facebook

Digitalisasi Desa Itu Sudah Sebuah Kewajiban, Bukan Pilihan

Iwan Supriyatna
Digitalisasi Desa Itu Sudah Sebuah Kewajiban, Bukan Pilihan
SimpelDesa dari Smart Village Nusantara (SVN) PT Telkom.

SimpelDesa dari Smart Village Nusantara (SVN) PT Telkom.

Suara.com - Digitalisasi desa yang salah satunya melalui layanan SimpelDesa dari Smart Village Nusantara (SVN) PT Telkom dinilai pemerintahan desa dan kecamatan saat ini bukan lagi sebuah pilihan tapi kewajiban.  

Dudi Supriadi, Camat Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengatakan, kompleksitas masalah kependudukan membutuhkan solusi yang cerdas, cepat, namun tepat. 

"Contohnya kami ini sudah kebingungan simpan arsip di mana, bingung kalau mau dihanguskan yang mana karena tiap hari bertambah. Demikian pula jumlah penduduk terus bertambah, sekarang saja sudah 100 ribu orang," katanya dalam keterangannya ditulis Jumat (21/1/2022).

Menurut dia, layanan SimpelDesa akan mendigitalisasi desa yang saat ini telah menjadi tuntutan masyarakat. Karenanya, aparat desa tidak lagi memandang teknologi informasi komunikasi (TIK) sebagai pilihan namun sebuah kewajiban. 

Baca Juga: Universitas Muslim Indonesia Perkuat Digitalisasi Hadapi Persaingan

"Kami punya 10 desa, ini akan meringankan saya kalau semua didigitalisasi karena pola percepatan dan prosesnya menjadi lebih baik. Kalau sekarang baru satu desa di Ciburuy, harapannya nanti semuanya terkoneksi SimpelDesa," katanya. 

Firmansyah, Kepala Desa Ciburuy, Kec. Padalarang, KBB mengatakan, SimpelDesa adalah penyuntik semangat dan vitamin moral bagi kades muda sepertinya di tengah berbagai tantangan kependudukan yang makin kompleks. 

"Sekarang kami sudah rasakan, data kependudukan dari 20.000 warga kami, sudah bisa diinput 60% nya dalam dua minggu. Kalau semua sudah masuk, kami optimistis akan bisa beri layanan prima ke masyarakat," sambungnya. 

Menurut dia, layanan SVN akan memudahkan banyak hal. Contohnya untuk layanan berkas kependudukan, registrasi LKD (Lembaga Kemasyarakatan Desa), mendata usaha mikro di desa, hingga pengelolaan BUMDesa. 

"Semangat kami berbakti akan dimudahkan aplikasi digital SimpelDesa, apalagi kami punya komunitas anak muda relawan Rancage yang melek IT," sambungnya. 

Baca Juga: Saingi Hongkong dan Singapura, Indonesia Disebut Potensial Jadi Lokasi Perluasan Bisnis Data Center

Wahyudi, Senior Leader Smart Villages & Community PT Telkom mengatakan, konsep smart village adalah penjabaran dari konsep layanan sebelumnya yakni smart city. Karenanya, sejumlah fitur kemudahan diberikan persis seperti pelayanan berbasis digital, komunikasi dan interaksi dengan masyrakat, musrenbang secara virtual, hingga adanya transparansi APBDesa. 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar