facebook

Varian Omicron Terus Meningkat, Harga Minyak Anjlok 2 Persen

Dwi Bowo Raharjo | Mohammad Fadil Djailani
Varian Omicron Terus Meningkat, Harga Minyak Anjlok 2 Persen
Ilustrasi harga minyak dunia turun. [Shutterstock]

Sementara minyak WTI turun 2,1 persen ke level harga USD70,86 per barel.

Suara.com - Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan akhir pekan lalu, menempatkan posisi harga ke pelemahan mingguan karena naiknya kasus penularan virus corona varian omicron.

Mengutip CNBC, Senin (20/12/2021) minyak Brent turun 2 persen ke harga USD73,52 per barel. Sementara minyak WTI turun 2,1 persen ke level harga USD70,86 per barel.

Baik Brent maupun WTI mencatat kerugian secara mingguan sebesar 1,4 persen.

Di Denmark, Afrika Selatan, dan Inggris, jumlah kasus baru Omicron meningkat dua kali lipat setiap dua hari.

Baca Juga: Masker Ganda Jadi Penangkal Awal Omicron? Ini Penjelasannya

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada hari Kamis memperingatkan pemerintah dapat memberlakukan pembatasan lebih lanjut untuk membatasi penyebarannya.

Di Amerika Serikat, penyebaran varian Omicron yang cepat telah menyebabkan beberapa perusahaan menunda rencana untuk mempekerjakan kembali pekerjanya.

"Pesan kehati-hatian dan peringatan gelombang covid yang memburuk mulai berdering lebih keras mendekati musim liburan akhir tahun. Hal ini meredam sentimen pasar," kata Vandana Hari, analis energi di Vanda Insights.

"Minyak mentah mungkin tetap dalam pola bertahan, meskipun disertai volatilitas harga dengan volume perdagangan yang menipis selama liburan beberapa minggu ke depan." Tambahnya.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC +, telah mengatakan bahwa mereka dapat bertemu sebelum pertemuan 4 Januari yang dijadwalkan jika terdapat perubahan prospek demand yang menjamin rencana mereka untuk menambah pasokan 400.000 barel per hari. di Januari.

Baca Juga: Omicron Masuk Indonesia, Ade Yasin: Jangan Biarkan Orang Begitu Saja ke Luar Negeri

Tetapi terlepas dari ancaman Omicron terhadap permintaan, Goldman Sachs mengatakan pada hari Jumat bahwa varian baru memiliki dampak terbatas pada mobilitas atau permintaan minyak.

Goldman menambahkan bahwa konsumsi minyak diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2022 dan 2023. Harga minyak juga telah mundur dari level tertinggi multi-tahun di awal kuartal keempat karena peningkatan pasokan.

Komentar