facebook

Hyundai Bakal Bangun Pabrik di Indonesia, Siap Produksi 250 Ribu Mobil per Tahun

M Nurhadi
Hyundai Bakal Bangun Pabrik di Indonesia, Siap Produksi 250 Ribu Mobil per Tahun
Hyundai Creta diyakini pantas menikmati fasilitas relaksasi PPnBM dari pemerintah. Mobil ini diproduksi di pabrik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat. [Antara]

Seiring dengan perkembangan yang signifikan, Indonesia diprediksi akan menjadi usat produksi mobil listrik Hyundai untuk pasar Asia Tenggara.

Suara.com - Hingga kini Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HHMI) terus mendorong bisnis mereka dengan embangun pabrik mobil listriknya di Indonesia. Nantinya pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi 250.000 unit mobil listrik per tahun.

Seiring dengan perkembangan yang signifikan, Indonesia diprediksi akan menjadi usat produksi mobil listrik Hyundai untuk pasar Asia Tenggara. 

“Penandatanganan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK CEPA di akhir tahun 2020 dan pembangunan mobik listrik oleh pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HHMI) merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dan Korea Selatan untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya," ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea, Gandi Sulistiyanto dikutip dari KBRI Seoul (21/1/2022).

"HMMI, yang ditujukan menjadi sentra produksi mobil listrik, berencana memproduksi mobil listrik di Asia Tenggara sebesar 250.000 unit per tahun. Oleh karena itu, saya mengundang sektor swasta Korea Selatan untuk maju bersama dengan pelaku usaha Indonesia dalam meningkatkan volume perdagangan pada berbagai sektor,” sambung dia.

Baca Juga: Rapor Hyundai-Kia 2021: Penjualan Mobil Ramah Lingkungan untuk Eropa Tembus 1 Juta Unit

Ia sendiri bertugas bersamaan dengan Presidensi Indonesia pada G20 yang mengusung tema Recover Together, Recover Stronger, Indonesia. Sehingga ia sendiri memiliki misi untuk mengajak 19 ekonomi terbesar di dunia, termasuk Korea Selatan, untuk fokus  pada agenda yang berkaitan.

Misi-misi tersebut diantaranya menata arsitektur kesehatan global, transformasi digital dan transisi energi ramah lingkungan.

“Indonesia memandang penting peran pelaku usaha Korsel yang tergabung dalam KIMA untuk mengembangkan kemitraan business-to-business,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua KIMA, Kim Ki-Chan mengaku bangga dan menyambut Dubes Gandi Sulistiyanto yang baru tiba di kota Seoul pada awal bulan Januari 2022. 

“Seluruh anggota KIMA berkomitmen untuk giat menjalin relasi dengan pengusaha Indonesia serta mendukung kepemimpinan Indonesia pada forum G20,” tutupnya. 

Baca Juga: Shell Indonesia Sediakan V-Power Diesel Standar Euro 5, Berikut Contoh Mobil yang Sesuai

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar