Harga Emas Dunia Merosot Lebih dari 1 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 04 Januari 2022 | 08:54 WIB
Harga Emas Dunia Merosot Lebih dari 1 Persen
Ilustrasi emas batang [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan hari Senin, karena  risk-on rally dalam ekuitas menekan logam kuning, dengan investor mengabaikan kekhawatiran seputar dampak varian Omicron virus corona.

Mengutip CNBC, Selasa (4/1/2022) harga emas di pasar spot anjlok 1,5 persen menjadi USD1.800,68 per ounce ditetapkan untuk persentase penurunan satu hari terbesar dalam lebih dari sebulan.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat menyusut 1,6 persen menjadi USD1.800,10 per ounce.

Kenaikan imbal hasil, penguatan dolar, dan sentimen risiko yang meningkat mendorong ekuitas, memberi tekanan pada pasar emas, kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

S&P 500 berjangka mendekati level rekor karena pasar ekuitas tampaknya akan memperpanjang pemulihan dari guncangan pandemi ke tahun yang baru.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun melesat ke level tertinggi enam minggu, menumpulkan daya tarik emas yang tidak memberikan bunga.

Meski kasus virus corona melonjak, jumlah kematian dan rawat inap dari varian Omicron relatif rendah, membuat banyak negara berhenti memberlakukan penguncian.

Haberkorn mengatakan investor memperkirakan gelombang virus korona baru itu bersifat sementara.

Indeks Dolar (Indeks DXY) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, mengikuti imbal hasil obligasi pemerintah ketika investor mengantisipasi Federal Reserve akan tetap berada di jalur kenaikan suku bunga pada 2022.

baca juga

Harga emas menandai penurunan tahunan terbesar sejak 2015 pada 2021, mengakhiri tahun dengan kejatuhan 3,6 persen.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan kenaikan suku bunga The Fed dan penurunan inflasi Amerika selama 2022 dapat membebani emas, memperkirakan harga USD1.650 pada akhir tahun.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi logam kuning sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya memegang komoditas tersebut.

Sementara itu logam lainnya perak menyusut 1,9 persen menjadi USD22,82 per ounce, platinum turun 0,9 persen menjadi USD953,87 per ounce dan paladium anjlok 3,8 persen menjadi USD1.819,61 per ounce. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Pekan Pertama 2022, Harga Emas Antam Meroket Rp 7.000 Jadi Rp 945.000

Awal Pekan Pertama 2022, Harga Emas Antam Meroket Rp 7.000 Jadi Rp 945.000

Bisnis | Senin, 03 Januari 2022 | 09:23 WIB

Tutup Tahun 2021, Harga Emas Dunia Tandai Penurunan Terbesar Sejak 2015

Tutup Tahun 2021, Harga Emas Dunia Tandai Penurunan Terbesar Sejak 2015

Bisnis | Senin, 03 Januari 2022 | 07:10 WIB

Harga Emas Antam Naik Jelang Malam Tahun Baru 2022

Harga Emas Antam Naik Jelang Malam Tahun Baru 2022

Bisnis | Jum'at, 31 Desember 2021 | 09:45 WIB

Terkini

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

Bansos Salah Sasaran? Kemensos Bongkar Modus Baru Penyalahgunaan KTP Warga untuk Judi Online

Bansos Salah Sasaran? Kemensos Bongkar Modus Baru Penyalahgunaan KTP Warga untuk Judi Online

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

Igor Tolic Bongkar Kunci Persib Bungkam FC Seoul: Berjuang hingga Detik Terakhir

Igor Tolic Bongkar Kunci Persib Bungkam FC Seoul: Berjuang hingga Detik Terakhir

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 09:17 WIB

Harga HP Makin Mahal, Xiaomi: Value untuk Pengguna Tidak Berubah

Harga HP Makin Mahal, Xiaomi: Value untuk Pengguna Tidak Berubah

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 09:16 WIB

Ledakan Maut Guncang Pabrik Bata Ringan di Lamongan: 1 Tewas, 6 Luka Bakar Parah

Ledakan Maut Guncang Pabrik Bata Ringan di Lamongan: 1 Tewas, 6 Luka Bakar Parah

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 09:14 WIB

×