Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Pemerintah China Bagi-bagi Uang 188 Miliar Dolar AS ke Masyarakatnya Supaya Cepat Pulih

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 08 Desember 2021 | 08:59 WIB
Pemerintah China Bagi-bagi Uang 188 Miliar Dolar AS ke Masyarakatnya Supaya Cepat Pulih
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah China kembali menyuntikkan dana untuk pelaku usaha dan masyarakat untuk mencegah keterpurukan pasca bangkrutnya raksasa properti negeri tirai bambu Evergrande.

Pemerintah menggulirkan dana hingga USD 188 miliar. Keputusan ini, setelah organisasi partai komunis Politbiro China baka mengambil tindak yang lebih agresif untuk melindungi ekonomi pada tahun 2022

Tim kepemimpinan Partai Komunis China, yang diketuai oleh Presiden Xi Jinping, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang memastikan stabilitas ekonomi akan menjadi prioritas utama di tahun depan.

Sementara, menurut kepala ekonomi China untuk Grup Macquarie Larry Hu, pernyataan tersebut merupakan pertama kalinya Politbiro melakukan stabilitas ekonomi.

"Dengan kata lain, para pemimpin puncak sangat prihatin dengan risiko potensi ketidakstabilan," ujar Hu seperti dikutip dari CNN Bussiness, Rabu (8/12/2021).

Dalam hal ini, negara yang beribukota Beijing ini sangat berhati-hati dalam mengintervensi pemulihan ekonomi China selama pandemi virus corona.

Namun, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengungguli negara-negara besar lainnya selama pandemi, dan merupakan satu-satunya ekonomi global utama yang tumbuh tahun lalu.

Tetapi China telah menghadapi banyak tantangan untuk pertumbuhan pada tahun 2021, termasuk kekurangan listrik, penundaan pengiriman dan krisis di real estat.

Hu mencatat bahwa selama pertemuan Politbiro Desember lalu, kepemimpinan mengisyaratkan bahwa mereka akan memperketat peraturan tentang bisnis swasta.

"Kali ini, rapat Politbiro menyarankan bahwa prioritas telah bergeser dari pengetatan regulasi menjadi mendukung pertumbuhan," tambahnya.

Krisis real estat mungkin tampak paling besar bagi China. Evergrande salah satu pengembang terbesar dan paling berhutang di negara itu telah tertatih-tatih di ambang gagal bayarselama berbulan-bulan.

Analis telah lama khawatir bahwa runtuhnya Evergrande dapat memiliki efek riak di seluruh sektor properti di China, yang menyumbang sebanyak 30% dari PDB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancam Warga Bogor, Dua Pegawai Pinjol Jaringan China Ditangkap Polisi

Ancam Warga Bogor, Dua Pegawai Pinjol Jaringan China Ditangkap Polisi

Bogor | Selasa, 07 Desember 2021 | 21:33 WIB

Diduga Rasis Sindir WNA China di Bandara, Olvah Alhamid Minta Maaf

Diduga Rasis Sindir WNA China di Bandara, Olvah Alhamid Minta Maaf

Hits | Selasa, 07 Desember 2021 | 21:36 WIB

Sektor Properti Bisa Beri Kontribusi Besar pada Perekonomian 2022

Sektor Properti Bisa Beri Kontribusi Besar pada Perekonomian 2022

Bisnis | Selasa, 07 Desember 2021 | 19:27 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB