaya penyelematan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pun terus digembar-gemborkan, mulai dari restrukturasi hingga perbaikan kinerja operasional penerbangan. Sinyal positif industri penerbangan nasional yang berangsur pulih pun ikut menjadi pegangan Garuda Indonesia untuk bisa bertahan.

"Kami optimistis dengan sinyal positif outlook industri penerbangan nasional di tengah situasi pandemi yang mulai terkendali serta dibukanya sektor pariwisata unggulan Indonesia, menjadi momentum penting dalam langkah langkah perbaikan kinerja yang saat ini hingga ke depannya akan terus kami optimalkan," imbuh manajemen Garuda pada Kamis, 21 Oktober 2021 lalu.

Meski begitu, Garuda Indonesia tak bisa menutup mata bahwa tak sedikit permasalahan yang membelit maskapai BUMN itu, termasuk di antaranya wacana penutupan Garuda Indonesia dan digantikan oleh maskapai Pelita Air.

Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, tak mengiyakan namun juga tak menampik adanya kabar tersebut. Ia berdalih, negosiasi dengan para lessor dan pihak-pihak yang memiliki piutang adalah fokus utama untuk menyelamatkan Garuda Indonesia.

"Soal opsi mengenai Pelita itu nanti lah ya. Yang utama sebenarnya adalah kita sekarang berusaha, terus berjuang untuk bisa bernegosiasi dengan para lessor, pihak-pihak yang memiliki piutang dengan Garuda," tegasnya kepada wartawan, Senin, 25 Oktober 2021.

Lain Arya, lain pula Dahlan Iskan. Mantan menteri BUMN itu mengatakan, nyawa Garuda bukan berada di tangan para lessor, perusahaan yang menyewakan pesawat kepada Garuda, "Nyawa Garuda Indonesia sebenarnya ada di tangan Pertamina. Bukan di perusahaan penyewa pesawat di Amerika atau Eropa."

Mengapa Pertamina? Melansir dari disway.id, Dahlan menuliskan bahwa Garuda Indonesia selama ini masih akan baik-baik saja sepanjang Pertamina memberinya bahan bakar. Padahal, nilai bahan bakar yang belum dibayar Garuda kepada Pertamina nilainya mencapai Rp12 triliun.

"Misalkan besok pagi Pertamina ambil keputusan: tidak mau lagi kirim bahan bakar ke Garuda. Langsung, semua pesawat Garuda tidak bisa terbang," tegas Dahlan dilansir pada Selasa, 26 Oktober 2021.

Dalam tulisannya, Dahlan mencoba memahami jalan pikiran Pertamina yang tetap mengirim bahan bakar ke Garuda meski menurut Dahlan itu suatu hal yang tidak mungkin dan tidak masuk akal.

Dahlan kemudian menulis, di dalam neraca keuangan, piutang senilai Rp12 triliun itu masuk ke dalam laba dan Pertamina mengalami kerugian pada tahun lalu. Sementara tahun ini, Pertamina membukukan laba senilai Rp13 triliun.

"Tapi, apakah berarti Pertamina punya uang Rp13 triliun? Tidak. Dari laba Rp13 triliun itu yang Rp12 triliun masih nyangkut di Garuda," kata Dahlan.

Bila Rp12 triliun itu terwujud di dalam laba Pertamina, berarti pertamina juga harus membayar pajak penghasilannya. Dahlan berandai, jika besaran pajak itu 30%, Pertamina harus membayar pajak laba yang masih nyangkut sekitar Rp3 triliun.

"Betapa ruginya Pertamina di transaksinya dengan Garuda itu. Atau Pertamina menjual bahan bakar ke Garuda dengan harga lebih mahal, memasukkan risiko ke dalam harga?" tanya Dahlan.

"Tentu hanya Pertamina dan Garuda yang tahu. Tapi mengapa Pertamina terus mengirim bahan bakar ke Garuda? Dugaan saya, ada perintah dari pemegang saham, pemerintah," katanya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Disebut Pegang Kunci Penyelamat Garuda Indonesia dari Belenggu Pailit

Pertamina Disebut Pegang Kunci Penyelamat Garuda Indonesia dari Belenggu Pailit

Kaltim | Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:56 WIB

Mantan Menteri BUMN Sebut Kunci Selamat Garuda Indonesia Dipegang Pertamina

Mantan Menteri BUMN Sebut Kunci Selamat Garuda Indonesia Dipegang Pertamina

Bisnis | Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:44 WIB

Keuangan Sudah Berdarah, Garuda Indonesia Terancam Ditutup

Keuangan Sudah Berdarah, Garuda Indonesia Terancam Ditutup

Bali | Senin, 25 Oktober 2021 | 17:07 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:50 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Menkeu Purbaya Bantah Indonesia Terancam Resesi: Di Semua Tempat Pada Belanja!

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Prabowo Bertemu Ray Dalio, Bahas Proyek Energi hingga Danantara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:43 WIB

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:33 WIB

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Kapal Pertamina Terjebak di Tengah Perang Iran, Ini Nasib Pasokan BBM Indonesia

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:59 WIB

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan ke Wilayah Kepulauan Pasca Idul Fitri

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:54 WIB

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Menteri Bahlil Pilih Berhati-hati Soal Pajak Ekspor Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:21 WIB

THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan

THR ASN Belum Cair Semua, Purbaya: Kementerian dan Lembaga Lambat Mengajukan

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 19:01 WIB

Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian

Gejolak Global Meningkat, Perbankan Nasional Perkuat Prinsip Kehati-hatian

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:50 WIB

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Ketahanan Energi RI Diuji, Naikkan BBM atau Tambah Subsidi?

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:36 WIB