Suara.com - Kabar European Super league atau Liga Super Eropa kembali menguat usai sebelumnya isu ini meredup seiring kritik tajam dari UEFA selaku induk sepak bola Eropa.
Mengutip dari Telegraph, kali ini ada 10 klub papan atas Eropa yang bergabung dalam Liga Super Eropa yakni Real Madrid, Manchester City, Manchester United, Juventus, Inter Milan, AC Milan, Barcelona, Atletico Madrid, Liverpool dan Chelsea.
Dua klub penggagas Liga Super Eropa lainnya yakni Arsenal dan Tottenham Hotspur nampaknya tidak lagi berminat melanjutkan proyek yang idenya digagas oleh Florentino Perez.
Rumor beredar, para klub pendiri kali ini mengusulkan Super League harus merupakan kompetisi terbuka. Namun, usulan ini mendapatkan penolakan dari sejumlah anggota.
Sementara, RMCSport menyebut, UEFA berencana melarang semua klub yang tergabung di Super League untuk berkompetisi di semua kompetisi eropa.

Sementara, secara terpisah, presiden LaLiga Javier Tebas dengan penuh amarah menyebut para petinggi klub Liga Super lebih 'parah dari Vladimir Putin.
"Lebih berbohong daripada Putin. Mereka berpikir bahwa semua liga nasional pasti bodoh. Ini sebuah penghinaan," kata Tebas.
Musim lalu, 12 klub Liga Super membuat liga terpisah yang berlangsung hanya beberapa hari, dengan penggemar klub Inggris khususnya memprotes halaman luar. Para pemain Liga Premier secara terbuka menentang rencana tersebut dan pemilik mundur untuk merilis pernyataan permintaan maaf di kemudian hari.
Investor Super League dikabarkan berasal dari Amerika Serikat, yakni JP Morgan. Bank raksasa ini menggelontorkan dana miliaran euro dalam proyek tersebut.
Mengutip dari Reuters, JP Morgan siap mengucurkan dana sebagai sponsor hingga 6 miliar euro (Rp104 triliun). Selain itu, layanan streaming olahraga dunia, DAZN, bakal memegang hak siar dengan investasi tambahan untuk rencana infrastruktur sebesar 3,5 miliar dolar AS (Rp50 triliun).