facebook

Telkom 'Minus' Triliunan dalam Investasi GOTO, Pakar: Sudah Turun 42% Dibanding Saat IPO

M Nurhadi
Telkom 'Minus' Triliunan dalam Investasi GOTO, Pakar: Sudah Turun 42% Dibanding Saat IPO
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memperpanjang periode waktu penawaran awal saham (bookbuilding period) selama tiga hari hingga hari Kamis, 24 Maret 2022. (Dok: GoTo)

Ini sudah turun 42% dibanding harga IPO, ucap Agustinus.

Suara.com - BUMN komunikasi, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sebagai anak usaha Telkom Indonesia (TLKM) yang berinvestasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) atau GOTO mendapatkan sorotan.

Pasalnya, Startup yang kini sudah menjadi salah satu perusahaan raksasa nasional itu terus memperlihatkan kinerja yang kurang baik. Hal ini ditunjukkan dengan kinerja saham GOTO di pasar modal.

Disampaikan oleh Mantan Direktur YLBHI, Agustinus Edy Kristianto, ia mengaku melihat adanya kejanggalan usai Telkomsel mengelontorkan uang Rp6,3 triliun untuk investasi di GOTO.

Pasalnya, awalnya Telkomsel membuat perjanjian dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) pada 16 November 2020 dalam bentuk investasi Obligasi Konversi tanpa bunga sebesar US$150 juta (Rp2,116 triliun) dengan tenor 3 tahun sebelum akhirnya Gojek dan Tokopedia merger jadi GOTO.

Baca Juga: Laba Mitratel Naik Hingga Hampir Setengah Triliun Pada Kuartal I 2022

“Pada 18 Mei 2021, GOTO dan Telkomsel membuat Perjanjian Pembelian Saham. Yang US$150 juta (Rp2,116 triliun) tadi dikonversi menjadi 29.708 lembar saham. Yang opsi beli saham preferen US$300 juta (Rp4,290) triliun menjadi 59.417 lembar,” kata Agustinus dikutip  dari Warta Ekonomi --jaringan Suara.com, Minggu (15/5/2022). 

Ia lantas mengatakan, pengamat lantas fokus pada jumlah uang investasi yang mencapai Rp6,3 triliun. Pasalnya, kini saham GOTO anjlok 50% lebih ke harga Rp194 selama 11 April-13 Mei 2022. 

“Ini sudah turun 42% dibanding harga IPO,” ucap Agustinus. 

Kata dia, dari dari sudut pandang bisnis, bukan perkara mudah untuk bangkit dari kejatuhan yang begitu dalam.

“Jika penurunan 50% maka membutuhkan setidaknya kenaikan 100% untuk kembali ke titik awal. Anda bisa hitung sendiri, berapa persen kenaikan yang diperlukan GOTO untuk kembali ke harga IPO?” tanya Agustinus.

Baca Juga: Kuartal I-2022, Telkom Bukukan Pendapatan Konsolidasi Rp35,2 Triliun

Hal ini jelas memberi dampak buruk pada kinerja keuangan Telkom selaku perusahaan induk Telkomsel. 

Komentar