Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Kepercayaan Investor Asing Mulai Kembali, IHSG Diprediksi Tembus 7.300 di Akhir 2022

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 24 Februari 2022 | 10:52 WIB
Kepercayaan Investor Asing Mulai Kembali, IHSG Diprediksi Tembus 7.300 di Akhir 2022
Bursa Efek Indonesia (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah situasi global yang masih dipenuhi oleh sentimen kurang baik, pasar keuangan dalam negeri sedang diliputi suasana positif menyusul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan tren positif dan rupiah yang mampu bertahan di tengah tekanan eksternal.

Pada penutupan transaksi Jumat (18/02/2022) lalu, IHSG ditutup naik 0,84% ke 6.892,818 yang merupakan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

“Kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia semakin membaik di awal tahun ini. Terlihat dari selama periode 50 hari pertama 2022, IHSG sudah mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,88%. Ini merupakan awalan yang bagus dan kami proyeksikan masih akan berlanjut mengingat sejumlah capaian positif dari domestik masih akan terus bermunculan. Capaian positif ini yang akan mendorong kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan nasional. Kami memproyeksikan IHSG di akhir 2022 terus naik hingga mencapai level 7.300,” ujar Budi Hikmat, Kepala Ekonom Bahana TCW ditulis Kamis (24/2/2022).

Setidaknya ada dua hal utama yang mendorong penguatan kinerja IHSG ke depan, yaitu, Pertama; secara fundamental, perbaikan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 terus berlanjut.

Perbaikan fundamental ini merupakan hasil dari stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), berbagai insentif pajak, serta kebijakan akomodatif oleh BI yang telah berjalan sejak awal pandemi. Pemulihan ekonomi domestik yang kuat tercermin dari kembalinya daya beli masyarakat.

Per Desember 2021, pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh 22.98% secara tahunan. Pemulihan yang terus berlanjut turut didukung oleh neraca perdagangan yang membaik.

Bank Indonesia (BI) menyampaikan neraca transaksi berjalan berhasil mencetak surplus pada 2021 lalu sebesar US$ 3,3 miliar atau setara Rp 47 triliun. Ini merupakan surplus pertama setelah mencatatkan defisit beruntun selama sembilan tahun terakhir.

Naiknya harga komoditas sejak 2021 lalu diproyeksi akan berdampak pula pada kinerja emiten yang akan mendorong earnings levels. Secara rata-rata di tahun ini akan ada peningkatan earnings sebesar 17,19% yang akan mendorong IHSG ke level 7.300 atau tumbuh 11% dari akhir 2021 lalu.

Kedua; Kepercayaan investor asing yang mulai terjaga yang membawa dana masuk (inflow) asing ke pasar keuangan nasional sejak Kuartal IV 2021 yang lalu. Perbaikan fundamental dipersepsikan positif oleh investor asing meski posisi dana masuk asing belum seperti saat masa commodity boom. Namun, momentum ini bisa diartikan sebagai titik awal kembalinya kepercayaan investor asing ke pasar saham Indonesia.

Sejak awal 2022, aliran dana masuk (net inflow) asing ke pasar saham Indonesia telah mencapai Rp 20,3 triliun(year to date/ytd). Hal ini menunjukkan dukungan atau kepercayaan yang solid dari investor asing dan dapat menjadi indikator yang bagus untuk kinerja IHSG ke depan.

Bahana TCW juga percaya IHSG hanya akan terdampak minim oleh sentimen negatif yang berasal dari eksternal, seperti The Fed yang berencana meningkatkan suku bunganya hingga lima kali dalam tahun ini, ketegangan antara Rusia dan Ukraina, serta market global yang menunjukkan tren pelemahan.

“Investor asing melihat ekonomi di tahun ini dan tahun-tahun mendatang sebagai tahun harvesting dari apa yang dilakukan pemerintah sejak 2014 lalu. Sejak 2014 lalu, pemerintah telah memulai berbagai proyek infrastruktur strategis nasional secara masif dan mulai 2019 lalu pemerintah secara serius memperbaiki regulasi guna mendukung kemudahan investasi di dalam negeri, salah satunya melalui omnibus law. Dan saat ini pasar melihat bahwa apa yang sudah dilakukan pemerintah sejak 2014 tersebut sudah mulai menunjukkan hasilnya.” kata Budi.

“Saat ini pelaku pasar utamanya asing melihat Indonesia mulai terlihat memiliki karakter ekonomi yang jelas. Saat ini terlihat Indonesia sebagai negara manufaktur dengan kebijakan peningkatan nilai tambah sejumlah komoditas alam dan tidak hanya berorientasi menjual bahan mentah, contohnya produksi nikel, baja dan lain-lain. Jadi, masuknya asing ke pasar saham Indonesia lebih disebabkan oleh level of confidence terhadap story of growth ekonomi Indonesia di masa mendatang. Dengan kata lain, kepercayaan pelaku pasar asing kembali tumbuh karena mereka mengapresiasi arah pembangunan ekonomi Indonesia,” tutup Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kamis Pagi IHSG Dibuka Melemah ke Posisi 6.912

Kamis Pagi IHSG Dibuka Melemah ke Posisi 6.912

Bisnis | Kamis, 24 Februari 2022 | 09:10 WIB

IHSG Rabu Sore Ditutup Melesat ke Posisi 6.920

IHSG Rabu Sore Ditutup Melesat ke Posisi 6.920

Bisnis | Rabu, 23 Februari 2022 | 16:25 WIB

Rebound, IHSG Rabu Pagi Dibuka Naik ke Posisi 6.878

Rebound, IHSG Rabu Pagi Dibuka Naik ke Posisi 6.878

Bisnis | Rabu, 23 Februari 2022 | 09:43 WIB

Terkini

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:29 WIB

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB