alexametrics

Ekspansi RSK Tingkatkan Akses Stablecoin di Indonesia

Iwan Supriyatna
Ekspansi RSK Tingkatkan Akses Stablecoin di Indonesia
Ekspansi RSK untuk Meningkatkan Akses Stablecoin di Indonesia. (Dok: Istimewa)

Kini hadir juga Stablecoin yang disebut bisa mengatasi masalah volatilitas dari cryptocurrency, dan meyakinkan pasar akan uang kripto.

Suara.com - Belakangan ini cryptocurrency atau mata uang kripto sedang jadi tren di dunia investasi. Namun seperti kita tahu, pergerakan cryptocurrency terbilang ekstrem, jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain.

Dari berbagai jenis uang kripto yang telah ada, kini hadir juga Stablecoin yang disebut bisa mengatasi masalah volatilitas dari cryptocurrency, dan meyakinkan pasar akan uang kripto.

Stablecoin memiliki beberapa keuntungan seperti menampilkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan metode tradisional, memanfaatkan kontrak pintar untuk memberikan penyelesaian transaksi yang hampir instan, dan orang dapat melakukan transaksi kapan saja, dan dapat melakukan transaksi secara real time bahkan ke bagian yang paling terpencil dari seluruh dunia.

"Stablecoin tetap menjadi kelas aset blockchain dengan permintaan tinggi dan sangat banyak digunakan, baik dalam transaksi peer, maupun dalam layanan DeFi. Kami berharap penggunaannya meningkat seiring waktu dalam ekosistem RSK," kata Brendan Graetz, Kepala Pengalaman dan Pengembang di RSK.

Baca Juga: Maskawin Pernikahan Cupi Cupita Tetap Pakai Uang Kripto, Ini Tanggapan MUI

Merupakan platform Money on Chain berbasis blockchain, RSK menawarkan rangkaian lengkap alat dan layanan untuk memenuhi permintaan pasar akan Stablecoin yang dijaminkan BTC.

Dalam beberapa hal, Money on Chain mencoba mengatasi hambatan paling signifikan terhadap adopsi umum bitcoin: volatilitas harga.

Dengan Stablecoin, Money on Chain mencoba mengatasi masalah yang umum terjadi pada bitcoin, seperti volatilitas harga. Sebagai contoh, Dollar on Chain (DOC) adalah salah satu Stablecoin yang dijamin oleh bitcoin.

"Di RSK, interaksi kontrak pintar sangat murah dalam hal biaya, sekitar 2%-2,5% dari Ethereum. Kami telah melihat beberapa Stablecoin, yang implementasinya menggunakan kontrak pintar, beralih jaringan dari Ethereum ke jaringan RSK melalui jembatan token RSK, termasuk USDT dan DAI. Kami tengah menyiapkan diri karena ke depannya akan makin banyak pengguna," jelas Brendan Graetz, Kepala Pengalaman Pengembang di RSK.

RSK memimpin revolusi Stablecoin dengan rangkaian solusi komprehensifnya, termasuk Money on Chain, RSK Infrastructure Framework, dan proyek Stablecoin cross-chain seperti Babelfish.

Baca Juga: Selain Uang Kripto dan Emas, Cupi Cupita Dapat Rumah Rp2,5 Miliar dari Suami

Solusi RSK mencakup semuanya, mulai dari Stablecoin yang dipatok dengan fiat hingga crypto-collateralized Stablecoin, memberi kesempatan untuk pertumbuhan DeFi yang eksponensial pada bitcoin di Indonesia.

Komentar