Muncul Covid Varian Baru, Luhut Salahkan Distribusi Vaksin yang Tak Merata

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 25 Januari 2022 | 12:26 WIB
Muncul Covid Varian Baru, Luhut Salahkan Distribusi Vaksin yang Tak Merata
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. [Dok.Antara]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan virus covid-19 kini telah berevolusi menjadi varian-varian baru. Terbaru, terdapat varian omicron yang kini merebak di semua negara.

Namun, tutur Luhut, banyaknya varian Covid-19 ini disebabkan karena distribusi vaksin yang tidak merata antara negara maju dengan berkembang. Sehingga, membuat virus berevolusi menjadi varian yang ganas seperti delta.

"Pada tahun 2020 banyak berharap distribusi vaksin di 2021 dapat mempercepat pemulihan ekonomi, namun distribusi vaksin yang tidak merata antar negara menyebabkan adanya varian baru," ujar Luhut dalam "Ekonomi Outlook" yang digelar HIPMI, Selasa (25/1/2022).

Wakil Ketua KPCPEN ini menuturkan, Indonesia sempat merasakan tidak meratanya distribusi vaksin, sehingga dalam negeri diserang varian Delta dari India pada pertengahan tahun 2021 lalu.

Bahkan, lanjut Luhut, serangan varian delta ini membuat gelombang kedua terjadi di mana banyak rumah sakit yang tidak menampung pasien Covid-19, sehingga tak tertolong.

"Gelombang kedua bisa diatasi dengan pembatasan masyarakat, melalui PPKM Darurat dan diimplementasikan kerja sama kita semua. Belajar dari gelombang pertama PPKM, juga direlaksasikan secara perlahan atau per level sesuai tingkat keparahan. Tracing, testing, dan aplikasi pedulilindungi terus digalakkan agar ekonomi bisa dibuka bertahap," ucap dia.

Namun demikian, Luhut melihat saat ini pemerintah kembali waspada di mana adanya varian omicron yang ditemui di Afrika Selatan. Sebab, berdasarkan pengamatan awal varian omicron berpotensi lebih mudah menular.

"Di sisi lain sejauh ini gejala masih ringan, tapi kita tidak boleh anggap enteng," imbuh dia.

Sebelumnya, Luhut menganggap kenaikan kasus aktif varian omicron belum tinggi seperti varian Delta. Bahkan, bilang dia, dengan kenaikan kasus yang terjadi masih lebih rendah dari 90% jika dibandingkan dengan kasus puncak Delta.

"Sejak varian Omicron ditemukan satu bulan yang lalu di Indonesia, hari ini belum terlihat tanda-tanda kenaikan kasus yang cukup eksponensial seperti yang terjadi di belahan negara yang lain," ujar Luhut dalam konferensi pers PPKM secara virtual, Senin (24/1/2022),

Selain itu, Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) ini juga mengungkapkan, posisi keterisian kamar tidur rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Jawa Bali jauh lebih baik dibandingkan dengan awal kenaikan varian delta.

Sehingga, lanjut dia memberikan ruang yang lebar sebelum mencapai batas mengkhawatirkan 60%. "Kasus kematian harian di seluruh wilayah Jawa Bali selama 14 hari terakhir juga masih pada tingkat yang cukup rendah," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Hanya Diminta Waspada di Tengah Menggilanya Kasus Omicron

Masyarakat Hanya Diminta Waspada di Tengah Menggilanya Kasus Omicron

Bisnis | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:47 WIB

Waspada Varian Omicron, Pokja FKKMK UGM Berharap Balita Bisa Segera Divaksin Covid-19

Waspada Varian Omicron, Pokja FKKMK UGM Berharap Balita Bisa Segera Divaksin Covid-19

Jogja | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:42 WIB

Gejala Umum Virus Omicron yang Bisa Dikenali Menurut CDC

Gejala Umum Virus Omicron yang Bisa Dikenali Menurut CDC

Batam | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:41 WIB

Terkini

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:35 WIB

Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil

Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:02 WIB

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:43 WIB

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:17 WIB

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:07 WIB

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:32 WIB

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:00 WIB

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:27 WIB

Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril

Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:10 WIB