Suara.com - Pos Indonesia dipercaya oleh Kemensos menyalurkan dana program Kartu Sembako kepada 18,8 juta KPM dalam 14 hari ke seluruh Indonesia. Dana program Kartu Sembako diberikan kepada KPM sebanyak Rp600 ribu untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Januari, Februari, dan Maret. Yang artinya, per bulannya tiap KPM berhak atas dana bansos Rp200 ribu.
Capaian tersebut bahkan menuai apresiasi dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
"Ini adalah capaian paling bagus dalam sejarah penyaluran bansos, di atas 90 persen dalam dua minggu," kata Menko PMK Muhadjir di sela-sela memantau penyaluran bansos di Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ditulis Senin (4/4/2022).
Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan bahwa menyalurkan bansos hanya dalam tenggat waktu dua minggu merupakan sebuah tantangan yang dihadapi dengan optimisme tinggi.
"Tantangan ini luar biasa, tapi kita optimistis karena sudah punya pengalaman menyalurkan BST (Bantuan Sosial Tunai) sebelumnya. Yang luar biasa adalah waktu penyaluran dana program Kartu Sembako lebih pendek, hanya 14 hari. Sebelumnya, penyaluran BST 30 hari. Dari segi jumlah juga meningkat hampir dua kali lipat, dari sebelumnya 10 juta menjadi 18,8 juta KPM," ujar Charles Sitorus, dalam sebuah wawancara di Denpasar, Bali, belum lama ini.
Semua pencapaian tersebut diraih Pos Indonesia berkat kerja keras dan soliditas pegawai Pos, terutama petugas juru bayar sebagai ujung tombak yang bergerilya mengantarkan dana bansos ke rumah KPM.
Mereka Yang Disebut Juru Bayar
Hiruk pikuk proses penyaluran dana bantuan program sembako ini, menyisakan cerita sendiri dari mereka yang berjibaku di lapangan, dalam proses penyaluran dana bantuan program sembako.
Mereka adalah karyawan PT Pos Indonesia yang menjadi garda depan dalam penyaluran dana bansos ini. Perjuangan dalam pengabdian kerja ini tentu dialami seluruh pegawai Pos Indonesia di Tanah Air.
Salah satunya dituturkan I Putu Suwadiyana, petugas juru antar Pos di Kintamani, Bali. Dalam sehari rata-rata ia mengantarkan dana bansos ke 15 KPM.
"Saya mengantarkan ke rumah 15 KPM. Kondisi wilayah Kintamani cukup ekstrem, jalannya terjal, cuaca tidak menentu, kadang hujan yang berselimut berkabut, dan tentu teriknya matahari.," kata Putu yang telah mengabdi di Pos Indonesia selama 10 tahun.
Kendala klasik sering dijumpai Putu. Dari alamat rumah antara KPM satu ke yang lainnya, sangat jauh. Sinyal yang tidak bersahabat di pelosok desa, atau ketika mendatangi rumah KPM, ternyata kosong atau sedang tidak berada di rumah.
Selain mengantarkan dana bansos, Putu juga bertugas melakukan geotagging dan memotret rumah KPM. Geotagging di Kintamani ditargetkan selesai pada 20 April 2022.
Sebagai informasi, geotagging berarti "penanda tempat." Artinya, fungsi ini digunakan untuk menandai di lokasi mana foto diambil. Geotagging memudahkan untuk pelacakan dan menemukan informasi tentang keberadaan bangunan di lokasi tersebut.
Satu value yang paling krusial adalah dengan Geotagging yang dilakukan maka akan membantu Kemensos melakukan verifikasi data KPM.
"Proses geotagging dimulai dari jam 09.00, disortir per desa, kemudian saya mendatangi kepala dusun, lanjut ke rumah KPM diantar oleh kepala dusun," kata Putu.