facebook

Kinerja Hero Supermarket Sulit Bangkit Meski Sudah Korbankan Giant

M Nurhadi
Kinerja Hero Supermarket Sulit Bangkit Meski Sudah Korbankan Giant
Ilustrasi Supermarket Hero

HinggaSeptermber 2021, Hero Supermarket merugi hingga 120,18% dari Rp339,46 miliar per September 2020 menjadi Rp747,43 miliar per September 2021.

Suara.com - Wabah COVID-19 membuat gerai Giant tutup permanen pada akhir Juli 2021, dan manajemen fokus pada bisnis PT Hero Supermarket Tbk (HERO) meski kenyataan tak sesuai rencana.

HinggaSeptermber 2021, Hero Supermarket merugi hingga 120,18% dari Rp339,46 miliar per September 2020 menjadi Rp747,43 miliar per September 2021.

Bersama dengan itu, manajemen menyebut, ero Supermarket juga mencatatkan biaya non-recurring sebesar Rp456 miliar yang timbul akibat restrukturasi bisnis Giant.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bersih Hero Supermarket terpangkas 35,13% dari Rp6,86 triliun pada Q320 menjadi Rp4,45 triliun pada Q321.

Baca Juga: Anti Kalah, 3 Hero Terbaik Mobile Legends Siap Melawan Beatrix

Pendapatan Hero Supermarket juga menurun dari Rp7,64 triliun pada September 2020 menjadi Rp4,96 triliun pada September 2021. 

Hal sama terjadi pada pendapatan konsinyasi yang terpangkas dari sebelumnya Rp636,48 miliar menjadi Rp476,23 miliar. Namun, Hero Supermarket membukukan pendapatan restoran sebesar Rp63,44 miliar pada Q321, di mana tahun sebelumnya tercatat nihil.

Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall menjelaskan, bisnis perusahaan masih terdampak oleh pembatasan operasional perdagangan pada kuartal ketiga tahun ini, khususnya untuk penjualan like-for-like IKEA

Pada kuartal ketiga, IKEA Indonesia membuka gerai keempatnya di Jakarta Garden City. Pembukaan gerai tersebut membuat IKEA memiliki lebih banyak gerai. 

Pembatasan aktivitas masyarakat memberi dampak luar biasa pada kinerja Guardian Health & Beauty. Selain itu, restrukturasi Giant Indonesia juga merubah skema bisnis mereka.

Baca Juga: Terungkap! Ini Identitas Super Hero Naik Skuter di Candi Borobudur

"Namun, kinerja penjualan underlying Hero Supermarket pada kuartal ketiga terus terdampak oleh peningkatan. Pembatasan sosial yang diberlakukan Pemerintah, yang secara khusus mempengaruhi jumlah kunjungan pelanggan di pusat perbelanjaan atau mal," pungka Patrik Lindvall.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar