Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Bill Gates: Akan Ada Pandemi Baru yang Menghantui Dunia Setelah Covid-19

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 21 Februari 2022 | 08:10 WIB
Bill Gates: Akan Ada Pandemi Baru yang Menghantui Dunia Setelah Covid-19
Bill Gates. [Ludovic Marin/AFP]

Suara.com - Bos dan pendiri Microsoft Bill Gates menyebut risiko keparahan dari virus Covid-19 terus akan berkurang. Akan tetapi, ia melihat akan ada pandemi baru yang menghantui manusia di dunia.

Seperti dikutip dari CNBC, Ketua Bersama Yayasan Bill & Melinda Gates Berbicara Konferensi Keamanan Munich tahunan Jerman dengan mengatakan bahwa potensi pandemi baru kemungkinan akan berasal dari patogen yang berbeda dengan keluarga virus corona.

Namun, dia melihat kemajuan dalam teknologi medis akan membantu dunia melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam memeranginya pandemi baru tersebut, jika investasi dilakukan sekarang.

"Kita akan menghadapi pandemi lain. Ini akan menjadi patogen yang berbeda di lain waktu," ujar Gates, Senin (21/2/2022).

Dua tahun setelah pandemi virus corona, Bill Gates mengatakan efek terburuk telah memudar ketika sebagian besar populasi global telah memperoleh beberapa tingkat kekebalan. Tingkat keparahannya juga berkurang dengan varian omicron terbaru.

"Kemungkinan penyakit parah, yang terutama terkait dengan usia lanjut dan memiliki obesitas atau diabetes, risiko itu sekarang berkurang secara dramatis karena paparan infeksi itu," katanya.

Bill Gates mengatakan, sudah terlambat untuk mencapai target WHO untuk memvaksinasi 70% populasi global pada pertengahan 2022. Saat ini 61,9% populasi dunia telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

Dia menambahkan bahwa dunia harus bergerak lebih cepat di masa depan untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin, meminta pemerintah untuk berinvestasi sekarang.

"Lain kali kita harus mencoba dan membuatnya, alih-alih dua tahun, kita harus membuatnya lebih seperti enam bulan," kata Bill Gates.

"Biaya untuk bersiap menghadapi pandemi berikutnya tidak begitu besar. Tidak seperti perubahan iklim. Jika kita rasional, ya, lain kali kita akan menangkapnya lebih awal."

Gates, melalui Yayasan Bill & Melinda Gates, telah bermitra dengan Wellcome Trust Inggris untuk menyumbangkan USD 300 juta kepada Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, yang membantu membentuk program Covax untuk mengirimkan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kendalikan Pandemi, Pejabat Hong Kong Ngaku Sudah Habis-habisan Tekan Penularan Covid-19

Kendalikan Pandemi, Pejabat Hong Kong Ngaku Sudah Habis-habisan Tekan Penularan Covid-19

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 02:05 WIB

Survei: 71 Persen Responden Puas dengan Kebijakan Pemerintah Soal Pandemi

Survei: 71 Persen Responden Puas dengan Kebijakan Pemerintah Soal Pandemi

News | Minggu, 20 Februari 2022 | 16:24 WIB

Bagaimana Nasib Peloton dan Olahraga Online Lain Selepas Pandemi?

Bagaimana Nasib Peloton dan Olahraga Online Lain Selepas Pandemi?

Video | Senin, 21 Februari 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:21 WIB

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:12 WIB

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 13:11 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB