Perjanjian Tarif Resiprokal, Produk Impor dari AS Tak Perlu Sertifikasi Halal? Ini Faktanya

Liberty Jemadu

Jum'at, 20 Februari 2026 | 22:44 WIB
Perjanjian Tarif Resiprokal, Produk Impor dari AS Tak Perlu Sertifikasi Halal? Ini Faktanya
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) berbincang dengan Menteri Investasi dan Hilirasasi Rosan Roeslani (kiri) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan) saat menyampaikan keterangan pers terkait perjanjian tarif resiprokal dengan AS di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Perjanjian itu turut mengatur tentang sertikasi halal. [Antara]
baca 10 detik
  • Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian tarif dagang di Washington DC pada 19 Februari 2026.
  • Perjanjian menetapkan tarif impor 19 persen untuk produk Indonesia di AS, dan 99 persen produk AS bebas tarif.
  • Kesepakatan ini mengatur tentang sertifikasi halal untuk produk manufaktur, pertanian, dan pakan ternak dari Amerika Serikat.

Suara.com - Pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat dengan Donald Trump pada Kamis (19/2/2026) sudah menandatangani perjanjian tarif dagang antara dua negara di Washington DC.

Dengan perjanjian ini, produk impor dari Indonesia akan dikenakan tarif 19 persen di AS. Sebaliknya 99 persen produk AS akan bebas masuk ke Tanah Air tanpa tarif. Ada juga bagian yang mengatur tentang sertifikasi dan produk halal.

Soal sertifikasi dan label halal untuk produk impor dari AS ini memang diatur dalam dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang diterbitkan oleh Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR).

Ada dua bagian yang mengatur soal produk halal dalam perjanjian itu. Pertama adalah di bagian barang-barang manufaktur serta kedua di bagian produk pertanian dan pangan.

Bagian pertama di atur dalam Artikel 2.2 perjanjian tersebut. Butir-butirnya berisi:

  1. Demi memfasilitasi produk eskpor komestik, peralatan kesehatan dan produk manufaktur lain dari AS yang untuk saat ini memerlukan sertifikasi halal, Indonesia akan mengecualikan produk-produk AS dari syarat sertifikasi serta label halal.

  2. Indonesia harus mengecualikan kontainer dan material lain yang digunakan untuk mengangkut produk manufaktur dari syarat sertifikasi dan label halal, kecuali untuk kontainer dan material yang digunakan untuk mengangkut makanan, kosmetik dan produk farmasi.

  3. Indonesia tidak boleh menerapkan syarat sertifikasi dan pelabelan untuk produk non-halal. (Tapi produk yang dimaksud tetap wajib mengungkap informasi tentang bahan-bahan atau ingredients-nya pada kemasan)

  4. Indonesia akan mengizinkan lembaga pemberi sertifikat halal Amerika Serikat, yang diakui oleh otoritas halal Indonesia, untuk memberikan sertifikat halal pada produk yang diimpor Indonesia (dari AS) tanpa syarat tambahan. Indonesia akan memperlancar dan mempercepat proses agar lembaga sertifikasi halal AS diakui oleh otoritas halal Indonesia.


Di bagian pertama ini, kita bisa melihat bahwa memang untuk beberapa produk manufaktur sertifikasi halal tak diwajibkan, demikian juga dalam soal pengangkutannya. Tapi untuk pengangkutan produk makanan, kosmetik serta farmasi, sertifikasi halal untuk logistiknya tetap diwajibkan.

Bagian kedua, yang diatur dalam Artikel 2.22, adalah soal produk makanan dan pertanian. Berikut adalah poin-poinnya:

  1. Indonesia akan menerima praktik penyembelihan hewan di AS yang sesuai dengan hukum Islam dari negara yang menjadi anggota Standards and Metrology Institute for Islamic Countries (SMIIC)

  2. Indonesia akan mengecualikan produk non-hewani dan pakan hewan (dari AS), baik yang sudah direkayasa genetik atau tidak, dari sertifikasi dan syarat pelabelan halal.

  3. Indonesia akan mengecualikasn kontainer atau material lain yang digunakan untuk mengangkut makanan atau produk pertanian dari syarat sertifikasi dan pelabelan halal.

  4. Indonesia akan mengecualikan perusahaan pergudangan, penyimpanan dan pengemasan AS yang masuk dalam rantai pasok ekspor produk pertanian tersertifikasi halal ke Indonesia dari ujian kompetensi serta syarat sertifikasi halal untuk para karyawannya.

  5. Indonesia tidak akan mengadopsi atau menjalankan kebijakan apa pun yang mewajibkan perusahaan AS untuk menunjuk pakar halal untuk mengawasi operasional perusahaan.

Untuk poin nomor 2, penting dicatat bahwa Indonesia adalah salah satu anggota SMIIC. Adapun SMIIC memiliki 37 anggota yang terdiri dari negara-negara Islam yang terafiliasi dengan Organisasi Kerja Sama Islam atau OKI.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI-AS Sepakati Perjanjian Tarif, Garuda Indonesia Bakal Beli 50 Pesawat Boeing

RI-AS Sepakati Perjanjian Tarif, Garuda Indonesia Bakal Beli 50 Pesawat Boeing

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:18 WIB

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:33 WIB

Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Paus Pertama AS Soroti Konflik Moral

Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Paus Pertama AS Soroti Konflik Moral

Your Say | Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:01 WIB

Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI

Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:14 WIB

Deal Dagang Prabowo-Trump: Hilirisasi hingga Perpanjangan Freeport jadi 'Gula-gula' Pemerintah RI

Deal Dagang Prabowo-Trump: Hilirisasi hingga Perpanjangan Freeport jadi 'Gula-gula' Pemerintah RI

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:38 WIB

Terkini

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

×