Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Diasuransikan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 17 November 2021 | 20:15 WIB
Kementan Targetkan 3 Juta Hektar Lahan Diasuransikan
Dok: Kementan

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menarget agar petani yang mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian ditingkatkan dari target 1 juta hektar menjadi 3 juta hektar. Untuk memudahkan petani mengikuti program asuransi pertanian, Kementan telah menggunakan aplikasi SIAP dan PROTAN untuk meningkatkan akses pendaftaran dan memudahkan pelaporan dan pelayanan klaim. Hal itu terungkap dalam Webinar Nasional bertema 'La Nina Datang, Asuransi Petani Bikin Tenang', Rabu (17/11/2021).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, program asuransi pertanian merupakan upaya perlindungan bagi petani ketika menghadapi gagal panen. Asuransi pertanian memberikan perlindungan berupa pertanggungan, agar petani tetap memiliki modal untuk memulai kembali usaha pertaniannya.

"Asuransi pertanian merupakan program perlindungan bagi petani agar tenang dalam mengembangkan usaha pertanian mereka. Dengan mengikuti asuransi, petani tak perlu khawatir ketika mengalami gagal panen, karena mendapat pertanggungan," tuturnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menerangkan, selain program perlindungan,asuransi pertanian juga menjaga produktivitas pertanian. Dengan asuransi pertanian, petani tetap dapat terus berproduksi, sehingga tak mengganggu pendapatan mereka.

"Produktivitas pertanian akan terus terjaga ketika petani mengikuti program asuransi pertanian. Mereka akan mendapat pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare per musim ketika mengalami gagal panen," tutur Ali.

Selain itu, program asuransi pertanian juga menjaga tingkat kesejahteraan petani. Pertanggungan yang diberikan akan menghindarkan petani dari kerugian akibat gagal panen.

"Petani tetap dapat melanjutkan usahatani nya, sehingga tingkat kesejahteraan mereka juga terjamin dengan program asuransi pertanian," papar Ali.

Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati mengakui petani harus mengalami kerusakan terlebih dahulu pada lahan persawahan mereka baru mau mengikuti asuransi pertanian.

"Biasanya petani terpacu tingkat kesadarannya untuk ikut asuransi ketika tertimpa musibah. Begitu mengalami banjir, diserang hama tikus, baru mereka ingin mengikuti asuransi," kata Indah yang menjadi narasumber utama pada webinar tersebut.

baca juga

Saat ini, Indah melanjutkan, Kementan berupaya meningkatkan jumlah sawah yang ter-cover asuransi pertanian.

"Selain mengasuransikan kredit, juga mengasuransikan komoditinya. Saat ini baru 1 juta hektar. 1 juta hektar tidak nendang kata Pak Dirjen dan Pak Menteri. Kalau bisa dinaikkan menjadi 3 juta hektar," ucap Indah.

Untuk memudahkan petani mengakses program asuransi pertanian, Kementan telah meluncurkan aplikasi digital bernama SIAP.

"Aplikasi SIAP ini aplikasi digital mulai pendaftaran hingga penetapan polis, penetapan daftar peserta definitif dan memantau serta memonitoring bantuan pelayanan premi dan klaim," terang Indah.

Ke depan, Indah memastikan pelaksana AUTP ini akan kita coba evaluasi. Rencanaya, ia akan menerapkan konsorsium agar daya jangkau asuransi pertanian semakin luas.

"Kami coba memikirkan untuk mendorong konsorsium. Saat ini, dari premi Rp180 ribu disubsidi pemerintah sebesar Rp144 ribu. Jadi petani cukup bayar Rp36 ribu. Itu pun masih susah setengah mati," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pupuk Bagi Petani

Kementan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pupuk Bagi Petani

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 09:48 WIB

Mentan Dorong Kabupaten Takalar Jadi Gerbang Utama Komoditas Padi di Indonesia Timur

Mentan Dorong Kabupaten Takalar Jadi Gerbang Utama Komoditas Padi di Indonesia Timur

Bisnis | Sabtu, 30 Oktober 2021 | 17:20 WIB

Mentan SYL: Sumpah Pemuda Momentum Milenial Berinovasi di Sektor Pertanian

Mentan SYL: Sumpah Pemuda Momentum Milenial Berinovasi di Sektor Pertanian

Bisnis | Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Indonesia Dinilai Mampu Sediakan Pangan Saat Pandemi, FAO Berikan Apresiasi

Indonesia Dinilai Mampu Sediakan Pangan Saat Pandemi, FAO Berikan Apresiasi

Bisnis | Senin, 25 Oktober 2021 | 15:19 WIB

Pertemuan Ditjen PSP Kementan di DIY Bahas Pentingnya Pengelolaan Lahan dan Irigasi

Pertemuan Ditjen PSP Kementan di DIY Bahas Pentingnya Pengelolaan Lahan dan Irigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:05 WIB

Perkuat Sektor Pertanian, Kementan Hadirkan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Perkuat Sektor Pertanian, Kementan Hadirkan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia

Bisnis | Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:45 WIB

Terkini

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Peretasan Binance Jadi Insiden Terbesar Sepanjang Sejarah Kripto, Lampaui Bybit

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:33 WIB

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

Izin Obligasi Rp5,6 Triliun Belum Terbit, Pembahasan APBD DKI 2026 Kian Pelik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Meneladani Spirit Pemimpi di Negeri Orang dalam Buku Lost in the USA

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

2 Pria Sulap Kandang Ayam Jadi Gudang Narkoba di Deli Serdang, 18 Kg Ganja Disita

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:21 WIB

×