Cerita Henrico Timbara Putra Buka Toko Vape Selama PPKM

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 01 November 2021 | 09:43 WIB
Cerita Henrico Timbara Putra Buka Toko Vape Selama PPKM
Vape Relx.

Suara.com - Pada awalnya Henrico Timbara Putra (41) tidak yakin akan membuka toko vape selama PPKM. Namun karena kekuatan brand, dengan hanya menggunakan media sosial, influencer dan siaran WA, para penggemarnya terus berdatangan untuk membeli.

Dari 2 toko yang dikelolanya, ayah satu anak tersebut mendapatkan yang lumayan setiap bulannya. Keuntungan perbulan dari masing-masing toko sangat menggiurkan.

Kini, mantan karyawan di perusahaan Printing Industry, Snapy Printing tersebut memiliki penghasilan tambahan. Henrico mengaku, pada awalnya memulai usaha tanpa harapan, tetapi saat ini pendapatan tersebut tidak hanya dapat menutupi pengeluaran dan tagihannya, tetapi juga mendapatkan kesempatan baik yang sebelumnya tidak dapat ia berikan kepada keluarganya.

Adapun alasan untuk membuka toko RELX, Henrico memulainya dengan memiliki toko online. Dia memutuskan untuk membuka toko, karena dia melihat penjualan dari online tinggi dan permintaan juga terus tinggi. Apalagi saat ini membuka toko online juga sangat mudah. Semua tutorial disediakan dan lengkap. Bahkan ada tutorial tentang cara memasang furnitur.

Henrico hanya perlu memberikan kepada kontraktor. Para Karyawan juga mendapatkan pelatihan secara lengkap sampai mereka mengerti. Saat ini Henrico hanya perlu duduk dan bersantai untuk menikmati hasilnya. Henrico menegaskan, dengan membuka toko online sangat mudah karena tidak perlu melakukan terlalu banyak pekerjaan.

"Tetapi saya bisa mengendalikan semuanya dengan sistem yang disediakan," paparnya, ditulis Senin (1/11/2021).

Henrico berbagi pengalaman bahwa sebelumnya adalah pengguna pod aktif, dan dulu masih sulit mencaari POD yang ada di Medan, Sumatera Utara. Kala itu ia juga menjajal semua brand pod yang ada. Jika pun ada maka terkadang stok-nya tidak stabil. Ia pun berkeliling untuk mencari vape store, mencari pod yang closed-system (sekali pakai buang) sangat sulit.

"Kadang ada kadang gak. Karena kita pengguna rutin sampai harus stop rokok konvensional ya kalau kehabisan stock mau gak mau harus belanja online, dan kesel-nya kalau stok habis tiba-tiba terus pesen online pasti harus nunggu 3-5 hari. disitu lah awal-nya kayanya cocok buka sendiri di kota Medan yang khusus fokus POD closed-system biar gak susah kalau habis stok," jelasnya.

"Kalau cerita 2-3 tahun lalu mungkin pengguna pod masi bisa dihitung pakai jari di Medan. Dan kultur rokok konvensional kita masih kuat. Jadi masih kurang awam pengguna POD ini. Kalau sekarang orang mulai banyak yang beralih, kesadaran kesehatan mulai meningkat, asap dan bau rokok juga uda gak nyaman. Jadi banyak perokok yang mencari tau sendiri POD itu apa. Dan wajib pembeli adalah orang yang ingin mencari alternatif pengganti rokok sebelumnya. Kalau sebelumnya memang bukan perokok atau vape ya kita larang jangan coba karena ini memang dikhususkan buat dewasa. Jadi kalau cerita sekarang bisa di bilang gak ada kendala. Demandnya tetap ada bahkan setiap hari terus meningkat. Yang penting kuncinya satu aja, jangan pernah putus stok semua varian rasa," paparnya.

Henrico menyarankan bagi pemula untuk tidak ragu membuka toko RELX. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membuka karena merk RELX sangat cepat berkembang. Ditambah lagi dengan penguatan brand maka akan membantu penjualan juga.

"Jadi jangan khawatir dan dapatkan toko Anda secepatnya," tandasnya.

Terpisah, Viktor Wilson (30) mengaku mendapatkan jumlah yang sangt besar di setiap bulan dari bisnis toko RELX. Pendapatan yang fantastis tersebut karena toko RELX milik Viktor berada di kawasan bisnis dan komunitas sepeda. Tidak heran, lajang yang pernah bekerja di bank ini mengaku sejak menekuni toko RELX, ia telah memiliki kehidupan yang lebih baik dalam hal pendapatan dan peluang bisnis.

"Ke depan saya segera membuka beberapa toko lagi. Karena RELX merupakan peluang bisnis yang baik. Apalagi brand-nya sangat mendukung dan memperhatikan partner bisnis," paparnya.

Viktor mengungkapkan, pilihan membuka toko RELX karena sebelumnya telah mempunyai toko vape sehingga vape adalah spesialisasinya. Setelah membuka toko RELX bberbagai pengalamanpun telah didapatnya.

Karena setelah menjalankan RELX store dan online, Viktor memiliki waktu yang sangat fleksibel dan memiliki waktu untuk hal-hal tentang pengembangan pribadi dan bisnis yang sebelumnya tidak bisa ia lakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dianggap Lebih Aman, 100 Ilmuwan Desak WHO soal Penggunaan Rokok Elektrik

Dianggap Lebih Aman, 100 Ilmuwan Desak WHO soal Penggunaan Rokok Elektrik

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 14:20 WIB

Studi: Mencoba Berhenti Merokok dengan Beralih ke Rokok Elektrik Tidak Selalu Berhasil

Studi: Mencoba Berhenti Merokok dengan Beralih ke Rokok Elektrik Tidak Selalu Berhasil

Health | Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:24 WIB

Diam-diam Beli Vape Pakai Uang Jajan, Paru-paru Remaja Ini Rusak dalam Waktu 7 Bulan

Diam-diam Beli Vape Pakai Uang Jajan, Paru-paru Remaja Ini Rusak dalam Waktu 7 Bulan

News | Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:50 WIB

Terkini

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 13:36 WIB

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Motor Ekonomi Baru, Kampung Nelayan Bisa Produksi hingga 2,15 Juta Ton Ikan per Tahun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:42 WIB

Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam

Harga CPO Melonjak, Harga Kakao Anjlok Tajam

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 12:17 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

BPJS Ketenagakerjaan Ajak Pekerja Manfaatkan Keringanan Iuran 50 Persen JKK dan JKM

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:52 WIB

Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG

Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:42 WIB

Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS

Trump akan Lanjutkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 100 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:27 WIB

Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?

Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Regulasi Alokasi APBD Jadi Penyebab?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Harga Tembaga dan Emas Terkoreksi, Tekan Kinerja Ekspor Tambang Awal April 2026

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 10:07 WIB

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Pasar Semen Lesu, Laba Indocement Justru Melompat 12 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:29 WIB