Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Serangan Rusia Membuat Harga Minyak Dunia Melejit

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 17 Januari 2022 | 07:34 WIB
Serangan Rusia Membuat Harga Minyak Dunia Melejit
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan akhir pekan lalu, ditopang oleh kendala pasokan dan kekhawatiran serangan Rusia di negara tetangga Ukraina.

Hal ini mendorong harga menuju kenaikan mingguan keempat meskipun sumber mengatakan China akan merilis cadangan minyak mentah sekitar Tahun Baru Imlek.

Mengutip CNBC, Senin (17/1/2022) minyak mentah berjangka Brent naik USD1,59 atau 1,9 persen di harga USD86,06 per barel. Posisi tersebut level tertinggi dalam 2,5 bulan terakhir. Brent naik 5,4 persen secara mingguan.

Sementara Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik USD1,70, atau 2,1 persen, ke harga USD83,82 per barel. WTI naik 6,3 persen secara mingguan.

Baik Brent dan berjangka AS memasuki wilayah overbought untuk pertama kalinya sejak akhir Oktober.

"Orang-orang yang melihat gambaran besarnya menyadari bahwa situasi penawaran versus permintaan global sangat ketat dan itu memberi pasar dorongan yang kuat," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Flynn menambahkan bahwa pedagang tidak ingin short di pasar karena ketegangan meningkat antara Rusia dan Ukraina dan menjelang long weekend di AS untuk liburan Martin Luther King Jr Day, yang biasanya volume perdagangan tampak lebih rendah.

Para pejabat AS menyuarakan kekhawatiran pada hari Jumat bahwa Rusia sedang bersiap untuk menyerang Ukraina jika diplomasi gagal. Rusia, yang telah mengumpulkan 100.000 tentara di perbatasan Ukraina, merilis gambar pasukannya bergerak.

"Telah terjadi lonjakan faktor risiko geopolitik yang mendorong harga," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

baca juga

Dolar AS tampaknya menuju penurunan mingguan terbesar dalam empat bulan. Dolar yang lebih lemah membuat komoditas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa investment bank memperkirakan harga minyak ke level USD100 per barel tahun ini, dengan permintaan diperkirakan melebihi pasokan, paling tidak karena kendala kapasitas di antara negara-negara OPEC + menjadi fokus.

Ketua National Oil Corp Libya Mustafa Sanallah mengatakan harga minyak "diperkirakan akan terus naik kecuali fundamental pasar berubah dan investasi global meningkat," menambahkan bahwa produksi minyak dari negara itu mencapai 1,045 juta barel per hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gencarkan Operasi Pasar Murah

Bogor | Senin, 17 Januari 2022 | 06:25 WIB

Harga Minyak Goreng Naik, Pemprov Lampung hanya Ambil Langkah Pemantauan

Harga Minyak Goreng Naik, Pemprov Lampung hanya Ambil Langkah Pemantauan

Lampung | Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:03 WIB

Harga Minyak Dunia Turun Karena Investor Ambil Langkah Profit Taking

Harga Minyak Dunia Turun Karena Investor Ambil Langkah Profit Taking

Bisnis | Jum'at, 14 Januari 2022 | 07:28 WIB

Terkini

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:48 WIB

Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini

Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:47 WIB

Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia

Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:38 WIB

Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru

Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:36 WIB

128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan

128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:33 WIB

Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026

Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:57 WIB

×