Melambung, Harga Minyak Dunia Hampir Sentuh USD 84/Barel

Rabu, 12 Januari 2022 | 08:06 WIB
Melambung, Harga Minyak Dunia Hampir Sentuh USD 84/Barel
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Minyak melesat mendekati USD 84 per barel pada perdagangan Selasa (11/1/2022), karena didukung pasokan yang ketat dan ekspektasi bahwa meningkatnya kasus virus korona serta penyebaran varian Omicron tidak akan menggagalkan pemulihan permintaan global.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melambung USD 2,85 atau 3,52 persen menjadi USD 83,72 per barel, harga tertinggi sejak awal November, setelah kehilangan 1 persen di sesi sebelumnya.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melonjak USD 2,99 atau 3,8 persen menjadi USD81,22 per barel, juga harga tertinggi sejak pertengahan November. Pada sesi Senin, WTI ditutup turun 0,8 persen.

Minimnya kapasitas di beberapa negara menandakan bahwa penambahan pasokan oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) berjalan di bawah peningkatan yang diizinkan berdasarkan pakta dengan sekutunya.

Di sisi permintaan, Chairman Federal Reserve Jerome Powell, Selasa, mengatakan dia memperkirakan dampak Omicron terhadap ekonomi akan berumur pendek, menambahkan bahwa kuartal berikutnya bisa sangat positif bagi perekonomian setelah lonjakan yang didorong oleh varian tersebut mereda.

"Kombinasi sejumlah fakta - bahwa permintaan akan lebih kuat dari yang diantisipasi dan pasokan OPEC mungkin tidak tumbuh secepat permintaan - itulah mengapa harga naik," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Sejumlah negara menghindari penguncian yang ketat, bahkan ketika infeksi Covid-19 melejit. Margin penyulingan bahan bakar jet Eropa, misalnya, kembali ke tingkat pra-pandemi ketika pasokan di kawasan itu mengetat dan aktivitas penerbangan global pulih meski Omicron terus menyebar.

"Omicron belum mendatangkan malapetaka seperti varian Delta, dan mungkin tidak akan pernah melakukannya, menjaga pemulihan global tetap pada jalurnya," kata Jeffrey Halley, analis OANDA.

Selasa, Pemerintah Amerika juga memperkirakan produksi minyak AS akan lebih rendah tahun ini dari ekspektasi sebelumnya, sementara total permintaan minyak akan lebih tinggi dari estimasi sebelumnya.

Baca Juga: Kazakhstan Dilanda Rusuh Gegara BBM, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis

Produksi diperkirakan naik 640.000 barel per hari tahun ini, lebih rendah dari proyeksi bulan sebelumnya yang meningkat 670.000 barel per hari, dan diprediksi bertambah lagi 610.000 barel per hari pada 2023.

Total permintaan minyak sekarang diperkirakan meningkat sebesar 840.000 barel per hari untuk tahun ini, lebih tinggi dari kenaikan 700.000 barel per hari yang diprediksi bulan lalu. Diperkirakan meningkat lagi 330.000 bph pada 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI