Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Saham Asia Berpotensi Hadapi Bulan 'Terburuk' Dampak Ekonomi China dan Suku Bunga AS

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 29 April 2022 | 11:01 WIB
Saham Asia Berpotensi Hadapi Bulan 'Terburuk' Dampak Ekonomi China dan Suku Bunga AS
Ilustrasi bursa saham Cina. (Shutterstock)

Suara.com - Saham-saham Asia bertahan dengan kenaikan kecil pada Jumat (29/4/2022) pagi berkat momen Wall Street yang solid, meski masih dihadapkan dengan potensi bulan terburuk dalam dua tahun akibat kekhawatiran pertumbuhan China dan kenaikan suku bunga AS menekan sentimen dan mengirim dolar safe-haven melonjak.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,2 persen setelah pendapatan yang kuat dari induk Facebook Meta Platforms telah mendorong Nasdaq 3,0 persen lebih tinggi semalam. Sedangkan Pasar Jepang dan Indonesia tutup untuk liburan.

Sentimen keseluruhan masih rapuh dengan Nasdaq berjangka turun sekitar 1,0 persen di awal perdagangan Asia, tertekan oleh pendapatan mengecewakan dari Amazon setelah penutupan pasar.

Keuntungan Jumat adalah marjinal dibandingkan dengan aksi jual brutal di saham global dalam beberapa pekan terakhir. Patokan regional Asia menuju penurunan 2,0 persen minggu ini dan penurunan 7,3 persen untuk bulan ini, bulan terburuk sejak Maret 2020.

Saham Shanghai (SSEC) naik 0,2 persen, tetapi berada di jalur untuk penurunan 8,1 persen untuk bulan ini, terburuk sejak Januari 2016.

"Ada empat katalis jangka pendek yang mendorong pasar saat ini: laporan laba AS yang hampir setengah jalan, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan banyak pembicaraan hawkish dari Fed, perang Ukraina, dan kebijakan China," kata Fook-Hien Yap, ahli strategi investasi senior di Standard Chartered Wealth Management.

Salah satu fokus utama adalah pertemuan Politbiro China yang akan datang, badan pembuat keputusan tertinggi di negara itu, karena pasar mencari lebih banyak tanda dukungan ekonomi. 

Namun, para analis mengatakan, strategi nol-COVID Beijing membatasi pilihan pembuat kebijakan karena rantai pasokan berantakan, sementara operasi di banyak pabrik dan pergerakan masyarakat telah dibatasi.

Beijing menutup beberapa sekolah dan ruang publik pada Kamis (28/4/2022), karena sebagian besar dari 22 juta penduduk ibu kota China harus menjalani pengujian COVID-19 massal yang bertujuan untuk menghindari penguncian seperti Shanghai.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS diperdagangkan dalam kisaran baru-baru ini, sedikit di bawah puncaknya yang dicapai minggu lalu.

Imbal hasi acuan obligasi pemerintah AS 10 tahun menyelesaikan sesi AS di 2,8205 persen, setelah mencapai setinggi 2,981 persen pada 20 April. Imbal hasil dua tahun berada di 2,6132 persen.

Minggu ini juga merupakan minggu yang bergejolak untuk mata uang. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya melemah di 103,56, setelah mencapai 103,93 pada Kamis (28/4/2022), level tertinggi sejak akhir 2022.

Kenaikan bulanan indeks saat ini sebesar 5,2 persen akan menjadi yang terbaik sejak 2012.

Di atas tawaran aman untuk dolar, reli juga didorong oleh ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga 150 basis poin hanya dalam tiga pertemuan Federal Reserve.

Jalur pengetatan Fed yang agresif, terutama untuk mengurangi inflasi yang tinggi, jauh melampaui langkah bank sentral global lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bohong Soal Status COVID-19, Seorang Guru di China Masuk Penjara

Bohong Soal Status COVID-19, Seorang Guru di China Masuk Penjara

Health | Jum'at, 29 April 2022 | 01:05 WIB

Kasus Covid-19 di Beijing Naik, KBRI Minta Pelajar WNI Waspadai Klaster Sekolah

Kasus Covid-19 di Beijing Naik, KBRI Minta Pelajar WNI Waspadai Klaster Sekolah

Health | Kamis, 28 April 2022 | 23:55 WIB

Sembunyikan Fakta Soal Covid-19, Guru di Beijing Ditahan

Sembunyikan Fakta Soal Covid-19, Guru di Beijing Ditahan

Jogja | Kamis, 28 April 2022 | 16:52 WIB

Polisi Peru Usir Masyarakat Adat dari Lokasi Tambang Milik China

Polisi Peru Usir Masyarakat Adat dari Lokasi Tambang Milik China

News | Kamis, 28 April 2022 | 12:32 WIB

Sebabkan 400 Warga Dikarantina, Seorang Guru di China Ditahan Polisi

Sebabkan 400 Warga Dikarantina, Seorang Guru di China Ditahan Polisi

Lampung | Kamis, 28 April 2022 | 10:42 WIB

Perusahaan Tambang China Kuasai Tanah Adat, Polisi Usir Paksa Warga Sipil

Perusahaan Tambang China Kuasai Tanah Adat, Polisi Usir Paksa Warga Sipil

Bisnis | Kamis, 28 April 2022 | 09:56 WIB

Terkini

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:58 WIB

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:27 WIB

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:03 WIB