alexametrics

Indonesia Bakal Diguyur Investasi Rp 637,7 Triliun dari UEA

Agung Sandy Lesmana | Achmad Fauzi
Indonesia Bakal Diguyur Investasi Rp 637,7 Triliun dari UEA
Indonesia Bakal Diguyur Investasi Rp 637,7 Triliun dari UEA. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

Bahlil mengukapkan, UEA bahkan berkomitmen menanamkan investasi yang jumbo ke dalam negeri sebesar USD 44,6 miliar atau setara Rp 637,7 triliun.

Suara.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia membeberkan banyak komitmen investasi yang akan masuk setelah pemerintah bersafari ke berbagai negara di Eropa hingga Uni Emirat Arab (UEA). 

Bahlil mengukapkan, UEA bahkan berkomitmen menanamkan investasi yang jumbo ke dalam negeri sebesar USD 44,6 miliar atau setara Rp 637,7 triliun

"Persatuaan Emirat Arab  kita sudah teken disana USD 44,6 miliar, ini bukan angka kaleng kerupuk," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Kamis (11/11/2021). 

Namun, lanjut Bahli, dana sebesar itu tidak semua dipegang oleh pemerintah. Sebagian dana akan dikelola oleh 
Indonesia Investment Authority (INA) yang akan disalurkan untuk pembangunan infrastrukur. 

Baca Juga: Data Kontak HP Jadi Kekuatan Pinjol Ilegal, Jangan Beri Akses

"Memang dari angka ini ada sebgaian yang akan di handle oleh INA, kurang lebih USD 18 miliar," ucap dia. 

Mantan Ketua Umum Hipmi ini menuturkan, sisa dananya akan digunakan untuk pembanguanan di berbagai sektor mulai infrastruktur, pertanian, alat kesehatan, data center, hilirisasi pertambangan dan kemudia energi baru terbarukan (EBT).

Bahlil mengklaim, masuknya komitmen investasi dari UEA ini karena adanya Undang-undang Cipta Kerja yang membuat kepercayaan investaor makin baik.

"Artinya rasa ada kepastian, transparansi, efisiensi dan kecepatan mulai terjadi . Memang ini bukan pekerjaan yang gampang. ini pekerjaan sangat sangat harus dikerjakan bersama untuk ubah persepsi publik susah," pungkas Bahlil.

Baca Juga: Yunani Tuduh Turki Mendorong Migran ke Perairannya

Komentar