facebook

Ganjar Rehabilitasi Rumah Kader PDIP, Kali Ini di Banjarnegara

Iwan Supriyatna
Ganjar Rehabilitasi Rumah Kader PDIP, Kali Ini di Banjarnegara
Ganjar Pranowo merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Rumah milik Supono (43) direnovasi agar menjadi hunian yang layak.

Ganjar Pranowo merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Rumah milik Supono (43) direnovasi agar menjadi hunian yang layak.

"Saya mau cek pembangunan RTLH untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan ini kebetulan bertemu dengan kader partai mumpung dalam suasana ultah partai," kata Ganjar Pranowo, Rabu (19/1/2022).

Ganjar mengaku menerima banyak laporan rumah masyarakat yang masih tidak layak huni. Oleh karena itu, Ganjar ingin upaya pengentasan kemiskinan dilakukan secara gotong royong.

"Kemarin banyak sekali yang lapor kepada saya, mudah-mudahan sih semua bisa gotong royong untuk memperbaiki kondisi (rumahnya)," ungkapnya.

Baca Juga: Jembatan Pengubung Desa Jebenplampitan-Larangan Rusak, Gubernur Ganjar Merasa Bersalah

Menurut Ganjar, perilaku gotong royong sangatlah penting dalam hidup berdampingan. Bila di suatu desa kebiasaan tersebut melekat dalam masyarakat, maka timbul spirit kebersamaan dan toleransi.

"Biasanya kalau gotong royong nya bagus di desa itu masyarakatnya rukun apapun agamanya kelompok suku," tutupnya.

*Rumah Supono Tak Layak Huni*

Supono adalah kader PDIP yang terbilang kurang mampu. Rumah Supono memang sangat sederhana, berukuran kecil dan beralaskan tanah, tak ada perabot mewah di rumah itu. Hanya ada kursi dan meja kayu sederhana di ruang tamu yang menghadap langsung ke dapur.

Atap rumah Supono juga banyak berlubang, di kala hujan, bocor selalu melanda. Dinding anyaman dan kayu penyangga rumah pun sudah keropos. Atas kondisi itulah, dia menjadi salah satu penerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dan jambanisasi.

Baca Juga: Anies Beberkan Penanganan Banjir Jakarta, Netizen Minta Ganjar Diskusi Dengan Anies Tangani Banjir di Jateng

"Sehari-hari pekerjaan saya sebagai buruh serabutan, dengan pendapatan Rp40 ribu per harinya. Anak saya dua, tidak cukup (untuk kebutuhan hidup dan renovasi rumah)," kata Supono, yang juga menjabat sebagai Ketua Ranting Desa Gemuruh.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar