Proyek KIT Batang Diharapkan Cepat Kelar Dari Target

Bangun Santoso | Mohammad Fadil Djailani
Proyek KIT Batang Diharapkan Cepat Kelar Dari Target
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia didampingi Bupati Wihaji dan Pimpinan Konsorsium KIT Batang tinjau progres kawasan industri. [Muslihu/Ayobatang.com]

Proyek pembangunan KIT Batang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang digagas oleh pemerintah dan bertujuan mendorong penguatan sektor industri Indonesia

Suara.com - PT PP (Persero) Tbk mencatatkan progres pembangunan proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Rumah Susun Pekerja Industri Batang I akan lebih cepat. Hal ini terungkap dari kunjungan kerja dewan komisaris dan direksi perseroan ke proyek tersebut.

Dalam kunjungan kerja tersebut turut dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris PTPP, seperti Andi Gani Nena Wea selaku Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Nur Rochmad selaku Komisaris Independen, Loso Judiajanto selaku Komisaris, dan Ayodhia GL Kalake selaku Komisaris.

Sementara dari jajaran direksi didampingi oleh Agus Purbianto selaku Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, Yul Ari Pramuraharjo selaku Direktur Operasi Bidang Infrastruktur, Sinur Linda Gustina selaku Direktur HCM & Strategi Korporasi, Eddy Herman Harun selaku Direktur Operasi Bidang EPC, dan Andek Prabowo selaku SVP Divisi Operasi Gedung.

"Kami sangat mengapresiasi bahwa proyek pengembangan KIT Batang yang dikelola oleh PT KITB ini memiliki progress yang berjalan dengan baik terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Kami mengharapkan proyek strategis tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana,” ujar Andi Gani Nena dalam keterangan persnya, Minggu (19/12/2021).

Baca Juga: Hasbullah Rahmad Optimis Kawasan Industri Terpadu Bisa Mereduksi Pencemaran Lingkungan

Proyek pengembangan KIT Batang atau Grand Batang City dikelola oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (“PT KITB”) yang tergabung dalam konsorsium antara PTPP bersama dengan perusahaan BUMN dan Lembaga Pemerintahan.

Proyek pembangunan KIT Batang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas oleh pemerintah yang bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia.

KIT Batang atau Grand Batang City terletak di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektar.

Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi 3 kluster, yaitu Kluster I seluas 3.100 hektare, Kluster II seluas 800 hektare, dan Kluster III seluas 400 hektare.

KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru di mana dengan dibukanya kawasan tersebut diharapkan dapat mendatangkan para investor asing untuk berinvetasi di Indonesia.

Baca Juga: PGN Bangun Infrastruktur Pipa Gas Bumi KIT Batang, Suplai Energi Bersih Kawasan Industri

"Sampai dengan saat ini, telah terdapat beberapa tenant baik asing maupun domestic yang menjadi prospek untuk menempati kawasan tersebut," katanya.

Mengenai proyek pembangunan Rumah Susun Pekerja Industri Batang I yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, perseroan berperan sebagai kontraktor utama dengan masa pembangunan selama 300 hari kalender.

Proyek Rumah Susun Pekerja Industri Batang I memiliki nilai kontrak sebesar Rp 125 miliar dengan target penyelesaian pembangunan di Kuartal II tahun 2022. Bangunan tersebut terdiri dari 4 tower, di mana dalam setiap tower dapat dihuni oleh 252 orang.

Adapun lingkup pekerjaan proyek tersebut, antara lain pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal elektrik plumbing, pekerjaan lingkungan, dan pekerjaan fasilitas umum.

Sampai dengan minggu kedua Desember 2021, progres pembangunan hunian tersebut telah mencapai 55,71%, di mana lebih cepat 19,25% dari yang ditargetkan.