Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Pendapatan Mitratel Diperkirakan Naik 14,41 Persen di 2022

Iwan Supriyatna

Rabu, 22 Desember 2021 | 11:07 WIB
Pendapatan Mitratel Diperkirakan Naik 14,41 Persen di 2022
Ilustrasi uang, pembukuan keuangan. (Pixabay/stevepb)

Suara.com - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel siap menerapkan sejumlah strategi bisnis untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja Perseroan pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Piyush Choudhary dan Rishabh Dhancholia, analis HSBC Global Research, dalam laporan riset yang diumumkan, Minggu (19/12), kinerja Mitratel akan tumbuh positif pada tahun 2022.

"Pendapatan Mitratel kami perkirakan akan mencapai Rp7,94 triliun pada tahun 2022 atau meningkat sekitar 14,41% dibandingkan dengan proyeksi pendapatan Mitratel hingga akhir tahun 2021 yang sebesar Rp6,94 triliun," ujar kedua analis itu ditulis Rabu (22/12/2021).

Piyush dan Rishabh mengemukakan, laba operasi/EBIT Mitratel diperkirakan naik 6,18% menjadi Rp3,09 triliun pada 2022, dari estimasi laba pada tahun 2021 sebesar Rp2,91 triliun. Adapun laba bersih Mitratel diperkirakan naik 22,52%, dari estimasi tahun 2021 sebesar Rp1,51 triliun menjadi Rp1,85 triliun pada 2022.

Piyush dan Rishabh memberikan outlook positif terhadap kinerja keuangan Mitratel dalam jangka panjang. Mitratel, perusahaan menara terkemuka di Indonesia, dengan 28.030 menara, siap untuk pertumbuhan organik yang cepat. Itu karena Mitratel memiliki hubungan yang erat dengan Telkomsel, operator jaringan seluler (MNO) terbesar di Indonesia.

Anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk itu memiliki potensi kolokasi yang lebih tinggi jika dibandingkan perusahaan sejenis, karena lokasinya yang khas, dimana 57% di antaranya berada di luar Jawa. Berikut, potensi kapasitas yang lebih tinggi, karena rasio tenancy-nya lebih rendah dibandingkan perusahaan sejenis.

“Kami berharap pertumbuhan organik didorong oleh perluasan cakupan MNO dan densifikasi jaringan,” kata kedua analis itu.

Mitratel memiliki rekam jejak yang kuat. Ini terbukti dalam pertumbuhan anorganik dimana Perseroan membeli 13.965 menara pada 2019-2021. Neraca Mitratel yang kuat, biaya utang yang relatif rendah, dan arus kas yang kuat, serta pengalamannya melakukan akuisisi yang menawarkan sinergi, memposisikan Mitratel untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan anorganik ke depan.

"Kami yakin, Mitratel berada pada posisi yang tepat untuk pertumbuhan organik karena portofolio menara di luar Jawa terbesar dan rasio sewa yang relatif lebih rendah. Mitratel juga siap mengalami pertumbuhan anorganik karena neraca yang kuat (utang bersih/EBITDA rendah), relatif rendah biaya utang, dan arus kas yang kuat," tulis kedua anais itu.

Kedua analis itu menambahkan, Mitratel juga diuntungkan dengan pesanan built-to-suit (B2S) dari Telkomsel yang memiliki jangkauan jaringan terluas, termasuk memimpin pasar di wilayah di luar Jawa.

Mitratel telah membuktikan rekam jejak pertumbuhan organik portofolio menara B2S diperluas menjadi 12.893 per Juni 2021. Mitratel akan terus mendapat manfaat dari pertumbuhan organik.

Ini didorong oleh hubungannya yang kuat dengan Telkomsel, perluasan cakupan di wilayah di luar Jawa oleh MNO lain dan kebutuhan kapasitas operator seiring lonjakan permintaan data.

Karena itu, Mitratel diperkirakan menambah 2.700 menara B2S selama 2020-2023 dan rasio penyewa untuk berkembang didorong oleh lokasi bersama.

Mitratel mengidentifikasi anorganik sebagai pilar utama dari strategi pertumbuhannya. Secara khusus, perusahaan mengakuisisi 13.965 menara selama 2019-2021 sehingga portofolio menara anorganik menjadi 15.137 menara (54% dari portofolio menara).

Menurut Piyush dan Rishabh, Mitratel akan terus menjajaki akuisisi menara. Dengan arus kas yang kuat serta pengalaman dalam melakukan akuisisi, membuat Mitratel berada pada posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan anorganik.

“Kami memperkirakan Mitratel akan mengakuisisi 6.000 menara lagi selama 2022-2023,” kata kedua analis itu.

Karena itu, kedua analis itu merekomendasikan beli (buy) saham MTEL dengan target harga Rp 1.120. Target tersebut sebesar 45,45% di atas harga penutupan saham MTEL di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin sebesar Rp770 per saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Analis Asing dan Lokal Merekomendasikan Beli Saham Mitratel, Ini Alasannya

Analis Asing dan Lokal Merekomendasikan Beli Saham Mitratel, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 21 Desember 2021 | 15:09 WIB

Mitratel Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Mitratel Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Bisnis | Jum'at, 17 Desember 2021 | 11:10 WIB

Saham Mitratel Ditargetkan Rp 1.200 per Unit

Saham Mitratel Ditargetkan Rp 1.200 per Unit

Bisnis | Senin, 13 Desember 2021 | 08:54 WIB

Terkini

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Investor Waspada! IHSG Bisa Menuju ke Level 5.500

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:45 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB

Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Rupiah Jebol Rp18.000, Dunia Usaha Kian Tercekik Biaya Produksi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:21 WIB

Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar

Wujud Swasembada Energi, Komisaris Pertamina Apresiasi Program TJSL Uma Palak Lestari di Denpasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:28 WIB

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15 WIB

Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus

Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:14 WIB

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:06 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:46 WIB