facebook

Sejak Masa Pandemi 2021, Sektor Properti Masih Bergerak dalam Perkembangan Positif

Fabiola Febrinastri
Sejak Masa Pandemi 2021, Sektor Properti Masih Bergerak dalam Perkembangan Positif
Indonesia Industry Outlook #IIO2022, Jakarta, Rabu (9/1/2022). (Suara.com/Nessy F)

Konsumen harus memiliki kesadaran untuk memproteksi diri mereka.

Suara.com - Country Manager rumah.com, Marine Novita mengatakan, berdasarkan hasil refleksinya soal dinamika industri pada 2021, properti masih bergerak kepada perkembangan yang positif. Bantuan program pemerintah seperti BPHTB 0% dan PPN 0% untuk pembelian rumah di bawah Rp2 miliar dinilai membantu, atau bahkan meningkatkan daya beli konsumen.

“Pandemi is tough for everyone. Saya melihatnya dari sisi bisnis properti kita, sepertinya menjadi mulai terbiasa. Muncul kebiasan new normal untuk bertahan,” ujarnya dalam Indonesia Industry Outlook #IIO2022, Jakarta, Rabu (9/1/2022).

Kegiatan #IIO2022 dilakukan dengan mengungkap perubahan-perubahan yang terjadi di 25 industri/pasar berdasarkan survei yang dilakukan akhir Desember 2021 terhadap 770 responden di 10 kota utama di Indonesia, serta melalui digital monitoring di media sosial untuk mengetahui sentimen netizen.

Marine menyebut, walaupun aktivitas bergerak secara online selama pandemi, hal ini tidak mematikan industri properti. Pencarian dan pembelian rumah justru beralih atau mengalami shifting melalui online.

Baca Juga: Tahun Ini Industri Properti Bakal Diselamatkan Generasi Milenial, Kok Bisa?

Perpindahan (shifting) ini terbukti dari laporan rumah.com, yang mengalami kenaikan hingga 37% sejak tahun 2021. Menurut Marine, pada kuartal ketiga lalu, Property Market Index mencatat ada kenaikan sekitar 23,4%.

Fitur Teknologi Industri Properti Berubah
Dari sisi adaptasi teknologi, industri properti juga menjadi lebih mampu mengembangkan fitur-fitur yang bisa membantu property-seeker. Informasi mengenai properti yang dijual tidak hanya sekadar foto dan tulisan, tetapi ada fitur 360, misalnya.

Melalui fitur ini, pembeli dapat secara virtual mendapatkan pengalaman melihat rumah dari berbagai sisi. Mereka tidak perlu datang ke lokasi, tapi dapat merasakan seperti ada di lokasi.

Sementara terkait preferensi hunian akibat pandemi, Marine menjustifikasi temuan tim riset #IIO2022 bahwa hunian rumah tapak lebih diminati dibandingkan apartemen.

"Hal ini terkait dengan pertimbangan kesehatan yang bergerak naik. Rumah tapak menjadi pilihan, karena memungkinkan kepemilikan ruang terbuka pribadi dibandingkan apartemen," ujar Marine.

Baca Juga: Bisnis Properti di Jabodetabek Diprediksi Tetap Menjanjikan Meski Ibu Kota Pindah, Ini Alasannya

Selain itu, muncul preferensi unik selama pandemi dari konsumen properti, yaitu konsep DIY atau Do It Yourself. Ini adalah membangun sendiri konsep dan interior properti yang mereka beli.

Komentar