Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Sektor Pariwisata Asia Tenggara Bangkit Lagi, Tapi Tidak Merata

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Sabtu, 23 April 2022 | 09:19 WIB
Sektor Pariwisata Asia Tenggara Bangkit Lagi, Tapi Tidak Merata
DW

Suara.com - Dua tahun setelah pariwisata terhenti, para pelancong kembali ke Asia Tenggara setelah aturan karantina COVID-19 dicabut. Tetapi pemulihan akan lambat dan tidak merata.

Pemesanan penerbangan internasional ke Asia Tenggara pada akhir Maret lalu, baru mencapai 38% dari tingkat pra-pandemi, menurut data perusahaan perjalanan ForwardKeys. Tapi dilaporkan terjadi peningkatan tajam selama tiga bulan terakhir, terutama di Singapura dan Filipina.

"Kami adalah yang pertama memotong semua birokrasi," kata Menteri Pariwisata Filipina Bernadette Romulo-Puyat.

"Wisatawan cukup senang karena setibanya di sini, mereka bebas bepergian." Banyak negara di Asia Tenggara sudah membuka sektor pariwisata untuk para pelancong yang sudah divaksinasi penuh.

Para pelancong hanya perlu melakukan tes antigen cepat sebelum kedatangan dan saat tiba di tujuan, seperti misalnya di Indonesia.

Tapi beberapa negara masih memberlakukan aturan lebih ketat, misalnya Thailand, yang sebelum pandemi adalah tujuan wisata paling populer di kawasan. Persyaratan masuk merepotkan pelancong Data ForwardKeys menunjukkan, pemesanan penerbangan ke Singapura dan Filipina masing-masing mencapai 72% dan 65% dari level 2019, sementara ke Thailand hanya mencapai 24%.

"PCR saat kedatangan dapat menelan biaya 2.000-2.500 baht (sekitar 850 ribu sampai 1 juta rupiah) dan birokrasinya kadang rumit," kata Marisa Sukosol Nunbhakdi, presiden Asosiasi Hotel Thailand.

Aturan itu dilihat sebagai hambatan oleh banyak turis, jelasnya. "Jika negara lain tidak memberlakukan persyaratan masuk yang rumit, orang lebih suka pergi ke sana ... tidak repot," lanjutnya.

"Thailand akan membutuhkan waktu hingga 2026 untuk melakukan pemulihan penuh", kata gubernur bank sentral Thailand Sethaput Suthiwartnarueput hari Senin (11/4). Pada tahun 2019, sektor pariwisata menyumbang sekitar 12% produk domestik bruto (PDB) negara gajah putih itu.

Hampir tidak ada wisatawan dari Cina Profil wisatawan internasional ke Asia Tenggara juga telah bergeser. Sebelum pandemi, kelompok wisatawan mancanegara terbesar di Asia berasal dari Cina. Namun kini, negara itu terkunci oleh pandemi corona.

Lebih seperempat dari sekitar 40 juta wisatawan yang berkunjung ke Thailand pada 2019 berasal dari Cina. Tahun ini, negara itu hanya mengharapkan antara 5 juta dan 10 juta kedatangan internasional, terutama dari Malaysia dan negara tetangga Asia Tenggara lainnya. Di Asia Tenggara, 30% dari wisatawan asing yang datang sepanjang tahun ini, berasal dari Eropa.

Itu merupakan kenaikan dari angka tahun 2019, yaitu 22%. Sementara pangsa turis yang berasal dari Amerika utara juga meningkat lebih dua kali lipat, dari 9 persen tahun 2019 menjadi 21% saat ini, menurut ForwardKeys. Wisatawan dari Asia hanya mencapai 24% sepanjang tahun ini, dibandingkan 57% pada 2019.

Sektor perjalanan dan pariwisata adalah sumber pendapatan penting bagi Asia Tenggara - yang terkenal dengan pantai pasir putihnya, arsitektur bersejarah dan iklim yang hangat. Sektor ini menyumbang 380,6 miliar dollar ke PDB Asia Tenggara pada 2019, atau 11,8% dari total PDB, menurut data World Travel & Tourism Council. hp/as (rtr)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:07 WIB

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:59 WIB

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:56 WIB

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:50 WIB

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:48 WIB

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:46 WIB

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:42 WIB

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:40 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:39 WIB

Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok

Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:33 WIB

Terkini

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:07 WIB

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS, Dipicu Ketegangan Geopolitik dan Aksi Militer Iran

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:48 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:39 WIB

Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok

Update Harga Pangan 24 April 2026: Cabai Rawit dan Bawang Putih Anjlok

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:33 WIB

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

BI Guyur Insentif Rp427,9 Triliun Buat Perbankan, Bank Asing Juga Kebagian

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:26 WIB

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:04 WIB

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:47 WIB

Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group

Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:45 WIB

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:41 WIB