Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Serangan Rusia Membuat Harga Minyak Dunia Melejit

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 17 Januari 2022 | 07:34 WIB
Serangan Rusia Membuat Harga Minyak Dunia Melejit
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan akhir pekan lalu, ditopang oleh kendala pasokan dan kekhawatiran serangan Rusia di negara tetangga Ukraina.

Hal ini mendorong harga menuju kenaikan mingguan keempat meskipun sumber mengatakan China akan merilis cadangan minyak mentah sekitar Tahun Baru Imlek.

Mengutip CNBC, Senin (17/1/2022) minyak mentah berjangka Brent naik USD1,59 atau 1,9 persen di harga USD86,06 per barel. Posisi tersebut level tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir. Brent naik 5,4 persen secara mingguan.

Sementara Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik USD1,70, atau 2,1 persen, ke harga USD83,82 per barel. WTI naik 6,3 persen secara mingguan.

Baik Brent dan berjangka AS memasuki wilayah overbought untuk pertama kalinya sejak akhir Oktober.

"Orang-orang yang melihat gambaran besarnya menyadari bahwa situasi penawaran versus permintaan global sangat ketat dan itu memberi pasar dorongan yang kuat," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Flynn menambahkan bahwa pedagang tidak ingin short di pasar karena ketegangan meningkat antara Rusia dan Ukraina dan menjelang long weekend di AS untuk liburan Martin Luther King Jr Day, yang biasanya volume perdagangan tampak lebih rendah.

Para pejabat AS menyuarakan kekhawatiran pada hari Jumat bahwa Rusia sedang bersiap untuk menyerang Ukraina jika diplomasi gagal. Rusia, yang telah mengumpulkan 100.000 tentara di perbatasan Ukraina, merilis gambar pasukannya bergerak.

"Telah terjadi lonjakan faktor risiko geopolitik yang mendorong harga," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

Dolar AS tampaknya menuju penurunan mingguan terbesar dalam empat bulan. Dolar yang lebih lemah membuat komoditas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa investment bank memperkirakan harga minyak ke level USD100 per barel tahun ini, dengan permintaan diperkirakan melebihi pasokan, paling tidak karena kendala kapasitas di antara negara-negara OPEC + menjadi fokus.

Ketua National Oil Corp Libya Mustafa Sanallah mengatakan harga minyak "diperkirakan akan terus naik kecuali fundamental pasar berubah dan investasi global meningkat," menambahkan bahwa produksi minyak dari negara itu mencapai 1,045 juta barel per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah

Bogor | Senin, 17 Januari 2022 | 06:25 WIB

Harga Minyak Goreng Naik, Pemprov Lampung hanya Ambil Langkah Pemantauan

Harga Minyak Goreng Naik, Pemprov Lampung hanya Ambil Langkah Pemantauan

Lampung | Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:03 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Karena Investor Ambil Langkah Profit Taking

Harga Minyak Dunia Turun Karena Investor Ambil Langkah Profit Taking

Bisnis | Jum'at, 14 Januari 2022 | 07:28 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB