Suara.com - Saham gorengan adalah istilah dalam dunia saham yang mana fundamentalnya buruk atau kurang bagus, namun ada oknum yang dengan sengaja melakukan memanipulasi harga saham tersebut guna memperoleh keuntungan.
Oleh karena itu, pastikan untuk selalu berhati-hati memilih saham, terutama bagi investor pemula yang terjun ke pasar bursa. Alih-alih ingin mendapatkan banyak keuntungan, malah boncos karena beli saham gorengan.
Umumnya, para oknum ini akan membentuk suatu opini investor retail agar target tertarim untuk beli saham gorengan tersebut. Saat harga saham tersebut sukses meningkat, oknum tersebut pun akan melancarkan aksi profit taking.
Hal tersebut tentunya berisiko tinggi bagi investor retail, khususnya investor pemula. Saat oknum tersebut sukses memperoleh keuntungan dari harga tertinggi serta memutuskan untuk jual saham tersebut, maka tak menutup kemungkinan bahwa harga saham tersebut akan kembali turun bahkan tertidur.
Agar tidak terjebak oleh saham goreng. Mari simak berikut ini ciri-cirinya. Melansir dari berbagai sumber, adapun ciri-ciri aaham gorengan adalah sebagai berikut:
1. Kapitalisasi Pasar Kecil
Umumnya, saham gorengan adalah saham yang berada di luar lapisan saham blue chip. Itu artinya, saham-saham ini mempunyai kapitalisasi yang rendah.
Saham-saham di luar lapisan saham blue chip ini dipilih biasanya karena kapitalisasinya rendah sehingga oknum dapat lebih mudah dalam mengendalikan harga pasar.
2. Volume Harian Tidak Umum
Investor dapat menganalisa volume transaksi dari saham tersebut. Investor perlu memerhatikan saat volume perdagangan saham tiba-tiba meningkat. Oleh karena itu, investor perlu untuk melihat catatan volume transaksi yang sebelumnya. Selain itu, investor juga bisa menunggu hingga volume tersebut memiliki pola teratur.
3. Volatilitas Harga Tak Beraturan
Ciri berikutnya, investor bisa juga menganalisis pergerakan harga atau melihat volatilitasnya. Biasanya, saham yang digoreng bisa tiba-tiba melejit tapi juga bisa tiba-tiba terjun bebas.
4. Masuk Daftar UMA (unusual market activity)
BEI (Bursa Efek Indonesia) akan mengawasi saham-saham yang memiliki pergerakan ekstrem yang lebih dari 2 hari. Umumnya, saham-saham yang memiliki gerakan mencurigakan akan disemprit BEI.
Selain itu, penting juga bagi investor untuk cek list emiten yang masuk ke radar UMA (unusual market activity). Emiten yang ada dalam radar UMA ini bisa jadi semacam alarm sekaligus peringatan bagi investor.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
9 Langkah Cara Buka Tabungan Emas Antam, Lengkap dengan Syarat dan Kewajiban
Bisnis | Kamis, 27 Januari 2022 | 15:14 WIB
Ajukan Bukti Baru Tuduhan KKN Kaesang dan Gibran, Dosen UNJ Yakin KPK Bertindak Adil
Bisnis | Kamis, 27 Januari 2022 | 14:38 WIB
Dua Kasus Perhimpunan Dana Ilegal Diungkap Polisi, Kumpulkan Uang Haram Hingga Triliunan
Bisnis | Kamis, 27 Januari 2022 | 13:16 WIB
BEI Kembali Izinkan Perdagangan Saham KONI, Begini Respon Manajemen
Bisnis | Kamis, 27 Januari 2022 | 12:01 WIB
IHSG Kamis Pagi Dibuka Melemah 0,21 Persen ke Posisi 6.586
Bisnis | Kamis, 27 Januari 2022 | 09:10 WIB
Telan Dana Rp33 Triliun, Proyek DME Diklaim Menteri Bahlil Serap 13 Ribu Pekerja
Bisnis | Kamis, 27 Januari 2022 | 08:01 WIB
Terkini
Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:01 WIB
Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:46 WIB
Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:22 WIB
Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:48 WIB
Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:42 WIB
Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:41 WIB
Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:55 WIB
Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:15 WIB
Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa
Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB