Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Muncul Covid Varian Baru, Luhut Salahkan Distribusi Vaksin yang Tak Merata

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 25 Januari 2022 | 12:26 WIB
Muncul Covid Varian Baru, Luhut Salahkan Distribusi Vaksin yang Tak Merata
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. [Dok.Antara]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan virus covid-19 kini telah berevolusi menjadi varian-varian baru. Terbaru, terdapat varian omicron yang kini merebak di semua negara.

Namun, tutur Luhut, banyaknya varian Covid-19 ini disebabkan karena distribusi vaksin yang tidak merata antara negara maju dengan berkembang. Sehingga, membuat virus berevolusi menjadi varian yang ganas seperti delta.

"Pada tahun 2020 banyak berharap distribusi vaksin di 2021 dapat mempercepat pemulihan ekonomi, namun distribusi vaksin yang tidak merata antar negara menyebabkan adanya varian baru," ujar Luhut dalam "Ekonomi Outlook" yang digelar HIPMI, Selasa (25/1/2022).

Wakil Ketua KPCPEN ini menuturkan, Indonesia sempat merasakan tidak meratanya distribusi vaksin, sehingga dalam negeri diserang varian Delta dari India pada pertengahan tahun 2021 lalu.

Bahkan, lanjut Luhut, serangan varian delta ini membuat gelombang kedua terjadi di mana banyak rumah sakit yang tidak menampung pasien Covid-19, sehingga tak tertolong.

"Gelombang kedua bisa diatasi dengan pembatasan masyarakat, melalui PPKM Darurat dan diimplementasikan kerja sama kita semua. Belajar dari gelombang pertama PPKM, juga direlaksasikan secara perlahan atau per level sesuai tingkat keparahan. Tracing, testing, dan aplikasi pedulilindungi terus digalakkan agar ekonomi bisa dibuka bertahap," ucap dia.

Namun demikian, Luhut melihat saat ini pemerintah kembali waspada di mana adanya varian omicron yang ditemui di Afrika Selatan. Sebab, berdasarkan pengamatan awal varian omicron berpotensi lebih mudah menular.

"Di sisi lain sejauh ini gejala masih ringan, tapi kita tidak boleh anggap enteng," imbuh dia.

Sebelumnya, Luhut menganggap kenaikan kasus aktif varian omicron belum tinggi seperti varian Delta. Bahkan, bilang dia, dengan kenaikan kasus yang terjadi masih lebih rendah dari 90% jika dibandingkan dengan kasus puncak Delta.

"Sejak varian Omicron ditemukan satu bulan yang lalu di Indonesia, hari ini belum terlihat tanda-tanda kenaikan kasus yang cukup eksponensial seperti yang terjadi di belahan negara yang lain," ujar Luhut dalam konferensi pers PPKM secara virtual, Senin (24/1/2022),

Selain itu, Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) ini juga mengungkapkan, posisi keterisian kamar tidur rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Jawa Bali jauh lebih baik dibandingkan dengan awal kenaikan varian delta.

Sehingga, lanjut dia memberikan ruang yang lebar sebelum mencapai batas mengkhawatirkan 60%. "Kasus kematian harian di seluruh wilayah Jawa Bali selama 14 hari terakhir juga masih pada tingkat yang cukup rendah," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Hanya Diminta Waspada di Tengah Menggilanya Kasus Omicron

Masyarakat Hanya Diminta Waspada di Tengah Menggilanya Kasus Omicron

Bisnis | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:47 WIB

Waspada Varian Omicron, Pokja FKKMK UGM Berharap Balita Bisa Segera Divaksin Covid-19

Waspada Varian Omicron, Pokja FKKMK UGM Berharap Balita Bisa Segera Divaksin Covid-19

Jogja | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:42 WIB

Gejala Umum Virus Omicron yang Bisa Dikenali Menurut CDC

Gejala Umum Virus Omicron yang Bisa Dikenali Menurut CDC

Batam | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:41 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB