Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:27 WIB
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
Direktur Utama Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI), Ewijaya, di Jakarta, Rabu (25/6/2026). [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • Pelemahan rupiah terhadap dolar AS membebani biaya produksi PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk di Jakarta sejak Juni 2026.
  • Kenaikan harga bahan baku impor, kemasan, dan biaya operasional nelayan akibat pelemahan rupiah berdampak negatif pada efisiensi perusahaan.
  • Perusahaan memperoleh keuntungan tambahan dari selisih kurs karena sebagian besar pendapatan berasal dari aktivitas ekspor dalam dolar AS.

Suara.com - Pelemahan pada rupiah memberikan dampak pada emiten PT Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI).

Pasalnya, nilai tukar rupiah yang kembali menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) membebani biaya produksi perusahaan. 

Dalam hal ini, Direktur Utama Dharma Samudera Fishing Industries Tbk (DSFI), Ewijaya, mengatakan beberapa bahan-bahan yang digunakan mengalami kenaikan harga imbas pelemahan pada mata uang Garuda.

"Yang pertama pasti biaya-biaya yang ada komponen impor, seperti misalnya bahan baku plastik yang terkait dengan packaging," kata dia di Jakarta, Rabu (25/6/2026).

Dia pun menyebutkan, bahan baku kemasan berupa karton juga mengalami kenaikan signifikan. Biaya operasional nelayan juga meningkat karena bahan bakar minyak (BBM) melonjak.

"Nah ini yang kita lihat cukup memberikan dampak yang negatif sebenarnya sehingga operasional nelayan naik, implikasinya adalah harga bahan baku juga akan ikut naik sebenarnya," imbuhnya.

Ilustrasi Mata Uang Rupiah (Pexels/Robert Lens)
Ilustrasi Mata Uang Rupiah (Pexels/Robert Lens)

Namun, perusahaan juga mengalami dampak yang positif terhadap pelemahan rupiah. Salah satunya adalah membawa keuntungan untuk perusahaan. Karena DSFI rata-rata melakukan penjualan secara ekspor.

"Jadi memang dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS memang kita mendapatkan windfall karena buku laporan keuangan kita kan dicatat dalam rupiah," tegasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:07 WIB

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:31 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Rupiah Menguat dan IHSG Terbang, Apakah Damai AS-Iran Jadi Titik Balik Ekonomi RI?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:11 WIB

Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708

Masih Perkasa, Nilai Tukar Rupiah Naik Paling Tinggi di Asia ke Level Rp17.708

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 16:27 WIB

Terkini

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Dari Ngajar Jadi Tukang Endus: Ironi di Balik MBG

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:00 WIB

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

Mobilisator Aksi Pelajar di Bekasi Ditangkap: Rencanakan Bakar Kantor Polisi Pakai Bom Molotov!

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:58 WIB

Tunda Beli Vario 125: Ini 5 Motor Termewah yang Bisa Dibeli Seharga 25 Juta

Tunda Beli Vario 125: Ini 5 Motor Termewah yang Bisa Dibeli Seharga 25 Juta

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 18:56 WIB

Gede Pasek Curiga Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran, Soroti Sikap 'Pasif' Kubu Prabowo

Gede Pasek Curiga Skenario Suksesi di Balik Polemik Ijazah Gibran, Soroti Sikap 'Pasif' Kubu Prabowo

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:54 WIB

Dari Pemilah Sampah hingga Menang Pilkades, Begini Cerita Surya bin Samid

Dari Pemilah Sampah hingga Menang Pilkades, Begini Cerita Surya bin Samid

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:54 WIB

Eks Anak Asuh Enzo Maresca Terkejut Jika Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2030

Eks Anak Asuh Enzo Maresca Terkejut Jika Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2030

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 18:50 WIB

HONOR Pad V9 Resmi Hadir: Tablet Tipis dengan Layar 144Hz dan Baterai Jumbo 10.100 mAh

HONOR Pad V9 Resmi Hadir: Tablet Tipis dengan Layar 144Hz dan Baterai Jumbo 10.100 mAh

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:50 WIB

Geely Auto Rilis Teknologi Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik Berbasis AI

Geely Auto Rilis Teknologi Pengisian Daya Baterai Mobil Listrik Berbasis AI

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 18:50 WIB

Ombudsman Telusuri Indikasi Malaadministrasi di Balik 'Klaster Apartemen' Lapas Cibinong

Ombudsman Telusuri Indikasi Malaadministrasi di Balik 'Klaster Apartemen' Lapas Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:48 WIB

Buntut Temuan Ombudsman, Ditjenpas Bentuk Tim Usut Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong

Buntut Temuan Ombudsman, Ditjenpas Bentuk Tim Usut Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:42 WIB

×