- Belanja Nasional Q1-2026 tembus Rp184,02 T, lampaui target berkat momentum Ramadan-Lebaran.
- Program Friday Mubarak jadi penyumbang terbesar dengan nilai transaksi Rp129,12 triliun.
- Kunjungan mal naik 12%, Pemerintah siapkan promo lanjutan untuk jaga daya beli sepanjang 2026.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan menyebut momentum Ramadan dan Idulfitri kembali menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga pada awal 2026. Hal ini tercermin dari capaian Program Belanja Nasional triwulan I 2026 yang berhasil menembus Rp184,02 triliun.
Lonjakan tersebut menunjukkan peran signifikan periode musiman dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika kondisi global.
Data Kementerian Perdagangan mencatat realisasi tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp172,38 triliun.
“Secara keseluruhan, realisasi Program Belanja Nasional Triwulan I Tahun 2026 tercatat mencapai Rp184,02 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp172,38 triliun," ujar Busan kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
"Keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menciptakan stimulus yang efektif bagi konsumsi masyarakat, khususnya dalam menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri,” kata Busan.
Kontribusi terbesar berasal dari program Friday Mubarak yang digelar oleh APRINDO dengan nilai transaksi mencapai Rp129,12 triliun. Angka ini tercatat 8,5 persen di atas target, dengan partisipasi sekitar 200 merek ritel, 11 juta pedagang pasar, hingga 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.
Sementara itu, program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 mencatat transaksi sebesar Rp54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target. Program ini melibatkan sekitar 800 merek dan 80.000 gerai ritel yang tersebar di 24 provinsi.
“Capaian pada Triwulan 1 menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan konsumsi domestik sepanjang tahun 2026,” kata Busan.
Selain nilai transaksi, tren kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan juga menunjukkan peningkatan. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mencatat kenaikan kunjungan hingga 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Konsumsi masyarakat selama periode tersebut didominasi oleh kategori makanan dan minuman serta sektor hiburan, yang secara konsisten menjadi penggerak utama belanja musiman.
“Peningkatan kunjungan ini menjadi sinyal positif pemulihan dan penguatan sektor ritel nasional. Pemerintah optimistis tren ini akan terus berlanjut dengan proyeksi pertumbuhan kunjungan pada Triwulan I-2026 yang diperkirakan tetap tumbuh di atas 10 persen secara tahunan (year-on-year),” jelas Busan.
Ke depan, pemerintah bersama pelaku usaha akan melanjutkan berbagai program belanja strategis guna menjaga momentum konsumsi. Di antaranya BINA Holiday pada Juni–Juli 2026, BINA HBD Indonesia pada Agustus, hingga BINA Indonesia Great Sale pada Desember 2026.
“Pemerintah bersama asosiasi pelaku usaha akan terus berkolaborasi mendorong keberlanjutan program belanja nasional. Ini adalah upaya strategis kami dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjadi katalis utama pertumbuhan sektor perdagangan ritel nasional,” pungkas Busan.