Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Kementerian PUPR : Pembangunan Infrastruktur dan Properti Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Jum'at, 04 Februari 2022 | 19:49 WIB
Kementerian PUPR : Pembangunan Infrastruktur dan Properti Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional
Sektor Properti Gerakkan Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi. (Dok : Kementerian PUPR)

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan adanya pembangunan infrastruktur dan properti saat ini sangat mendukung upaya pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah berharap dukungan dari berbagai sektor usaha serta peran aktif masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan pembangunan mengingat adanya keterbatasan dana APBN yang ada.

"Pemerintah terus mengupayakan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini dengan mendorong pembangunan baik infrastruktur maupun sektor properti di Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam Webinar bertemakan "Kuat Bersama Sektor Properti sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi" secara daring di Jakarta, Jum'at (4/2/2022).

Kegiatan tersebut diikuti juga perwakilan Dijen Perumahan Kementerian PUPR, Bank BTN, Perumnas, BP Tapera, DPP REI, Pengamat Properti, serta masyarakat luas.

Iwan menerangkan, sektor properti bisa dikatakan sebagai lokomotif pemulihan ekonomi mengingat banyak banyak usaha serta produk bahan bangunan yang digunakan dalam pembangunan rumah bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga berusaha agar masyarakat bisa ikit terlibat dalam proses pembangunan rumah melalui skema padat karya serta mendorong sektor perbankan menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi.

"Dana APBN untuk alokasi anggaran perumahan juga sangat terbatas sehingga belum mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan MBR terhadap perumahan. Untuk itu pemerintah berusaha menggandeng peran aktif dari asosiasi pengembang, sektor swasta, perbankan dan masyarakat untuk turut membangun sektor properti," harapnya.

Lebih lanjut, Iwan menerangkan, berdasarkan data Susesnas tahun 2020 lalu angka backlog kepemilikan perumahan mencapai 12,75 juta belum termasuk pertumbuhan keluarga baru 700 hingga 800 ribu per tahun. Selain itu, adanya pandemi Covid 19 yang melanda juga menyebabkan terjadinya penurunan daya beli masyarakat terutama di segmen menengah ke bawah (MBR) dan akibatnya terjadi penurunan daya beli rumah yang dibangun pengembang.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR mentargetkan program perumahan dalam RPJMN 2020-2024 adalah meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terhadap perumahan dan permukiman layak, aman dan terjangkau untuk mewujudkan kota yang inklusif dan layak huni dengan target akses hingga 70 persen di tahun 2024 mendatang.

Untuk itu, sebanyak 5 juta unit rumah merupakan intervensi langsung pemerintah dan 6 juta unit rumah intervensi tidak langsung dalam bentuk fasilitasi atau bantuan serta subsidi perbaikan, peningkatan akses layanan infrastruktur dasar, pemberdayaan komunitas, peningkatan keandalan bangunan dan penanganan kumuh.

"Untuk memenuhi target 5jt unit intervensi langsung Kementerian PUPR melalui Ditjen Perumahan fokus pada kebijakan penyelenggaraan perumahan sedangkan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI)  fokus pada penyelenggaraan kebijakan pembiayaan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan malalui pemberian bantuan pembiayaan perumahan antara lain FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan), SSB (Subsidi Selisih Bunga), dan SBUM (Subsidi Bantuan Uang Muka)," terangnya.

Guna mendorong pemulihan ekonomi tersebut, imbuh Iwan, Kementerian PUPR membutuhkan dukungan dari semua stakeholder perumahan untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan di sektor properti yang berimbang untuk semua sektor dari menengah ke atas sampai menengah ke bawah.

"Pemulihan ekonomi nasional memerlukan komitmen dari semua stakeholder untuk mendukung inovasi kebijakan yang dibuat Pemerintah dalam rangka meningkatkan supply dan demand perumahan di Indonesia," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prospek Investasi Properti Zaman Now

Prospek Investasi Properti Zaman Now

Jakarta | Kamis, 03 Februari 2022 | 17:12 WIB

Kalla Group Akan Bangun Bisnis Properti dan Otomotif di Kalimantan, Dukung Pembangunan Ibu Kota Negara

Kalla Group Akan Bangun Bisnis Properti dan Otomotif di Kalimantan, Dukung Pembangunan Ibu Kota Negara

Sulsel | Kamis, 03 Februari 2022 | 14:51 WIB

Menko Airlangga Hartarto Sebut Sinyal Pemulihan Ekonomi Terus Bertambah

Menko Airlangga Hartarto Sebut Sinyal Pemulihan Ekonomi Terus Bertambah

Bisnis | Kamis, 03 Februari 2022 | 14:08 WIB

Hingga Akhir 2021, BRI Miliki Lebih dari 500 Ribu AgenBRILink di Seluruh Indonesia

Hingga Akhir 2021, BRI Miliki Lebih dari 500 Ribu AgenBRILink di Seluruh Indonesia

Sumsel | Kamis, 03 Februari 2022 | 14:00 WIB

Hingga Akhir Desember 2021, Penyaluran Kredit BRI Tumbuh 7,16% Year on Year

Hingga Akhir Desember 2021, Penyaluran Kredit BRI Tumbuh 7,16% Year on Year

Jawa Tengah | Kamis, 03 Februari 2022 | 12:30 WIB

Laba 2021 Rp32,22 Triliun, BRI: Penopang Utama Pertumbuhan Terletak pada Kinerja Kredit

Laba 2021 Rp32,22 Triliun, BRI: Penopang Utama Pertumbuhan Terletak pada Kinerja Kredit

Jogja | Kamis, 03 Februari 2022 | 12:00 WIB

Terkini

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB