Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Enesis Salurkan Bantuan untuk Cegah Kasus DBD di Bali

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 16 Februari 2022 | 14:50 WIB
Enesis Salurkan Bantuan untuk Cegah Kasus DBD di Bali
Enesis Group kembali memberikan bantuan untuk peningkatan protokol kesehatan di masa pandemi dan juga pencegahab DBD kepada Pemerintah Provinsi Bali.

Suara.com - Ditengah kasus Omicron yang mulai meningkat ternyata kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pun juga semakin tinggi. Enesis Group kembali memberikan bantuan untuk peningkatan protokol kesehatan di masa pandemi dan juga pencegahab DBD kepada Pemerintah Provinsi Bali.

Ketua Yayasan Enesis Indonesia, Elkana Lewerisa bersama Brand Manager Antis Hand Sanitizer, Tegar Baskoro hadir di Kantor Wakil Gubernur Bali, Denpasar.

Penyerahan simbolis diawali dengan audensi bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), yang didampingi oleh BPBD Bali yang diwakili oleh Kabid Kedaruratan Dan Logistik Nyoman Suanjaya, dan Diskominfos Bali yang diwakili oleh Yupi Wahyundari.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi teman-teman dari enesis group untuk membantu pemerintah provinsi Bali dan masyarakat Bali dalam rangka penanganan Covid-19 yang belum berakhir. Setelah tadi sudah dijelaskan ada 3.280 buah Soffell dan 1.000 Healthy Kit dan perlengkapan tersebut yang sampai saat ini masih kami perlukan. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa langsung dimanfaatkan dan semoga tindakan mulia dari enesis group ini bisa ditiru Dan diikuti oleh pihak lain, karena pemerintah tidak bisa sendiri tanpa pihak swasta. Harapan kami, tentu teman-teman semua bisa bangkit termasuk enesis group dan menyadari bahwa pandemi ini tidak hanya berdampak atau menekan sektor pariwisata akan tetapi semua sektor tertekan,” Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).

Setelah penyerahan simbolis, pembagian healthy kit dilakukan di Pasar Kreneng, Denpasar.

“Hari ini kami datang bersama BPBD Bali kia membagikan healthy kit kepada mereka yang setiap hari masih harus beraktifitas sebagai pedagang. Pembagian Healthy Kit ini untuk memastikan pedagang-pedagang di Pasar Kreneng untuk selalu ingat dan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, selalu mencuci tangan. Dan disini kami memberikan Healthy KIT, dimana didalamnya berisikan Masker, Antis Hand Sanitizer, Plossa Minyak Aromaterapi, Soffell Anti Nyamuk, Scrubber dan vitamin Amunizer. Produk-produk kesehatan dari Enesis Group ini diharapkan dapat melindungi para pedagang sehingga aman dan sehat.” ucap Elkana.

Berita ini sebelumnya dimuat Wartaekonomi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Cegah DBD di Tengah Pandemi, Enesis Kembali Salurkan Bantuan Kepada Wagub Bali"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Demam Berdarah di Pandeglang Melonjak, Sejak Januari Sudah Ada 70 Kasus

Kasus Demam Berdarah di Pandeglang Melonjak, Sejak Januari Sudah Ada 70 Kasus

Banten | Senin, 14 Februari 2022 | 14:59 WIB

DPRD Minta Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Seriusi Penanganan Demam Berdarah

DPRD Minta Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Seriusi Penanganan Demam Berdarah

Jatim | Sabtu, 12 Februari 2022 | 06:00 WIB

Permintaan Trombosit di Bondowoso Meningkat Imbas Lonjakan Kasus Demam Berdarah

Permintaan Trombosit di Bondowoso Meningkat Imbas Lonjakan Kasus Demam Berdarah

Malang | Jum'at, 11 Februari 2022 | 20:43 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB