Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Penurunan BI Rate Diyakini Bikin Kurs Rupiah Perkasa dan IHSG Menguat

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 16 Juli 2025 | 10:42 WIB
Penurunan BI Rate Diyakini Bikin Kurs Rupiah Perkasa dan IHSG Menguat
Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, berpandangan bahwa Bank Indonesia (BI) sudah saatnya menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate. Hal ini didasari oleh adanya kesepakatan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), serta kondisi makroekonomi yang mendukung.

Dengan tingkat inflasi Juni 2025 yang hanya sebesar 1,87 persen year on year (yoy) dan rupiah yang cenderung menguat, ruang bagi BI untuk menurunkan BI-Rate menjadi semakin lebar. Fakhrul memprediksi BI akan memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin (bps) pada hari ini, di mana Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI telah berlangsung pada Selasa (15/7/2025) dan Rabu ini, dengan pengumuman kebijakan moneter dijadwalkan pada hari yang sama.

"Setelah kita mendapatkan kesepakatan perang dagang, sudah saatnya juga kebijakan moneter lebih longgar," kata Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/7/2025) dikutip melalui Antara.

Ia menambahkan, pemangkasan BI-Rate sudah harus dilaksanakan mengingat adanya pergeseran urgensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, langkah serupa juga telah diambil oleh negara tetangga seperti India dan Malaysia yang telah menurunkan suku bunga.

Dampak Penurunan BI-Rate: Rupiah Menguat dan IHSG Melesat 

Fakhrul memandang, untuk memperkuat rupiah, perlu adanya ekspektasi perbaikan ekonomi melalui dorongan kebijakan moneter dan fiskal. Ia meyakini bahwa apabila BI-Rate dipangkas dan belanja pemerintah meningkat, maka arus modal akan kembali masuk ke Indonesia, yang pada gilirannya akan memperkuat nilai tukar rupiah.

Berdasarkan perkiraannya, rupiah berpotensi menguat hingga ke level Rp15.500 per dolar AS pada tahun ini. Tidak hanya itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diperkirakan bisa mencapai level 7.750 pada akhir tahun ini.

Proyeksi positif ini didukung oleh kesepakatan tarif dagang, potensi penurunan BI-Rate, serta perbaikan ekonomi pada paruh kedua tahun 2025. Menurut proyeksi Trimegah Sekuritas, sektor yang terkait metal dan konsumer akan menjadi unggulan pada paruh kedua tahun ini.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa tarif impor senilai 19 persen akan diberlakukan terhadap produk-produk Indonesia yang masuk ke AS. Penetapan tarif ini merupakan hasil negosiasi langsung antara Trump dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Selain penetapan nilai tarif, kesepakatan yang diklaim Trump juga mencakup komitmen Indonesia untuk membeli energi dari AS senilai 15 miliar dolar AS dan produk agrikultur senilai sebesar 4,5 miliar dolar AS. Trump juga menyebutkan adanya komitmen Indonesia untuk membeli 50 pesawat Boeing baru, yang sebagian besar merupakan Boeing 777, meskipun rincian maskapai atau pihak pembeli belum disebutkan.

Fakhrul menilai kesepakatan dagang ini merupakan hal yang sangat baik bagi Indonesia. Tarif 19 persen yang dikenakan AS dinilai lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia (25 persen), Vietnam (20 persen dan 40 persen untuk transhipment), serta Thailand (36 persen). "Di tengah dunia yang volatil seperti saat ini, adanya kesepakatan ini menjadi angin segar," kata Fakhrul.

Menurutnya, hal yang lebih penting bukan sekadar besaran tarif, melainkan pengakuan dan pernyataan dari pemerintah AS terhadap posisi tawar Indonesia. Posisi Indonesia yang kaya akan mineral tanah jarang, tembaga, dan mineral lainnya menunjukkan kekuatan posisi tawar strategis Indonesia di mata global. Sumber daya inilah, catat Fakhrul, yang nantinya akan menjadi posisi tawar penting di masa mendatang. Ia menambahkan, tarif yang lebih rendah dibandingkan negara tetangga ini akan menjadi momentum emas untuk mengembangkan kawasan industri dan menarik investasi asing ke Indonesia.

Fakhrul memperkirakan selisih tarif antara Indonesia dan negara lain seharusnya dapat memindahkan investasi sebesar 200-300 juta dolar AS dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bobby Nasution Sebut Penyelenggaraan Event Picu Pertumbuhan Ekonomi Sumut

Bobby Nasution Sebut Penyelenggaraan Event Picu Pertumbuhan Ekonomi Sumut

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 22:42 WIB

BI Kenalkan Uang Rupiah lewat Permainan Anak

BI Kenalkan Uang Rupiah lewat Permainan Anak

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 08:48 WIB

Bank Indonesia Klaim Peredaran Uang Palsu Sudah Minim

Bank Indonesia Klaim Peredaran Uang Palsu Sudah Minim

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 13:02 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bengkak Tembus Rp 7.078 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bengkak Tembus Rp 7.078 Triliun

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 10:46 WIB

BI Minta Pelaku UMKM Waspada Penipuan QRIS

BI Minta Pelaku UMKM Waspada Penipuan QRIS

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 09:12 WIB

Gubernur Bank Indonesia Lantik 4 Kepala Perwakilan Daerah, Ini Tugasnya

Gubernur Bank Indonesia Lantik 4 Kepala Perwakilan Daerah, Ini Tugasnya

Bisnis | Minggu, 13 Juli 2025 | 11:34 WIB

Terkini

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB